- Birgaldo Sinaga (46). Pegiat sosial Birgaldo memang telah wafat pada 16 Mei 2021. Namun aksi kemanusiaannya sangat dikenang oleh para sahabatnya dan mereka yang pernah diperjuangkan. Salah satu sahabat yang juga pegiat sosial Ni Luh Jelantik memprakarsai sebuah rekening khusus yang menampung sumbangan yang kemudian diberikan kepada istri dan anak Birgaldo.
- Farida Pasha (68). Semula Farida dilarikan ke rumah sakit karena mengalami vertigo dan radang paru tahap awal. Namun ternyata ia terpapar virus mematikan ini. Farida menghembuskan nafas terakhir pada 16 Januari 2021.
- Jane Shalimar (41). Jane wafat hanya sebulan lebih dua hari setelah ia berulang tahun yang ke-41, tepatnya pada 4 Juli 2021. Terpapar virus sejak 24 Juni 2021, kondisi Jane dikabarkan terus drop. Setelah sempat membaik, Jane tidak bertahan dan harus meninggalkan putra semata wayangnya, Muhammad Zarno yang masih remaja.
- Rahmawati Soekarnoputri (70). Rahmawati telah menderita stroke selama beberapa tahun. Sehingga saat ia terpapar virus, kondisi ibu Didi Mahardika ini tentu sulit untuk bertahan. Rahmawati berpulang pada 3 Juli 2021, hanya sehari sebelum kepergian Jane Shalimar. Jane Shalimar merupakan bekas calon menantu Rahmawati.
- Rina Gunawan (46). Kondisi Rina yang terpapar virus diperburuk oleh komorbid asma dan sinusitis yang diidapnya. Detik-detik kepergian Rina pada 2 Maret 2021 disaksikan oleh suami dan kedua anak Rina hanya melalui sambungan telepon. Rina dimakamkan di liang yang sama dengan mendiang sang ayah yang wafat pada tahun 2016 silam.
- Soraya Abdullah (42). Wafat pada 1 Februari 2021, Soraya merupakan janda cerai dengan dua orang anak. Nama Soraya sempat menjadi perbincangan di media sosial saat ia mengatakan diam-diam menikah dengan aktor Indra Bruggman. Berita ini ditepis oleh sang aktor.
- Ki Manteb Sudarsono. Pedalang ternama Ki Manteb memang telah berusia sepuh dan di saat pandemi merebak, namun tetap saja kepergian si dalang mengejutkan publik. Ia meninggal pada 2 Juli 2021 di kediamannya di Karanganyar, Jawa Tengah saat tengah menjalani isolasi mandiri.
Membahas selebriti Indonesia, Asia dan Dunia. Sebagai selingan dan jika anda hobi membaca kisah nyata, blog ini menampilkan berbagai kisah nyata dari kehidupan manusia di dunia sehari-hari agar memberi inspirasi.
Monday, August 23, 2021
Selebriti Tanah Air Yang Wafat Akibat COVID-19, Sebagai Sarana Untuk Mengenang
Saturday, April 17, 2021
Mengenang Pangeran Philip, Kisah Hidup Panjang Seorang Adipati Edinburgh
Bayi Philip dilahirkan di meja dapur di kota Corfu, Yunani pada 10 Juni 2021. Ayahnya adalah Andrew, pangeran Yunani dan Denmark. Ibunya adalah Alice, putri Battenberg yang menderita tuna rungu sejak lahir. Kelahiran Philip bisa dikatakan istimewa sebab keempat kakaknya adalah perempuan. Mereka adalah putri Margarita, putri Theodora, putri Cecilie dan putri Sophie. Baru berusia 1,5 tahun, bayi Philip beserta seluruh keluarga mengungsi keluar dari Yunani dengan menumpang kapal perang Inggris. Mereka menuju ke Italia sebelum akhirnya menetap di rumah milik tante Philip di pinggiran kota Paris, Perancis. Tahun 1930, ibunda Philip didiagnosa menderita szikofrenia paranoia yang menjadikan dia seolah "satu-satunya wanita di dunia" dan "menikah dengan Yesus Kristus". Ibunda Alice yaitu Victoria, Marchioness Milford Haven menyetujui saran dokter agar Alice sebaiknya dirawat secara khusus. Maka pada musim semi 1930, Philip sekeluarga berlibur di rumah Ernest, Adipati Agung Hesse di Jerman. Saat Philip sedang keluar, dokter datang membius Alice dan membawanya ke mobil untuk menuju ke sebuah klinik di dekat Danau Constance, Swiss. Sejak itu, ayah Philip memutuskan untuk tinggal di Monte Carlo bersama seorang artis berkebangsaan Perancis. Meski tidak resmi bercerai, pernikahan kedua orang tua Philip telah berakhir. Pengasuhan Philip diambil alih oleh sang nenek dibantu oleh sang paman yaitu George Mountbatten, Marquess Milford Haven Ke-2. Philip menjadi dekat dengan anak laki-laki sang paman yang bernama David. David berusia 2 tahun di atas Philip. Philip tidak pernah bertemu atau mendengar kabar ibunya dari tahun 1932 hingga 1937. Sementara itu dalam kurun waktu delapan belas bulan, keempat kakak Philip masing-masing menikah dengan pria Jerman. Jika ayah Philip hadir di pernikahan mereka, tidak demikian dengan ibunda Philip.
Kabar duka datang dari kakak Philip yaitu putri Cecilie pada Oktober 1937. Ia bersama suami yaitu Georg Donatus, Adipati Agung Hesse, kedua putra dan ibu mertua Cecilie tewas dalam kecelakaan pesawat. Mereka hendak menuju ke pernikahan adik Georg Donatus. Putri Cecilie sedang hamil delapan bulan. Diduga saat terbang, Cecilie mengalami kontraksi tiba-tiba sehingga memaksa pesawat mendarat darurat namun justru jatuh. Dugaan lain, akibat benturan hebat saat kecelakaan, janin yang dikandung Cecilie keluar dengan paksa. Janin laki-laki itu ditemukan masih lengkap bersama ari-arinya di reruntuhan pesawat. Anak perempuan Cecilie yang bernama putri Johana yang ditinggal di rumah saat kejadian menjadi sebatangkara. Putri Johana sempat diasuh oleh adik Georg Donatus dan istri namun ia wafat pada 1939 akibat radang otak. Philip datang ke Jerman untuk berjalan di belakang peti jenazah sang kakak sekeluarga. Kejadian ini mempertemukan kembali orang tua Philip untuk pertama kalinya setelah enam tahun tak bertemu. Setelah pemakaman selesai, ibunda Philip kembali ke Athena untuk melayani kaum papa. Ia menyewa apartemen dua kamar di dekat museum Benaki.
Duka masih menyelimuti kehidupan Philip. Sang paman yaitu George Mountbatten wafat akibat kanker tulang sumsum pada tahun 1938. Adik George yaitu Louis Mountbatten atau akrab disapa Dickie mengambil alih kepengasuhan Philip remaja. Berbeda dengan George, kepribadian Dickie yang lebih berambisi berdampak banyak kepada masa depan Philip. Dickie berhasil mengubah cita-cita Philip yang semula ingin menjadi pilot tempur dan kemudian berkarir di Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Tahun 1939, raja George VI membawa istri dan kedua anak mereka yaitu putri Elizabeth dan putri Margaret mengunjungi sekolah angkatan laut kerajaan. Kesempatan itu menjadi momentum pas buat Dickie. Ia menginstruksikan Philip untuk menemani putri Elizabeth dan putri Margaret. Mereka sempat bermain kriket.
Pangeran Philip dan putri Elizabeth merupakan keturunan dari ratu Victoria. Putra sulung ratu Victoria yaitu pangeran Albert Edward (raja Edward VII) adalah kakek buyut ratu Elizabeth II. Sementara adik kandung pangeran Albert Edward yaitu putri Alice, merupakan nenek buyut bagi pangeran Philip. Dari garis ayah, kakek Philip (George I, raja Yunani) merupakan adik kandung nenek buyut Elizabeth (Alexandra, ratu Inggris). Jauh kembali ke abad 19, pada 10 Februari 1840, ratu Victoria menikah dengan sepupu pertama yaitu pangeran Albert.
Hari natal 1943, pangeran Philip diundang ke kastil Windsor untuk merayakan natal bersama keluarga kerajaan. Tahun 1944, ayah Philip wafat. Ia meninggalkan sedikit warisan tanah, benda-benda yang tak bernilai dan juga hutang yang menggunung. Nenek Philip mengeluh betapa mewah dan boros kehidupan ayah Philip bersama wanitanya itu. Tahun 1946, saudari sepupu Philip yang juga putri sulung Dickie yaitu Patricia menikah. Dickie meminta putri Elizabeth, putri Margaret, putri Alexandra dan adik Patricia yaitu Pamela untuk menjadi pengiring pengantin. Dalam kesempatan ini, Philip semakin dekat dengan putri Elizabeth. Setelah pernikahan, Philip melamar Elizabeth dan diterima tanpa berdiskusi dengan ayah Elizabeth. Ayah Elizabeth merasa tak siap melepas Elizabeth sebab dianggap masih terlalu muda untuk menikah. Oleh karenanya, pertunangan Philip dan Elizabeth dirahasiakan terlebih dahulu. Philip memberikan cincin lamaran yang diambil dari tiara milik ibunya, berupa cincin berlian 3 karat yang dikelilingi oleh berlian-berlian kecil. Raja George VI memutuskan untuk membawa istri dan kedua putrinya mengikuti tur ke Afrika Selatan selama empat bulan. Philip menjadi warganegara Inggris.
Pada 9 Juli 1947, pertunangan Philip dan Elizabeth resmi diumumkan ke publik. Mereka merayakan pernikahan pada 20 November 1947 di gereja Westminster Abbey. Terjadi masalah kecil saat prosesi pernikahan. Bunga buket Elizabeth sempat hilang sebelum ditemukan kembali. Kemudian tiara yang dipakai Elizabeth patah di bagian tengah namun beruntung bisa lekas diperbaiki di istana Buckingham sebelum Elizabeth berjalan ke pelaminan. Ibunda Philip hadir bersama nenek Philip. Akta pernikahan Philip ditandatangani bukan oleh sang ibunda melainkan oleh saudari sepupunya yaitu putri Marina.
Setahun setelah menikah, tepatnya pada 14 November 1948, Philip dan Elizabeth dikaruniai seorang putra yang diberi nama Charles. Di usia satu bulan, tepatnya pada 15 Desember 1948, Charles dibaptis. Orang tua baptis Charles salah satunya adalah George, pangeran Yunani dan Denmark. Namun pangeran George tidak dapat hadir dan diwakili oleh pangeran Philip. Dua tahun kemudian pada Agustus 1950, Charles mendapat adik perempuan yang diberi nama Anne. Kakak sulung Philip yaitu putri Margarita diundang menjadi ibu baptis bagi putri Anne. Awal Februari 1952, Philip dan Elizabeth menggantikan tugas ayahnya untuk tur kerajaan di Afrika. Elizabeth menunjuk saudari sepupu Philip yang bernama Pamela untuk menjadi asisten wanita. Ibu ratu Mary mengajak Pamela untuk berbicara secara pribadi, ia meminta agar Pamela tak lagi memanggil Elizabeth dengan sebutan Lilibet, melainkan "ibu". Di bandara, Elizabeth dan Philip diantar oleh raja George VI, ratu Elizabeth dan putri Margaret. Raja George VI baru menjalani operasi pengangkatan satu paru akibat tumor. Meski tampak jauh lebih tua dari usianya, ia tampak relatif sehat. Sang raja bisa naik turun tangga pesawat dan berjalan tanpa dibantu siapapun dan alat apapun. Siapa yang menyangka bahwa itu adalah pertemuan terakhir ayah dan anak yang ia banggakan.
Sesampai di Kenya, Philip dan Elizabeth menginap di hotel yang dibangun di atas pohon tinggi sehingga mereka bisa mengamati hewan-hewan yang berada di bawah. Raja George VI wafat pada 6 Februari 1952. Philip bertugas menyampaikan kabar duka itu saat mengajak Elizabeth berjalan berdua. Mereka kembali ke Inggris untuk pemakaman. Pada Maret 1953, ibu ratu Mary wafat di usia 85 tahun. Pada 2 Juni 1953, Elizabeth II menjalani upacara penobatan. Ibunda Philip yang sudah menjadi seorang biarawati pun hadir. Ia berjalan seorang diri di belakang prosesi. Di waktu ini, putri Margaret dikabarkan ingin menikah dengan Kapten Grup Peter Townsend. Masalah pun muncul. Margaret bisa kehilangan hak waris tahta, gelar dan fasilitas kerajaan apabila menikahi Peter disebabkan Peter seorang duda cerai dengan dua orang anak. Ratu Elizabeth II meminta Margaret menunda pernikahan. Setelah penobatan, ratu Elizabeth II dan pangeran Philip menjalani tur kerajaan selama enam bulan. Masalah lain muncul. Philip ingin Charles dan Anne menyandang nama belakang Mountbatten namun keinginan ini ditentang konstitusi kerajaan. Philip meradang, ia merasa satu-satunya pria di Inggris yang dilarang memberikan nama ke anaknya. Elizabeth pun memberi keleluasaan Philip untuk menentukan sekolah bagi Charles dan Anne.
Tahun 1955, ratu dan Philip membawa serta pangeran Charles, putri Anne dan juga ibu Philip berlayar ke Malta.
Putri Margaret memutuskan tak jadi menikahi Peter Townsend. Peter menikah dengan wanita lain pada tahun 1959 sementara Margaret menikah dengan fotografer kerajaan bernama Anthony Armstrong Jones pada Mei 1960. Pernikahan dihelat di gereja Westminster Abbey. Pangeran Philip mengantar Margaret ke pelaminan. Pada Februari 1960, Philip dan ratu dikaruniai anak ketiga yaitu pangeran Andrew. Kemudian Philip bersama pangeran Charles dan putri Anne menghadiri pernikahan Pamela Mountbatten. Sebulan setelah Pamela menikah, ibunda Pamela yaitu Edwina Ashley meninggal dunia di Kalimantan utara. Pangeran Philip bertemu sang ibunda untuk menghadiri pemakaman Edwina di laut lepas.
Tahun 1964, Philip dan ratu dikaruniai anak bungsu yaitu pangeran Edward. Berbeda dengan kelahiran Charles, pada proses kelahiran Edward, Philip menemani ratu. Saat ratu melahirkan Charles, Philip sedang bermain cricket. Setelah Charles lahir, Philip datang menemui sang istri membawa sebuket bunga.
Pangeran Philip dikenal dengan gaya bicara yang ceplas-ceplos, bahkan sering menimbulkan kontroversi. Philip yang gemar memanggang dan makan mengatakan bahwa wanita di Inggris tidak dapat memasak. Suatu hari ia datang ke dapur pada malam hari menanyakan di mana koki. Asisten koki mengira Philip adalah tukang kebun, berdasarkan baju lusuh yang ia pakai. Asisten koki masuk ke dalam mengatakan ada tukang kebun ingin bertemu. Koki sempat heran mengapa ada tukang kebun mau bertemu dengannya pada malam hari. Saat koki terdengar memanggil "selamat malam yang mulia", asisten baru menyadari ia keliru mengenali pangeran Philip. Philip datang ke dapur di hari lain untuk menanyakan menu makanan hari itu. Koki kerajaan menunjukkan daging domba yang sudah dipersiapkan untuk dimasak. Lalu Philip menanyakan daging yang di sebelahnya. Koki menyebut bahwa itu untuk para staf kerajaan. Philip bertanya kenapa bukan daging itu yang diperuntukkan keluarga kerajaan. Ia kemudian meminta kedua daging itu untuk disantap bersama keluarga dan staf kerajaan. Ia bahkan memutuskan untuk memasak sendiri.
Makanan kegemaran Philip adalah salmon coulibiac, yang berasal dari Russia berupa salmon tanpa kulit yang ditoping dengan irisan jamur, nasi dan juga irisan telur rebus kemudian dibungkus kulit pastri. Setelah dipanggang, disajikan dengan cara diiris sesuai porsi. Philip juga gemar memasak sup krim jamur. Suatu hari Philip datang lagi ke dapur. Ia menanyakan koki sedang melakukan apa : mengupas mangga. Ia mengajarkan teknik mengupas mangga menurut versinya yaitu dengan membelah buah di tengah secara vertikal, membuang biji dan kemudian mengambil daging dari kulit menggunakan sendok.
Pangeran Philip mengatakan bahwa ia senang pergi ke Russia meskipun "bajingan-bajingan itu menghabisi separuh keluargaku". Dua tante Philip bersama keluarga mereka tewas dibunuh saat terjadi revolusi Russia pada 17 dan 18 Juli 1918. Mereka adalah putri Elisabeth dan putri Alix. Suami putri Elisabeth yang bernama Sergei, Adipati Agung Russia tewas terkena serangan bom pada tahun 1905. Sementara Alix tewas ditembak bersama suami (Nicholas II, kaisar Russia) bersama kelima anak mereka dan empat pegawai setia. Saya sudah mengisahkan hidup putri Elisabeth di blog ini.
Tahun 1967, Philip dan ratu mengirim pesawat untuk menjemput ibunda Philip di Athena. Mereka menginginkan ibunda Philip pensiun dari segala tugas. Pesawat tak diijinkan meninggalkan Athena sebelum ibunda Philip benar-benar pergi. Sesampai di London, ibunda Philip menetap di istana Buckingham. Kepada para cucu yang menjenguk, ibunda Philip meminta agar setelah wafat, jasadnya dimakamkan di bukit Zaitun, Yerusalem. Permintaan ini diprotes, mereka akan kesusahan jika ingin berziarah. Ibunda Philip menyela "gak masuk akal, kan bisa menggunakan bis". Pada tahun 1988, jasad ibunda Philip dipindahkan ke gereja Maria Magdalena, Bukit Zaitun, Yerusalem.
Pada 14 November 1973, putri Anne menikah dengan Mark Philipps. Pada tahun 1977, Philip dan ratu dikaruniai cucu pertama yaitu Peter Philipps. Empat tahun kemudian, Philip dan ratu dikaruniai cucu kedua yaitu Zara Philipps.
Di musim panas, keluarga Dickie Mountbatten biasa berlibur ke kastil Casselblown milik pribadi yang terletak di Irlandia. Di sana Dickie menuju ke laut untuk memancing lobster. Namun pada 27 Agustus 1979, terjadi tragedi yang memilukan. Sebuah bom diam-diam dipasang di bawah perahu yang akan digunakan Dickie sekeluarga untuk memancing. Hari itu, Dickie mengajak putri sulung yaitu Patricia, suami Patricia, kedua anak kembar laki-laki Patricia yaitu Nicholas dan Timothy serta seorang asisten perahu berusia 15 tahun bernama Maxwell. Sementara putri bungsu Dickie yaitu Pamela bersama putrinya, India Hicks memilih tetap di kastil. Mereka tidak menyadari keberadaan bom tersebut hingga diledakkan menggunakan remote control. Perahu hancur berkeping-keping. Dickie tewas seketika namun tubuhnya utuh. Maxwell juga tewas. Patricia, suami, ibu mertua dan Timothy dilarikan ke rumah sakit. Ibu mertua Patricia meninggal keesokan hari. Patricia menyadari bahwa Nicholas ikut tewas sebab ia tak melihatnya di dalam ruangan tempat mereka dirawat. Wajah Patricia menerima 120 jahitan yang ia sebut sebagai "face lift". Upacara pemakaman Louis Mountbatten alias Dickie dilangsungkan secara militer. Tentara pembebasan Irlandia mengklaim mereka bertanggung jawab atas tindakan itu.
Pada 29 Juli 1981, Charles menikah dengan putri Diana di katedral St James. Dua pengiring pengantin putri Diana adalah Sarah Armstrong Jones (putri Margaret) dan India Hicks (putri Pamela Mountbatten). Keluarga putri Diana merupakan bangsawan Inggris yang kenal dekat dengan keluarga kerajaan Inggris. Pangeran Philip, ratu Elizabeth II, ibu ratu dan putri Margaret hadir dalam pernikahan orang tua Diana yang dilangsungkan pada 4 Juni 1954 di gereja Westminster Abbey. Pada Juni 1982, Philip dan ratu dikaruniai cucu ketiga yaitu pangeran William. Dua tahun kemudian, Philip dan ratu dikaruniai cucu keempat yaitu pangeran Harry.
Pada 23 Juli 1986, pangeran Andrew menikah dengan Sarah Ferguson di gereja Westminster Abbey. Pangeran William dan Zara Philipps (putri Anne) menjadi pengiring cilik. Pada tahun 1988, Philip dan ratu dikaruniai cucu kelima yaitu putri Beatrice. Dua tahun kemudian, mereka dikaruniai cucu keenam yaitu putri Eugenie. Ratu Elizabeth II mewariskan "rumah mainan mungil" miliknya dan putri Margaret saat kecil kepada putri Beatrice.
Masih pada tahun 1986, ratu dan Philip mengadakan kunjungan kerajaan ke Cina. Di sana mereka bertemu dengan mahasiswa Inggris bernama Simon Kerby. Simon mengambil jurusan bahasa Mandarin di universitas Xian. Philip berseloroh "kalau tinggal lebih lama lagi, kamu akan pulang dengan mata yang sipit".
Tahun 1992 merupakan tahun penuh cobaan buat Philip dan ratu. Dimulai dari kastil Windsor yang terbakar. Kemudian perceraian dan perpisahan ketiga anak ratu yaitu putri Anne, pangeran Charles dan pangeran Andrew. Pada Desember 1992, putri Anne menikah lagi dengan Timothy Lawrence di gereja Skotlandia. Putri Anne tidak dikaruniai anak dari pernikahan ini. Charles dan Diana resmi bercerai pada tahun 1996. Diana masih diijinkan tinggal di istana Kensington. Charles menawarkan Diana untuk mengambil barang apapun yang ia mau. Diana meminta Paul, asisten pribadi yang dipinjamkan ratu Elizabeth II kepada Diana. Charles semula keberatan namun akhirnya ia menyerah dan memberitahu kepada ratu perihal ini. Paul pun menghadap ratu untuk pamit.
31 Agustus 1997, putri Diana tewas kecelakaan di terowongan Alma, Paris, Perancis. Mengetahui cucunya enggan berjalan di belakang peti jenazah sang ibunda, pangeran Philip berbicara dengan pangeran William. "Kamu bisa menyesal nanti kalau tidak melakukannya. Kalau aku berjalan bersama kamu, kamu mau tidak?" Akhirnya pangeran William menyetujui ajakan sang kakek. Pangeran Philip mendapat tuduhan bahwa ia merencanakan "kecelakaan" ini karena tak ingin ibu calon raja Inggris menikah dengan seorang Dodi. Namun di pengadilan, tuduhan ini tak dapat dibuktikan.
Pada 20 November 1997, pangeran Philip dan ratu Elizabeth II merayakan pernikahan emas. Ratu menyebut bahwa sang suami adalah tipikal orang yang tidak mudah menerima pujian, namun menjadi tonggak kekuatan sang ratu dalam menjalani perannya. Sementara Philip dalam pidatonya mengatakan "kunci sukses pernikahan adalah toleransi". Ia meyakinkan hadirin bahwa selama pernikahan, sang istri lah yang memiliki toleransi tak berbatas. Bekas asisten ratu (dan juga bekas asisten putri Diana) yaitu Paul Burell mengisahkan kejadian unik. Paul menyebut bahwa ratu dan Philip bagaikan Yin dan Yang. Philip disebutnya selalu seperti gunung merapi. Suatu hari Philip kesulitan membuka pintu akibat terhalang oleh anjing-anjing ratu yang tidur. Philip mengomel keras mengapa memelihara anjing sebegitu banyak, namun ratu menjawab dengan tenang.
Meskipun ia bersuamikan wanita yang sangat terkenal di dunia, namun tetap saja ada yang tidak mengenali dirinya. Ini terjadi pada tahun 1997 saat Philip berkunjung ke universitas Cambridge. Tukang parkir sepuh tidak mengenali dirinya, lantas Philip menyeletuk "kau memang tolol ". Tahun 1998, Philip bertemu dengan seorang pelajar Inggris yang telah menelusuri Papua Nugini "kamu berhasil (menelusuri) tanpa dimakan waktu itu?". Tahun 1999 Philip bertemu dengan tiga pegawai peternakan ikan Skotlandia di istana Holyrood dan menyeletuk "oh, kalian adalah orang-orang yang merusak sungai dan lingkungan".
Pada tahun 1999, pangeran Edward mempersunting Sophie Rhys Jones di kapel St George, kastil Windsor. Pada Februari 2002, putri Margaret menghembuskan nafas terakhir setelah terserang stroke ketiga kali. Selama hidup, putri Margaret merupakan perokok berat. Jasad Margaret dikremasi agar ia bisa dimakamkan bersama sang ayah, raja George VI di kastil Windsor. Sebulan kemudian, ibu ratu wafat di usia 101 tahun. Pada 2003, Philip dan ratu dikaruniai cucu ketujuh yang diberi nama Louise Mountbatten-Windsor. Ia pertama kali menyandang nama belakang sesuai harapan pangeran Philip. Kehamilan dan proses melahirkan Louise tidaklah mudah bagi Sophie yang sudah berusia 39 tahun. Selama kehamilan, Sophie sempat mengalami pendarahan sebab plasenta terlepas sebelum bayi lahir. Selain itu, Louise juga menderita kelainan bola mata sehingga ia harus menjalani operasi perbaikan. Tahun 2007 dan di usia 43 tahun, Sophie melahirkan anak laki-laki yang diberi nama James Mountbatten Windsor yang menjadi cucu termuda Philip dan ratu.
Tahun 2002, Philip dan ratu mengadakan kunjungan ke taman budaya aborigin Tjapukai di Cairns, Australia. Philip bertanya kepada pendiri taman bernama William Brims "apakah kalian masih saling melempar tombak?" Brims menjawab "tidak, kita tidak melakukannya lagi".
Pada 9 April 2005, Charles menikah dengan kekasih lamanya, Camilla Parker Bowles di kapel St George, kastil Windsor. Beberapa bulan kemudian, Philip dan ratu menghadiri acara wisuda pangeran William yang bebarengan dengan Catherine Middleton (saat itu sudah menjalin kasih dengan pangeran William).
Tahun 2008, Peter Philipps menikah dengan Autumn Kelly. Tahun 2010, cicit pertama Philip dan ratu lahir diberi nama Savannah Philipps.
Pada 29 April 2011, pangeran William menikah dengan Catherine Middleton di gereja Westminster Abbey. Pada Juli 2011, giliran Zara menikah dengan Mike Tindall.
Di tahun-tahun ini, Philip dan ratu berbahagia dikaruniai banyak cicit yang sehat. Tahun 2012, cicit kedua Philip dan ratu lahir yang diberi nama Lena Elizabeth Tindall. Masih di tahun yang sama, cicit ketiga lahir diberi nama Isla Philipps. Tahun 2013, lahir cicit istimewa yang digadang akan menjadi raja Inggris kelak. Dia adalah pangeran George. Tahun 2014, lahir cicit kelima yaitu Mia Grace Tindall. Tahun 2015, lahir adik pangeran George yang diberi nama putri Charlotte. Maret 2018, cicit ketujuh lahir yaitu pangeran Louis.
Pada Mei 2018, pangeran Harry menikah dengan Meghan Markle, janda cerai tanpa anak yang berprofesi sebagai artis Hollywood. Pernikahan dilangsungkan di kapel St George, kastil Windsor. Pada Mei 2019, Philip dan ratu dikaruniai cicit kedelapan yaitu Archie Mountbatten-Windsor. Meskipun tidak menghadiri acara pembaptisan, namun Philip dan ratu menyempatkan berfoto bersama bayi Archie, pangeran Harry, Meghan Markle dan ibunda Meghan. Philip dan ratu menghadapi permasalahan keluarga. Dimulai dari pangeran Andrew yang mundur dari tugas kerajaan setelah wawancara kontroversinya mengenai Jeffry Eipstein. Kemudian disusul oleh keputusan pangeran Harry dan Meghan Markle yang mundur dari tugas kerajaan. Berikutnya pernikahan sang cucu tertua yaitu Peter Philipps yang berakhir namun belum resmi bercerai. Pada Juli 2020, putri Beatrice melangsungkan pernikahan dengan Edoardo secara privat. Ini adalah pernikahan terakhir yang dihadiri oleh pangeran Philip. Seperti keluarga lain saat menjalani lockdown, Philip dan ratu juga bertatap muka di internet. Pangeran Harry menyebut alih-alih memencet "ending", sang kakek langsung menutup monitor laptopnya.
Pada Februari 2021, pangeran Philip dilarikan ke rumah sakit King Edward VII setelah mengeluh tak enak badan. Kemudian ia ditransfer ke rumah sakit Bartholomew di London untuk menjalani operasi perbaikan jantung dan kembali lagi ke rumah sakit semula untuk pemulihan. Pangeran Charles sempat datang menjenguk. Philip dirawat selama 28 hari sebelum akhirnya pulang ke kastil Windsor untuk pemulihan di rumah. Ratu Elizabeth II disebut gembira mendengar Philip sudah bisa keluar rumah sakit. Namun Philip yang tampak sangat rapuh. Sejak pandemi berlangsung, ratu dan Philip memilih tinggal di kastil Windsor. Pada masa ini, Philip dan ratu masih berbahagia dikaruniai dua orang cicit lagi. Putri Eugenie dikaruniai seorang anak laki-laki dan Zara Tindall juga dikaruniai seorang anak laki-laki. Baik Eugenie maupun Zara menyematkan nama "Philip" untuk menghormati sang kakek yang masih pemulihan.
Pada hari-hari terakhir, Philip disebut sudah kesulitan berjalan. Namun ia menolak saat pegawainya membawakan kursi roda. Ia juga menolak menggunakan alat bantu pendengaran. Ratu mengatakan "itu artinya kita harus berteriak". Ia masih aktif membaca dan menulis surat. Sesekali ia di luar untuk berjemur sementara kakinya ditutup selimut. Selera makan Philip sudah menurun drastis. Ia wafat pada 9 April 2021, hanya dua bulan sebelum berulang tahun ke-100.
Kembali ke abad 19, pangeran Albert juga wafat di kastil Windsor akibat sakit. Baik Albert maupun Philip, keduanya memiliki istri ratu Inggris. Ibunda Albert maupun ibunda Philip sama-sama memiliki pernikahan yang tidak ideal. Perbedaannya adalah, pangeran Albert hanya hidup sampai usia 42, separuh kurang dari usia pangeran Philip. Saya sudah mengisahkan hidup pangeran Albert di blog ini.
Tuesday, February 16, 2021
Mengambil Barang-Barang dari Kamar Hotel
Ada cuplikan video tentang keluarga turis mengambil barang-barang dari kamar hotel di Bali. Keluarga turis ini diberhentikan sebelum pergi dengan mobil van. Saat digeledah oleh beberapa petugas hotel, ditemukan beberapa barang hotel. Turis laki-laki menyela sambil mengatakan mereka siap membayar. Namun petugas membalas "aku tahu kau punya banyak uang, tapi ini tidak hormat" Kejadian ini sebenarnya tidak mengejutkan saya dan bahkan mengingatkan saya pada sebuah keluarga asal Semarang.
Sebuah keluarga asal Semarang terdiri dari bapak, ibu dan tiga anak laki-laki. Keluarga asal Semarang ini bukanlah keluarga kaya-raya namun gemar menginap di hotel-hotel yang berkelas di Surabaya dan Jakarta. Tak jadi masalah, siapapun berhak menentukan apa yang mereka mau. Lantas masalah ada di mana? Kembali ke cuplikan video tadi. Serupa tapi tak sama. Setiap kali menginap, mereka mengambil barang-barang dari kamar hotel. Semua handuk yang diberikan dibawa pulang. Ah, mungkin mereka tidak memiliki handuk sama sekali di rumah. Kemudian semua sarung bantal dilucuti untuk dibawa pergi. Berpikir positif saja, mungkin sarung bantal di rumah mereka sudah usang. Sprei putih dan selimut juga tak lupa diambil. Ingat, mungkin mereka kedinginan di rumah. Di kesempatan lain, mereka tidak melucuti sarung bantal lagi sebab bantal tersebut dibawa pergi. Wow, mereka benar-benar punya niat sekali.
Suatu hari mereka menginap di JW Marriot Surabaya. Di meja samping ranjang terdapat sebuah jam yang tampak anggun bercat emas. Jam itu tidak dapat dipindah sebab di dasarnya terdapat paku spiral yang menempel di meja. Heran bin ajaib, jam meja itu bisa dibawa pulang oleh keluarga Semarang ini. Si anak sulung mengatakan "jika kita menginap dan sudah membayar, maka barang-barang di hotel itu berhak kita bawa pulang" Tapi mereka juga terlalu pandai untuk membawa barang-barang yang berukuran jumbo dan berat seperti televisi atau sofa.
Setahu saya menginap di hotel berkelas itu diharuskan meninggalkan data kartu kredit si penginap. Apabila terjadi kehilangan atau kerusakan, pihak hotel berhak meminta ganti rugi dengan cara mendebit kartu si penginap. Dahulu, hotel-hotel berkelas di Surabaya tidak mengharuskan cara ini. Ini menjadi kesempatan bagi yang penginap "berkarakter" seperti mereka.
Sunday, October 25, 2020
WNI Pria Yang Dibunuh Di Luar Negeri
- Eri Hartarto Darmawan. Aksi sadis Harnoko terjadi pada 3 November 1992 silam di Los Angeles, Amerika Serikat. Pertama ia membunuh rekan bisnisnya bernama Suresh Michadini, seorang pria warga AS keturunan India. Kemudian ia membunuh temannya bernama Gina Sutan Anwar. Terakhir ia membunuh adiknya sendiri, Eri Trihartato Darmawan. Harnoko yang juga dipanggil dengan Oki dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan AS. Namun kemudian hukuman Oki dilimpahkan ke Indonesia dan kini ia menjalani hukuman penjara.
- Ilyas Setiawan : 27 Tahun. Ilyas merupakan TKI asal Trenggalek, Jawa Timur yang menjadi korban pembunuhan. Ilyas digorok hingga tewas di perkebunan kelapa sawit, Serawak, Malaysia. Pembunuh merupakan pekerja sesama dari Indonesia, tepatnya dari Lombok. Motif pembunuhan sangat sepele yaitu cekcok giliran tugas memasak di tenda pekerja.
- Jon Syah Ribut : 35 Tahun. Jon tewas dibunuh di motel Aladdin, Edmonton, Kanada pada 24 November 2013. Pelaku adalah warga Edmonton bernama Marcel Cristian Niculae yang lahir pada tahun 1991. Pada kepala waria yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial ini ditemukan hantaman benda tumpul. sebagai wanita, Jon dikenal dengan nama Rosa Ribut.
- Mayang Prasetyo : 27 Tahun. Hampir sama dengan Jon alias Rosa Ribut, Mayang merupakan waria yang berprofesi sebagai pekerja seks. Ia tewas dibunuh oleh suaminya bernama Marcus Peter Volke di Teneriffe, Quensland, Australia. Jasad Mayang kemudian dimutilasi dan dimasak. Setelahnya, Marcus justru bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri. Jasad Marcus ditemukan sekitar 100 meter dari kediamannya. Motif Marcus bunuh diri diduga karena panik perbuatannya sudah mulai diketahui polisi.
Saturday, October 10, 2020
WNI Pria Tewas Di Luar Negeri Bukan Korban Pembunuhan
- Agus Purwako : 42 Tahun. Pria asal desa Wringinrejo, Banyuwangi ini tewas setelah mengalami kecelakaan mobil yang ia kendarai di Perth, Australia Barat. Agus sempat dirawat di rumah sakit selama 8 hari namun ia menghembuskan nafas terakhir pada 9 Januari 2018. Agus meninggalkan seorang istri bernama Amin. Dari Amin, diketahui bahwa Agus baru bekerja setahun di sebuah perkebunan di Perth.
- Andryono Tanuwijaya : 26 Tahun. Andry dan kekasihnya warga Ukraina bernama Inna Lutsyk sedang berlibur di Phuket, Thailand pada Agustus 2018. Pasangan ini berenang di pantai Karon. Penjaga pantai melihat keduanya sedang bermasalah ketika berenang. Inna berhasil diselamatkan dan segera mendapat pertolongan pertama sebelum dilarikan ke rumah sakit. Namun nasib malang menimpa Andryono. Ia hilang ditelan ombak. Andry ditemukan keesokan harinya jam 10 pagi namun dalam kondisi tak lagi bernyawa.
- Bambang Sugiri : 64 Tahun. Tak ada yang tahu kapan dan di mana maut itu menjemput kita. Seorang pilot bukan tewas akibat kecelakaan pesawat. Pun seorang pembalap kenamaan dari Jepang seperti Norie Abe bukan tewas pada saat balapan. Bambang merupakan pilot senior Lion Air yang tewas ditabrak mobil di Madinah, Arab Saudi pada 21 Juli 2018. Jenazah sang pilot tidak dibawa pulang ke Indonesia melainkan dimakamkan di Madinah.
- Burhan Samin : 79 Tahun. Seorang dokter sekaligus dosen asal Medan tewas tertimpa sebuah mobil saat sedang menunggu lift untuk naik feri menuju Napoli-Palermo, Italia pada 17 Juni 2018. Mobil tersebut jatuh dari lantai 2 di kapal. Sementara korban luka parah adalah ibu mertua dari rekan korban. Semasa hidup, dr Burhan dikenal baik hati. Semoga kebaikan itu menempatkan beliau di tempat indah yang penuh kebahagiaan.
- Burhanudin dan Sumartin. Bermula dari bis sewaan yang menampung 40 penumpang asal Indonesia pada Januari 2016. Mereka berangkat dari pasar seni Kuala Lumpur hendak menuju pelabuhan Bagan Datoh Perak. Namun di tengah perjalanan bis mengalami kecelakaan hingga menewaskan dua orang penumpang yaitu Burhanudin asal Medan dan Sumartin.
- Dede Fredy : 36 Tahun. Pria berprofesi sebagai pengantar makanan Uber Eats ini meninggal tiga hari setelah mengalami kecelakaan, tepatnya pada 27 September 2020. Ia bertabrakan dengan mobil di Sydney. Dede meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang tinggal di Indonesia.
- Erik Samadikun Hartono : 20 Tahun. Ia merupakan putra bungsu pengusaha konglomerat Indonesia yang salah satunya bergerak di bidang cuci cetak. Saat itu Erik sedang menempuh studi di California State University di bidang komputer. Ia menjadi salah satu korban tewas akibat pembajakan pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan 175 dari Boston, Massachuttes menuju ke Los Angeles, California. Tujuan Erik di Boston adalah untuk menemui sang kekasih hati. Pertemuan itu menjadi terakhir kali bagi mereka sebab Erik kemudian meninggal dunia. Jasad Erik tak pernah ditemukan sebab telah melebur menjadi satu dengan bumi dan langit.
- Syahrie Anggara. Syahrie, mahasiswa yang sedang menempuh studi di Leicester, Inggris ini tewas di Torino, Italia pada 22 September 2017. Disebutkan Syahrie tewas setelah terkena hipotermia saat sedang mendaki gunung Mont Blanc pada 15 September 2017. Di atas gunung, kondisi Syahrie sempat kritis dan dibawa ke rumah sakit menggunakan helikopter. Setelah seminggu dirawat, Syahrie menghembuskan nafas terakhirnya.
- Uken Bremani (29), Yayan Royani (38) dan Sri Dewi Mursi Alumni (48). Ketiganya menjadi korban tewas kecelakaan mobil di Hancock County, Mississippi, Amerika Serikat pada 2 Mei 2016. Mobil sedan putih yang dikendarai Uken mengalami selip ban dan ditabrak truk tronton beroda 18. Meski kantung udara tampak mengembang, namun kondisi mobil hancur. Selain tiga korban tewas, terdapat satu orang kritis yang bernama Ilham Ronas. Seorang lagi mengalami patah di kedua kaki bernama Triatmojo. Polisi menyebut bahwa Uken memiliki surat ijin mengemudi keluaran Washington.
- Wartono. Wartono merupakan TKI asal Cirebon yang bekerja resmi sebagai ABK di kapal ikan milik perusahaan Taiwan. Kapal tempat Wartono bekerja tertimpa jembatan. Jembatan tersebut ambrol pada 1 Oktober 2019 pukul 9:30 pagi waktu setempat. Sementara empat TKI lain mengalami luka-luka.
- Widodo. Saat berwisata di gunung Shangrilla, Cina Selatan pada 29 Juni 2017, Widodo meninggal dunia. Gunung Shangrilla memiliki ketinggian 3160 meter di atas permukaan laut. Selain memiliki riwayat penyakit jantung, kondisi gunung juga memiliki kadar oksigen yang tipis. Hal ini diduga pemicu Widodo meninggal.
- Widyo Utomo : 38 Tahun. Widyo adalah teknisi mesin pesawat Dana Air yang mengalami kecelakaan nahas di Nigeria pada 3 Juni 2012. Selain Widyo, ada 152 penumpang beserta awak pesawat lain yang turut menjadi korban tewas. Pesawat tersebut menabrak sebuah gedung berlantai 2 di Lagos, Nigeria. Semasa hidup, Widyo sudah 12 tahun menjadi teknisi namun baru setahun bekerja di Dana Air. Widyo meninggalkan seorang istri dan 2 orang anak.
Monday, August 31, 2020
Warga Indonesia Yang Bermasalah Hukum di Luar Negeri
- Ali Darman Agustri. Ali lahir di Padang tepat pada hari kemerdekaan RI yang ke-26 tahun. Ia tiba di Kairo Mesir pada 7 September 1994 untuk kuliah. Ia sempat bekerja sebagai staf honorer di kedubes Indonesia periode 2002-2004 dan kemudian membuka usaha rumah makan. Ia didakwa membunuh satu keluarga Malaysia yang terdiri dari pasangan suami istri dan dua anak mereka pada 15 Oktober 2004. Dari hasil autopsi ditemukan beberapa luka tusukan pada jasad suami istri. Sementara kedua anak mereka tewas akibat terbakar. Ali memang kemudian membakar rumah mereka untuk menghilangkan jejak. Ali ditangkap dalam kondisi tangan terluka akibat sabetan senjata tajam. Diduga korban laki-laki membela diri namun tak berhasil. Ali dijatuhi hukuman mati.
- Azura Luna Mangunhardjono. Bermula dari wanita Amerika Serikat bernama Sophie yang mengaku sudah membayar US$86.000 untuk membeli beberapa tas yang dijual Azura. Ternyata dua di antara tas tersebut palsu. Azura sempat ditangkap di Los Angeles namun kemudian dibebaskan dengan bantuan dua orang pengacara. Itu titik awal nama wanita kelahiran 27 Oktober 1978 ini dikenal. Ternyata ia juga sudah dikenal oleh seorang pengusaha papan atas. Nama aslinya adalah Enjang Widhi Palupi. Melihat aslinya, ia tampak jauh lebih tua dari usia sebenarnya.
- Darsem. Beberapa tahun sebelum kasus TKW beruntung Etty, terdapat kasus Darsem. Darsem didakwa membunuh majikan prianya pada 2007 silam. Saat nyawanya sudah di ujung tanduk, masyarakat Indonesia menggalang dana untuk membebaskan Darsem. Masyarakat sudah kecolongan atas kasus Ruyati dan tak ingin terulang pada Darsem. Namun pemerintah membayarkan uang darah keluarga korban sebesar Rp 4,7 milyar. Uang galangan masyarakat sebesar Rp 1,2 milyar tak terpakai dan diserahkan kepada Darsem secara tunai.
- Daryanti. Ia mulai bekerja sejak 13 April 2016 di rumah tiga lantai yang berisi sepasang suami istri, dua anak, satu menantu dan dua cucu. Ia kemudian merencanakan pembunuhan berikut pencurian uang dan paspor. Alasannya sepele, Daryanti ingin pulang ke Indonesia. Daryanti menusuk majikan wanita sebanyak 98 kali, sebagian besar berada di kepala dan leher.
- Dewi Nurqolbiati. Bermula dari majikan pria pulang bekerja dan menaruh ransel yang ternyata berisi uang SGD 3.700. Mengetahui sang majikan terlelap, Dewi beraksi mencuri uang tunai tersebut dan juga paspor miliknya. Aksi selanjutnya, ia hendak kabur ke Indonesia menggunakan kapal feri. Namun belum sampai tujuan, ia sudah ditangkap. TKW kelahiran tahun 1997 ini dihukum empat minggu penjara pada April 2020.
- Dewi Sukowati. Dewi didakwa membunuh majikan wanita di Singapura pada 19 Maret 2014. Saat itu wanita kelahiran tahun 1996 ini baru enam hari bekerja. Dewi berkilah merasa kesal dipukul nampan dan diancam akan dikurangi gajinya. Entah apa yang telah diperbuat Dewi sehingga sang majikan berlaku demikian. Dewi dijatuhi hukuman 18 tahun penjara.
- Diana. TKW Diana yang bekerja di Singapura terbukti mencampur makanan untuk sang majikan dengan darah haid dan air seninya. Alasan Diana berbau mistis yaitu agar ia tidak dimarahi sang majikan jika pekerjaannya tidak beres. Selain itu, ia juga mencuri uang sang majikan sejumlah SGD $17.200. Uang itu tidak dicuri sekaligus melainkan dalam beberapa kesempatan dari tahun 2018 hingga 2019. Akibatnya ia dihukum penjara 6 bulan 7 minggu pada Januari 2020.
- Eti Maryati. Mendapatkan kesempatan bisa bekerja di luar negeri seharusnya dimanfaatkan dengan positif. Namun Eti justru sebaliknya, ia mencuri uang dan perhiasan sang majikan SGD$7000 selama setahun sebelum sang majikan wafat. Perhiasan curian itu kemudian digadaikan. Eti mulai bekerja pada sang majikan yang sudah renta itu sejak tahun 2015. Pada 9 Oktober 2018 Eti mulai mencuri namun ketahuan oleh anak laki-laki sang majikan. Demi kebaikan, mereka memberi Eti kesempatan. Sayang kesempatan itu tidak dipergunakan baik oleh Eti. Eti dihukum [enjara namun anak bekas majikannya justru harus mengeluarkan uang demi menebus beberapa perhiasan peninggalan sang ibu.
- Etty Thoyib. Hanya segelintir TKW atau TKI yang memiliki nasib beruntung seperti Etty. Ia dipenjara selama 18 tahun sambil menunggu eksekusi mati di Arab Saudi. Ia didakwa meracuni majikan prianya hingga tewas pada 2001 silam. Padahal saat itu ia baru bekerja selama 1,5 bulan. Atas upaya keras pemerintah Indonesia dengan membayar uang darah Rp 15,5 milyar, Etty akhirnya bisa lolos. Ia telah pulang ke Indonesia sejak Juli 2020.
- Harnoko Dewantoro. Aksi sadis Harnoko terjadi pada 3 November 1992 silam di Los Angeles, Amerika Serikat. Pertama ia membunuh rekan bisnisnya bernama Suresh Michadini, seorang pria warga AS keturunan India. Kemudian ia membunuh temannya bernama Gina Sutan Anwar. Terakhir ia membunuh adiknya sendiri, Eri Trihartato Darmawan. Harnoko yang juga dipanggil dengan Oki dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan AS. Namun kemudian hukuman Oki dilimpahkan ke Indonesia dan kini ia menjalani hukuman penjara.
- Jonathan Sihotang. TKI asal Pematang Siantar Jonathan merupakan pekerja di pabrik pengawetan daging di Penang, Malaysia. Ia diduga membunuh majikannya karena upah yang tak kunjung dibayarkan sesuai perjanjian pada 19 Desember 2018. Saat diminta, sang majikan diduga mencaci maki dan melempar sejumlah uang ke wajah Jonathan. Diduga dalam jumlah yang jauh di bawah seharusnya. Emosi pelaku tak tertahankan lagi, ia refleks mengambil parang daging di dekatnya dan terjadi pembunuhan.
- Karni. Eksekusi Karni hanya dua hari setelah eksekusi TKI Siti Zaenab, tepatnya pada 16 April 2015. TKW asal Brebes, Jawa Tengah ini didakwa membunuh anak majikannya yang berusia 4 tahun pada 26 September 2012. Pisau yang dipakai untuk beraksi ditemukan di samping jasad si anak malang itu.
- Ketut Pujayasa. Ini contoh pekerja yang tidak memiliki kendali emosi yang berkualitas. ABK Holland American Lines asal Buleleng Bali ini didakwa menganiaya, memperkosa dan hendak membunuh seorang turis wanita pada hari Valentine 2014 silam. Ia beralasan bahwa turis wanita itu mengumpat kepada dirinya dari dalam kamar setelah berulang kali diketuk tidak kunjung dibuka. Ia merasa tersinggung dan berniat membalas. Aksinya telah direncanakan, sebab ia masuk ke kamar korban memakai kunci cadangan. Pria kelahiran tahun 1986 ini menunggu korban kembali ke kamar hingga ia ketiduran. Kini ia mendekam di penjara Boward County, Florida.
- Khasanah. Setelah diduga membunuh kedua majikan di Singapura pada Rabu, 21 Juni 2017, Khasanah melarikan diri kembali ke Indonesia. Enam hari kemudian ia ditangkap di sebuah penginapan di Jambi. Mendiang majikan Khasanah adalah pasangan suami istri lanjut usia. Diduga motif pembunuhan ingin menguasai harta korban. Kepolisian Indonesia tidak menyerahkan Khasanah ke Singapura sebab ia ditangkap di wilayah Indonesia.
- Masriki. TKI Hong Kong Masriki didakwa mencuri 5.500 masker di distrik Causeway Bay dan kemudian menjualnya. Ia dijatuhi hukuman penjara selama empat minggu pada 17 Februari 2020. Ia juga diperintah oleh pengadilan untuk mengembalikan uang hasil jualan sebesar HK $12.000.
- Minah. TKW kelahiran tahun 1980 ini didakwa membunuh majikannya yang telah lanjut usia. Aksi itu dilakukan pada 13 Februari 2017 saat suami korban tak ada di rumah. Jasad sang majikan wanita itu terkapar dengan pisau tertancap di leher. Saksi mata menyebut bahwa Minah adalah satu-satunya orang yang berada di rumah majikan saat peristiwa terjadi.
- Muhammad Zaini Misrin. Selama di Arab Saudi, Misrin bekerja sebagai sopir pribadi. Ia terhitung bekerja pada majikan yang sama selama dua kali, yaitu dari tahun 1992 dan 1996. Di tengah waktu itu, Misrin pulang ke Indonesia. Kemudian ia didakwa membunuh sang majikan dan ditahan sejak tahun 2004. Pada 2008 pengadilan menjatuhi hukuman mati. Misrin dieksekusi pada 19 Maret 2018.
- Reynhard Sinaga. Bernama lengkap Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga, pria berkacamata ini lahir di Jambi pada 19 Februari 1983. Reynhard berada di Inggris untuk mengambil ilmu S-3 jurusan geografi manusia pada Agustus 2012. Dana yang ia peroleh adalah dari ayahnya yang berprofesi sebagai seorang bankir. Di Inggris, Reynhard hidup terbuka sebagai seorang gay. Ia didakwa melakukan 136 pemerkosaan di Manchester, Inggris dari 2015 hingga 2017. Sebelum beraksi, ia diduga membius korbannya terlebih dahulu. Ini diduga dari suara dengkuran korban di video. Ia dihukum minimal 30 tahun penjara.
- Rudi Kurniawan. Buah jatuh takkan jauh dari pohonnya. Apakah itu mirip dengan kasus pria kelahiran Jakarta 10 Oktober 1976 ini? Ia adalah keponakan dari dua buronan kasus korupsi Indonesia yang bernama Eddy Tansil dan Hendra Rahardja (mendiang). Rudy dihukum 10 tahun penjara akibat pemalsuan minuman wine dan penipuan lewat surat-menyurat di Amerika Serikat. Kisahnya diulas di film dokumenter berjudul Sour Grapes produksi tahun 2016. Diperkirakan Rudy akan bebas paling cepat tanggal 9 Januari 2021. Setelah bebas, dipastikan ia akan dideportasi ke Indonesia sebab ia disebut telah tinggal di Amerika Serikat secara illegal sejak tahun 2003 silam.
- Ruyati. Anak perempuan korban pernah diundang Karni Ilyas di acara Indonesia Lawyer Club. Ia sangat emosional mengisahkan nasib sang ibunda yang harus dipancung pada 18 Juni 2011. Mendiang TKW asal Bekasi, Jawa Barat itu didakwa membunuh majikannya pada 12 Januari 2010.
- Satinah. Menkumham Amir Syamsuddin mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tak ingin kasus TKW Darsem terulang. Pemerintah memang punya kewajiban melindungi warganya namun jika melanggar hukum, mereka juga harus bertanggung jawab. TKW asal Semarang ini didakwa membunuh dan mengambil harta majikannya pada 7 Juni 2007. Ia dijatuhi hukuman mati namun bisa lolos asal membayar uang darah sebesar Rp 21 Milyar. Satinah pun bisa pulang ke Indonesia.
- Siti Aisyah. Bersama seorang wanita asal Vietnam, Siti bersalah membunuh Kim Jong Nam dengan menggunakan racun yang ditaruh di sebuah sapu tangan. Mereka beraksi sangat cepat di bandara internasional Kuala Lumpur Malaysia pada 2017. Jong Nam yang mulai sempoyongan berjalan ke klinik untuk meminta pertolongan namun tewas tak lama kemudian. Namun dari pengakuannya, Siti Aisyah tak tahu bahwa yang dibawanya adalah racun. Ia diimingi uang Rp 1,4 juta. Pemerintah Indonesia berhasil membebaskan Siti dan membawa pulang ke Indonesia.
- Siti Aisyah Riyadi Putri. Ia merupakan TKW Singapura kelahiran tahun 1994 ini. Ia mencuri angpau milik majikannya sebesar SGD $800 saat hari raya imlek 2020. Siti diketahui baru bekerja sejak 2019. Siti beralasan bahwa ia membutuhkan uang untuk ayahnya yang akan dioperasi. Ia dijatuhi hukuman tiga minggu penjara.
- Siti Naisyah. Satu lagi TKW yang diduga telah membunuh majikannya yang telah berusia senja. Jasad korban ditemukan secara mengenaskan di rumahnya di Pasir Putih, Perak, Kuala Lumpur, Malaysia pada 19 Juni 2020. Kepalanya telah terpisah dari tubuhnya di kamar mandi. Namun Siti malah kabur. Kepergian Siti disaksikan oleh salah satu tetangga korban namun saat itu ia tak mengira bahwa Siti telah membunuh. Sebelumnya saksi juga telah mendengar keributan antara Siti dengan majikannya. Saksi kemudian menelepon anak korban untuk datang memeriksa kondisi ibunya.
- Siti Nur Sopiyati. Siti bekerja pada majikan wanita di Singapura yang berprofesi sebagai pengusaha dari 2013 hingga 2016. Selama itu ia menyelam sambil minum air, bekerja sambil mencuri. Barang-barang curian Siti bernilai fantastis. Antara lain jam tangan Chopard $35.000, tas Celine senilai SGD $7000 dan sebuah dompet Hermes senilai SGD $10.000. Semuanya dikirim ke Indonesia melalui bantuan teman Siti. Semula Siti mengira aksinya itu tidak ketahuan sebab ia sudah keluar dan bekerja pada majikan baru. Hingga adik kandung eks majikan memberitahu perihal postingan Siti di instagram. Ternyata Siti juga mencuri cincin berlian senilai SGD $1800 dan sebuah kaos senilai SGD$150. Akibatnya ia dihukum 12 bulan penjara pada Agustus 2017.
- Siti Zaenab. Ia didakwa telah membunuh istri majikannya pada tahun 1999. Dua tahun kemudian, ia dijatuhi hukuman mati. Hukuman mati itu bisa dibatalkan sambil menunggu anak bungsu korban mencapai usia dewasa. Namun ternyata anak bungsu korban menolak mengampuni Siti. Siti dieksekusi mati pada 14 April 2015 di usia 47 tahun.
- Tuti Tursilawati. Tuti didakwa membunuh majikan laki-lakinya pada 2010 silam. Kala itu Tuti baru setahun bekerja pada korban. Ia beralasan bahwa sang majikan hendak memperkosa dirinya sehingga ia membela diri. Eksekusi Tuti tetap dilaksanakan pada 29 Oktober 2018. Presiden Jokowi kemudian menelepon menteri luar negeri Arab Saudi untuk memprotes perihal eksekusi yang dilangsungkan tanpa pemberitahuan resmi ke Indonesia.
- Yanti Irianti. Saat masih di penjara, Yanti telah beberapa kali menghubungi suaminya di Indonesia. Namun sang suami beralasan Yanti tidak menceritakan kasus hukum yang menimpanya. TKI asal Cianjur itu didakwa membunuh majikan wanita uzur yang duduk di kursi roda. Tak hanya itu, Yanti kemudian terbukti merampok harta si nenek. Yanti telah dieksekusi pada 11 Januari 2008 dengan cara ditembak tiga kali. Jasad Yanti dikubur di Mahail, Arab Saudi. Ia meninggalkan lima orang anak.
- Yuyun Triyuliarti. Pada 1 Oktober 2004, TKW kelahiran tahun 1980 ini terbukti menyusup ke kamar rumah sakit Queen Mary, tempat artis Lydia Shum (wafat pada tahun 2008) dirawat. Ia berupaya mengambil gambar Lydia namun gagal. Dari pemeriksaan, diketahui bahwa Yuyun merupakan asisten rumah tangga salah satu pekerja di majalah East Week, Hong Kong. Yuyun dihukum empat minggu penjara.
- Zainul Watoni. Pria asal Lombok NTB Zainul terancam dihukum mati atas dugaan pembunuhan yang terjadi pada 4 November 2018. Ia didakwa membunuh seorang laki-laki dengan cara ditusuk berulang kali di Johor Bahru, Malaysia. Zainul juga terbukti masuk dan bekerja di Malaysia tanpa dokumen resmi.
Tuesday, August 4, 2020
Mengenang Pernikahan Kerajaan Eropa Yang Berlangsung Bahagia
- Pernikahan Baudouin, Raja Belgia dan Ratu Fabiola. Kala menikah dengan Fabiola pada 15 Desember 1960, Baudouin sudah sepuluh tahun menjadi raja menggantikan sang ayah yang diminta turun tahta. Wanita yang dipersunting sang raja bukanlah dari keluarga kerajaan ataupun bangsawan. Fabiola bekerja sebagai seorang perawat di Spanyol. Selain itu, usianya hampir tiga tahun di atas Baudouin. Namun Baudouin merasa mantap dengan pilihannya dan tidak ada tentangan dari pihak lain. Selama menikah, Fabiola hamil sebanyak lima kali namun semuanya berakhir dengan keguguran. Apapun yang terjadi, cinta Baudouin tak pernah pudar. Tatapan matanya kepada sang istri tetap sarat kasih. Pelukan tangan Baudouin ke Fabiola tetap kokoh. Mereka sangat dekat dengan keponakan Baudouin yaitu pangeran (kini raja) Philippe. Sayang, Baudouin wafat di usia 62 akibat gagal jantung setelah menjalani operasi. Fabiola hidup selama dua dekade dan wafat pada tahun 2014.
- Pernikahan Carl, Pangeran Swedia, Adipati Vastergotland dan Ingeborg, Putri Denmark. Carl lahir pada 27 Februari 1861 sebagai anak ketiga dari empat bersaudara. Pernikahan Carl dengan Ingeborg terjadi karena perjodohan yang diatur oleh ayah mereka masing-masing yaitu raja Oscar dari Swedia dan raja Frederick VIII dari Denmark. Meski secara geografis kedua negara ini berdekatan dan mereka adalah anggota kerajaan Eropa, namun Carl tidak pernah bertemu dengan Ingeborg sebelum menikah. Pernikahan Carl dan Ingeborg digelar di Copenhagen, Denmark pada pertengahan 1897. Secara usia, Carl lebih tua tujuh belas tahun dari Ingeborg. Secara fisik, Carl bertinggi badan lebih dari dua meter. Meski banyak perbedaan, namun pernikahan Carl dan Ingeborg berlangsung sangat bahagia hingga lebih dari 50 tahun. Mereka dikaruniai empat orang anak yaitu Margaretha, Martha, Astrid dan Carl. Keempat anak mereka diasuh dalam kehidupan yang hangat dan kompak sehingga mereka dijuluki keluarga bahagia. Margaretha menikah dengan pangeran Denmark bernama Axel. Martha menikah dengan pewaris tunggal kerajaan Norwegia, pangeran Olav. Astrid menikah dengan pewaris kerajaan Belgia, Leopold. Saat Astrid baru setahun menjadi ratu Belgia, ia tewas dalam kecelakaan mobil tunggal. Sementara Carl menikah dengan wanita dari kalangan non kerajaan sehingga ia mendapat nama Carl Bernadotte. Pada 24 Oktober 1951, Carl wafat di usia 90 tahun. Tujuh tahun kemudian, Ingeborg wafat di usia 79 tahun.
- Pernikahan Christian IX, Raja Denmark dengan Louisa, Ratu Denmark. Christian terlahir sebagai seorang pangeran Schleswig-Holstein-Sonderburg-Glucksburg pada April 1818. Saat ratu Victoria dinobatkan menjadi ratu Inggris pada tahun 1837, pangeran Christian hadir mengenakan pakaian baru dengan harapan agar sang ratu tertarik pada dirinya. Namun itu tidak terjadi. Christian berjodoh dengan Louisa, Putri Hesse-Kassel. Usia Christian tujuh bulan lebih muda dari Louisa. Keduanya menikah pada 26 Mei 1842. Setahun setelah pernikahan, pasangan ini dikaruniai seorang putra bernama Frederick. Kemudian disusul oleh lahirnya Alexandra pada tahun 1844, William pada tahun 1845, Dagmar pada 1846, Thyra pada 1853 dan Valdemar pada 1859. Apabila Christian disebut kurang cerdas, maka Louisa menutupi kekurangan sang suami. Mereka hidup serba pas-pasan. Louisa mengajarkan ketiga anak perempuan mereka untuk menjahit baju sendiri. Tak lama setelah pernikahan putri Alexandra pada Maret 1863, Louisa mendapat tahta kerajaan Denmark namun ia berikan kepada sang suami. Dari pernikahan enam anak mereka, empat di antaranya hidup di luar Denmark. Alexandra tinggal di Inggris, William tinggal di Yunani, Dagmar tinggal di Russia dan Thyra tinggal di Austria. Maka setiap tahun pasangan ini mengadakan reuni. Selama reuni, Christian melarang setiap orang membahas politik. Setelah menikah harmonis selama lebih dari 50 tahun, Louisa wafat pada tahun 1898 di usia 81 tahun. Christian wafat pada tahun 1906 di usia 87 tahun. Christian dijuluki sebagai Bapak Mertua Eropa sebab keturunan Christian kini berada di beberapa kerajaan Eropa. Sebut saja raja Philippe dari Belgia, raja Harald dari Norwegia, adipati agung Henri dari Luksemburg, ratu Elizabeth II dari Inggris dan ratu Margaret dari Denmark.
- Pernikahan Edward dan Wallis Simpson. Sebelum Edward menjadi raja sepeninggal ayahnya pada Januari 1936, Edward sudah menjalin kasih dengan Wallis. Namun keinginannya untuk menikahi Wallis ditentang oleh pemerintah sebab Wallis berstatus janda cerai dua kali. Maka setelah sebelas bulan menjadi raja Edward VIII, ia melepaskan tahta demi bisa menikah dengan Wallis, wanita yang pertama dan terakhir ia cintai. Edward tidak sempat menjalani upacara penobatan raja.Tahta Edward diserahkan "paksa" kepada adiknya, Albert yang kemudian menjadi raja George VI. Edward dan Wallis menikah di rumah salah satu teman di Perancis pada tahun 1937, tanpa dihadiri oleh satupun anggota kerajaan. Edward dan Wallis memilih Paris sebagai tempat tinggal. Edward sempat meminta restu sang ibunda, ibu ratu Mary, untuk menerima Wallis. Namun ibu ratu Mary menolak, menyebut Wallis sebagai wanita liar.
- Pernikahan Ernest Augustus, Adipati Cumberland Ke-3 dan Thyra Putri Denmark. "Hidungnya pesek, wajahnya rata tapi dia menyenangkan" Begitu komentar Thyra saat bertemu Ernest di Sandringham, Inggris. Ibunda Thyra bersama putri Alexandra mengajak Thyra bertemu Ernest. Ernest mencium tangan Thyra beberapa kali. Melihat tanda cinta bersemi, ibunda Thyra melamar Ernest untuk sang putri. Ernest dan Thyra menikah pada tahun 1878. Ernest adalah cicit raja Inggris George III, sementara Thyra adalah putri dari raja Denmark Christian IX. Ernest dan Thyra dikaruniai enam orang anak yaitu tiga laki-laki dan tiga perempuan. Pada awal kehamilan pertama, Thyra seolah mendengar suara anak kecil. Thyra kemudian dirawat di klinik selama enam bulan. Sementara Ernest memiliki kebiasaan aneh yaitu suka memakai baju bekas pembantu yang sudah lama. Jika kebiasan itu tidak dilakukan, ia bisa menangis seperti anak kecil sehingga harus ditenangkan oleh Thyra. Dua hal yang aneh bersatu justru membawa kebahagiaan bagi kehidupan pernikahan mereka.
- Pernikahan George I, Raja Yunani dan Ratu Olga. Ia dilahirkan dengan nama William sebagai anak ketiga dari enam bersaudara. Pribadi William sangat menyenangkan sebab ia penuh humor dan selalu bersemangat. Saat pernikahan kakak William yaitu putri Alexandra di Inggris pada Maret 1863, pemerintah Inggris terpikat dengan sosok William. Usia William kala itu baru 17 tahun namun ia ditunjuk menjadi raja Yunani dengan nama George I. Setelahnya, George mencari istri di negara Russia. Ia berpendapat bahwa kerajaannya membutuhkan kerajaan besar seperti Russia. Ia tertarik pada satu calon yaitu adipatni agung Olga yang kala itu masih berusia 15 tahun. Setahun kemudian, keduanya menikah pada 27 Oktober 1867 di Santo Petersburg, Russia. Mereka dikaruniai total delapan anak yaitu Konstantin, George, Alexandra, Nicholas, Maria, Olga, Andrew dan Christopher. Andrew merupakan ayah dari pangeran Philip, Adipati Edinburgh dan juga ayah mertua dari ratu Inggris Elizabeth II. Pada 18 Maret 1913, George tewas setelah ditembak oleh pria yang belakangan diketahui mengalami gangguan jiwa. Saat Olga diberitahu oleh pegawai istana, ia langsung berdiri sambil berujar dalam bahasa Russia dan kemudian muntah. Olga wafat pada tahun 1926 di usia 74 tahun.
- Pernikahan Haakon VII, Raja Norwegia dan Ratu Maud. Haakon terlahir sebagai Carl, anak kedua pasangan pangeran Frederick dan putri Louise. Maud adalah putri bungsu dari pasangan pangeran Edward dan putri Alexandra. Maka Carl dan Maud adalah saudara sepupu yang kemudian menjadi suami istri. Mereka menikah di istana Buckingham Inggris pada 22 Juli 1896 dan disaksikan oleh ratu Victoria. Enam tahun setelah menikah, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Alexander. Pada tahun 1905, Carl menerima tawaran menjadi raja Norwegia. Ia mengganti namanya menjadi raja Haakon VII dan sang putra berganti nama menjadi Olaf. Olaf menikah dengan putri Martha dari Swedia pada tahun 1929. Saat sedang berada di Inggris pada Oktober 1938, Maud jatuh sakit. Sebulan kemudian, Haakon datang untuk menemani Maud yang akan menjalani operasi. Namun setelah operasi, Maud wafat akibat gagal jantung tepat 13 tahun di hari wafatnya ibunda Maud. Hampir dua dekade, Haakon menjadi duda tanpa pernah menikah lagi hingga wafat pada tahun 1957. Putra semata wayang mereka menjadi raja Olav.
- Pernikahan Henry VII, Raja Inggris dan Ratu Elizabeth. Henry menjadi raja pada 22 Agustus 1485 setelah ia mengalahkan raja Richard dalam sebuah pertarungan. Pada 18 Januari 1486, Henry menikah dengan Elizabeth yang akrab disapa Lizzy. Lizzy berasal dari keluarga kerajaan. Ayah, paman dan saudara laki-laki Lizzy menjadi raja Inggris. Lizzy memiliki kepribadian yang lembut, baik dan murah hati. Ia tak begitu mencampuri urusan politik sang suami. Pernikahan Henry dan Lizzy dikaruniai delapan anak yaitu Arthur, Margaret, Henry, Elizabeth, Mary, Edward, Edmund dan Katherine. Anak mereka Henry meneruskan menjadi raja Henry VIII. Setahun sepeninggal anak mereka Arthur pada 1501, Lizzy kembali hamil. Namun beberapa hari setelah melahirkan, Lizzy meninggal dunia di usia 37 tahun. Kepergian Lizzy benar-benar menghancurkan kondisi psikis Henry. Ia hanya mengurung diri dan hanya sudi ditemui oleh ibunya, Margaret. Saat ditawarkan calon istri, Henry memberi kriteria yang semuanya ada pada mendiang Lizzy. Namun Henry tidak pernah menikah lagi hingga ia wafat pada tahun 1509 akibat tuberkulosis.
- Pernikahan Leopold III, Raja Belgia dan Ratu Astrid. Leopold lahir sebagai pewaris tahta kerajaan Belgia. Sementara Astrid terlahir sebagai putri Swedia. Pernikahan mereka dilangsungkan di Stockholm, Swedia pada 4 November 1926. Ayah Leopold yaitu raja Albert I yakin bahwa Astrid akan membawa kebahagiaan bagi sang putra. Sementara ibu Leopold yaitu Elisabeth ingin masyarakat mengetahui bahwa pernikahan mereka berdasarkan cinta. Leopold dan Astrid dikaruniai tiga orang anak yaitu Josephine, Baudouin dan Albert. Pada tahun 1934, ayah Leopold tewas saat mendaki gunung akibat tertimpa batu. Leopold meneruskan tahta menjadi raja Leopold dan ratu Astrid. Namun setahun kemudian, Astrid tewas akibat kecelakaan. Mobil yang dikendarai Leopold lepas kendali sehingga Astrid terlempar keluar dari mobil. Kepala Astrid membentur batang pohon hingga tewas di tempat sementara Leopold terluka ringan. Mobil mereka terguling ke danau. Didampingi ayah Astrid, Leopold berjalan di belakang peti jenazah. Beberapa tahun kemudian, Leopold menikah lagi dan dikaruniai tiga orang anak. Leopold wafat pada tahun 1980.

- Pernikahan Olaf, Raja Norwegia dengan Martha, Putri Swedia. Olaf menikahi Martha pada tahun 1929. Mereka dikaruniai tiga orang anak yaitu dua putri dan satu putra. putra mereka akan menjadi raja Harald pada tahun 1991. Pada tahun 1935, adik kesayangan Martha yaitu Astrid wafat setelah mengalami kecelakaan mobil tunggal di Belgia. Olaf menyebut bahwa Martha tidak pernah berhenti bersedih hingga wafat akibat kanker pada tahun 1954. Sama halnya ayah Olaf, Olaf menjadi duda di usia relatif muda. Mereka tidak lagi pernah menikah,
- Pernikahan Oscar Bernadotte, Pangeran Swedia dan Ebba Munck Fulkilla. Oscar memang bukan terlahir sebagai pewaris tahta kerajaan, namun keputusan dirinya untuk menikahi pelayan kakak iparnya tetap mengguncang kerajaan. Kerajaan dahulu kala tidak memperbolehkan anggotanya menikahi orang dari kalangan bukan kerajaan. Oleh karena ia bersikeras, maka pernikahan pun tetap berjalan dengan satu aturan yaitu dua adik Oscar tidak boleh mengikuti jejaknya. Memang berikutnya adik Oscar yaitu Carl menikahi putri Ingeborg sementara adik bungsunya, Eugen tidak menikah. Di sisi lain, masyarakat Swedia mendukung penyatuan cinta mereka. Masyarakat berpendapat bahwa pernikahan ini menjembatani antara anggota kerajaan dengan rakyat biasa. Eugen dan Ebba menikah pada 15 Maret 1888 di gereja Santo Stephen di Inggris. Ebba yang sangat relijius banyak mempengaruhi sang suami. Mereka banyak berkiprah di kegiatan sosial Kristen. Pernikahan mereka dikaruniai lima orang anak. Ebba wafat pada tahun 1946 di usia 87 tahun. Oscar wafat pada tahun 1953 di usia 93 tahun.