Elisabeth, lahir pada 3 Mei 1764 sebagai anak terakhir dari delapan bersaudara. Hidup Elisabeth ditakdirkan dikelilingi oleh orang-orang penting berkuasa. Setelah meninggal, jasadnya di antara rakyat jelata yang tak pernah persis ditemukan dan dimakamkan secara layak.
Seperti yang tertera di judul, ia adalah adik kandung dari 3 raja Perancis, yaitu Raja Louis XVI, XVIII, dan Charles X. Juga adik dari permaisuri Sardinia, Clotilde. Bibi dari raja Louis XVII yang tidak pernah resmi bertahta dan wafat di usia 10 tahun. Ia juga cucu dari raja Louis XV.
Saat terjadi revolusi Perancis, Elisabeth selalu berada dekat dengan sang kakak, raja Louis XVI bersama kakak ipar Marie Antoinette berikut anak-anak dan juga pegawai2 setia. Meski ia anak paling kecil, justru pikirannya yang paling dewasa. Berbeda dengan Marie Antoinette, Elisabeth memiliki reputasi yang bagus di mata warga.
Setelah penyerbuan para wanita ke Versailles pada Oktober 1789, Elisabeth menemani sang kakak bersama keluarganya menuju ke Paris dan menjadi tahanan di istana Tuileries. Pada Juni 1791, ia juga menemani sang kakak, Marie Antoinette, Marie Therese dan Charles kecil bersama pengasuhnya menuju ke Montmeidy. Di Montmeidy itu, sebenarnya sang kakak ingin mengadakan kontra revolusi karena di kota itu masih banyak pendukung kerajaan. Namun pelarian ini gagal, dan terhenti di Varennes.
Beberapa bulan kemudian, mereka pindah ke penjara Temple. Namun sang kakak tidak akan lama di sini karena ia dipenggal pada 21 Januari 1793. Pada Juni 1793, sang keponakan yaitu Louis Charles kecil dipisah secara paksa dan ditinggalkan bersama pria pembuat sepatu. Pada Agustus 1793, Marie Antoinette dipindah ke Conciergerie. Maka hanya bersisa Elisabeth dan keponakan Marie Therese berada di satu ruangan di penjara Temple.
Sebelum adanya "Plot Anyelir/Carnation Plot", Elisabeth bisa mendapatkan berita mengenai Marie Antoinette melalui pegawai setia sang kakak, yaitu bapak Hue. Bapak Hue berhubungan baik dgn Nyonya Richard. Setelah terjadi Plot Anyelir, Nyonya Richard dan suaminya dipenjara di tempat lain. Marie Antoinette menemui ajal pada 16 Oktober 1793, namun tak diketahui oleh Elisabeth.
Pada 9 Mei 1793, Elisabeth hendak dipindahkan ke Conciergerie. Elisabeth merasa ia akan kembali, maka ia berpesan pada Marie Therese demikian. Namun petugas mengatakan "kamu tidak akan kembali lagi". Elisabeth meminta sang keponakan untuk tetap tegar dan bersandar pada Tuhan. Setelah menjalani persidangan, Elisabeth didakwa hukuman mati.
Sembari menunggu giliran dipenggal, ia bertanya mengenai Marie Antoinette dan dijawab oleh seorang terpidana wanita "nona, kakakmu mengalami sama dgn apa yang akan kita jalani" Elisabeth wafat seminggu setelah ia berulang tahun yang ke-30. Semula jasad Elisabeth dimakamkan di pekuburan Errancis, kemudian dipindah ke bawah tanah Catabomb Paris. Ia dideklarasi sebagai "Hamba Allah" oleh Pope Pius XII.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.