Wednesday, July 8, 2020

Kisah Hidup Putri Kerajaan Yang Menjadi Seorang Biarawati

she was a rare precious jewel on the earth,
and now she is a precious jewel in the happiest palace by God

Elisabeth lahir pada 1 November 1864 sebagai anak kedua dari tujuh bersaudara. Ayahnya adalah Louis, Adipati Agung Hesse dan ibunya adalah Alice, putri Inggris. Maka itu, wanita yang akrab disapa Ella ini cucu dari ratu Inggris Victoria. Ibunda Ella adalah anak ketiga putri kedua ratu Victoria dan pangeran Albert. Ayahanda Ella memiliki wajah tampan. Saat Ella lahir, ayahnya masih menjadi calon pewaris keharyapatihan Hesse. Ayah Ella menjadi Adipati Agung Hesse pada tahun 1877, saat Ella berusia 13 tahun. Ella dan saudaranya menggunakan bahasa Jerman saat bercakap dengan ayah mereka, dan menggunakan bahasa Inggris saat bercakap dengan ibu mereka. Meski keluarga kerajaan, kehidupan sehari-hari mereka terbilang sederhana. Ella dan saudaranya terbiasa membersihkan kamar. 

 Hidup Ella dan keluarganya terbilang penuh kisah dramatis. Adik laki-lakinya yang bernama Frederick/Frits lahir dengan penyakit hemofilia. Frits meninggal di usia 2 tahun setelah terjatuh dari lantai dua rumah mereka. Setelah terjatuh, Frits mengalami pecah pembuluh darah otak. Adik laki-laki tertua Ella yang bernama Ernest mengatakan "aku tidak mau meninggal seorang diri seperti Frits. Kenapa kita tidak bisa meninggal bersama?" (Kelak pada tahun 1937, Ernest meninggal karena sakit. Namun dua bulan kemudian, istri, anak laki-laki sulungnya, menantu dan tiga cucunya tewas dalam kecelakaan pesawat. Insiden tragis ini disusul oleh cucu perempuannya yang meninggal akibat radang otak. Malangnya, Ernest tidak memiliki keturunan sama sekali. ).

Pada awal November 1878, kakak Ella yang bernama Victoria menderita difteria dan cepat menular ke seluruh anggota keluarga. Hanya Ella dan Alice yang tidak tertular. Ella langsung diungsikan ke rumah neneknya (ibunda dari Louis). Dibantu asisten, Alice merawat ayah dan semua saudara Ella tanpa lelah. Namun adik bungsu Ella yang bernama Marie/May tidak bertahan dan meninggal dunia. Alice memakamkan May hanya ditemani oleh asistennya. Alice hanya mengabarkan berita duka ini kepada sang suami yang mulai pulih. Namun anak laki-laki tertua Alice mulai menyadari bahwa May tidak tampak di rumah. Saat ia mengetahui berita duka tentang May, Ernest langsung histeris. Ibunda Ella langsung memeluk dan mencium Ernest agar ia tenang. Alice lupa dengan larangan dokter agar ia tak tertular. Begitu tertular, ibunda Ella sudah tidak memiliki stamina lagi untuk berjuang melawan penyakitnya. Alice sudah sebulan merawat keluarganya. Alice wafat pada 14 Desember 1878 di usia 35 tahun. Hari kematian ibunda Ella tepat 17 tahun perayaan kematian sang kakek, pangeran Albert. Usia Ella baru 14 tahun. Semua mainan Ella dan saudaranya terpaksa dibakar agar tidak membawa virus difteria. 

Sepeninggal sang ibunda, nenek Ella yaitu ratu Victoria sedapat mungkin mengisi kekosongan hidup Ella dan saudaranya. Ella dan saudaranya diajak tinggal di kastil Windsor selama beberapa tahun. Ratu Victoria meminta penjahit membuatkan pakaian untuk Ella dan saudaranya.

Dari seluruh saudarinya, Ella disebut paling cantik, murah senyum dan suka membantu orang lain. Tak heran jika banyak pria yang menaksir Ella! Di antaranya adalah sepupunya sendiri, pangeran Wilhelm (Kaisar Jerman yang kemudian mengabdikan diri dan hidup di pengasingan di Belanda). Wajah Ella mirip dengan Alix tetapi Alix tidak memiliki wajah yang menyenangkan. Tante Ella yaitu Marie, Putri Hesse & Rhine menikah dengan Alexander (kaisar Russia Alexander II) pada tahun 1841. Mereka dikaruniai delapan orang anak. Marie sering pulang kampung ke Hesse membawa dua putranya yang termuda yaitu Sergei dan Paul. Saat dewasa, Sergei berperawakan tinggi dan sangat kurus. Sergei terbiasa memakai korset.  Sergei ingin menikahi Ella namun Ella menolak saat pertama kali dilamar. Baru pada lamaran kedua, Ella menerima. Sebelum Ella dan Sergei menikah, kakak Ella yang bernama Victoria menikah terlebih dahulu. Victoria menikah dengan kakak sepupu Sergei yaitu Louis Battenberg pada 1 Mei 1884. Dari pernikahan Victoria dan Louis, lahir cucu yaitu pangeran Philip, Adipati Edinburgh yang menjadi suami ratu Inggris Elizabeth II. Victoria hadir dalam pernikahan Elizabeth dan Philip pada 20 November 1947 di London, Inggris. Ia juga hadir dalam pembaptisan pangeran Charles pada November 1948. 
Grand Duke Sergei and Grand Duchess Elizabeth | Grand duke ...
Elisabeth & Sergei
Picture Courtesy of a Website


Kemudian Ella dan Sergei menikah pada 15 Juni 1884 di Istana Musim Dingin, Russia. Pernikahan Ella hanya sebulan setelah pernikahan sang kakak, Victoria. Pernikahan mereka cukup mengharukan sebab Sergei sudah menjadi yatim piatu, sementara Ella sudah menjadi piatu. Sergei dan Ella menikah beda agama. Sergei menganut Ortodoks Russia sementara Ella menganut Lutheran (Kristen). Di pernikahan, keponakan Sergei yaitu Nicholas, jatuh hati pada adik kandung Ella yang bernama Alix alias Alicky. Sergei dan Ella mewarisi beberapa rumah dari mendiang ibunda Sergei. Ella kemudian belajar bahasa Russia dari Catherine Schneider. Sayang pernikahan Sergei dan Ella tidak dikaruniai anak. Muncul rumor yang menyebut sebenarnya Sergei adalah penyuka sesama jenis namun ia terdesak oleh ajaran agama dan posisinya sebagai anggota kerajaan. Namun Ella membantah rumor ini. Ia bahkan menyebut bahwa selama pernikahan, ia dan Sergei tidur di satu ranjang. Hal ini tidak biasa dilakukan oleh anggota kerajaan lain.

Tanggal 24 Mei 1888, adik Ella yang bernama Irene menikah dengan sepupu mereka yaitu Henry, pangeran Prussia. Pada 24 September 1891, adik Sergei yang bernama Paul ditinggal wafat istri yang bernama Alexandra, putri Yunani & Denmark akibat komplikasi melahirkan secara prematur. Catatan tambahan : putri Alexandra merupakan tante dari pangeran Philip, Adipati Edinburgh. 
Kematian Alexandra membuat Paul terguncang hebat karena mereka baru dua tahun menikmati indahnya berumah tangga. Kondisi Paul demikian membuat dirinya tak bisa merawat dua anaknya Maria yang masih bayi dan Dmitri yang baru lahir prematur. Sergei dan Ella mengambil alih merawat anak Paul. Setiap hari Sergei menaruh beberapa botol berisi air panas di bawah tempat tidur Dmitri. Pada tahun yang sama yaitu 1891, Ella akhirnya memutuskan untuk pindah ke agama yang dianut oleh sang suami. Tahun 1892, ayah Ella wafat akibat serangan jantung di usia yang terbilang masih muda yaitu 54 tahun. Pada Mei 1894, adik laki-laki Ella satu-satunya yang hidup yaitu Ernest menikah dengan sepupu mereka, Victoria Melita. Pada November 1894, kakak kandung Sergei yang juga kaisar Russia, Alexander III wafat setelah menderita gagal ginjal. Seminggu setelahnya, adik Ella yang bernama Alix menikah dengan kaisar Russia Nicholas II.  Pada tahun 1897, Ella dan Sergei mewakili Russia hadir dalam perayaan Lima Puluh Tahun Tahta Ratu Victoria di Inggris.

Pada 18 Februari 1905, Sergei naik kereta terbuka yang ditarik dua ekor kuda. Seorang anggota Partai Revolusioner Sosialis yang bernama Ivan Kalyayev melempar sebuah bom tepat di pangkuan Sergei. Sergei tewas dalam kondisi tubuh hancur. Beberapa jari tangan Sergei dengan cincin pernikahan masih terpasang, ditemukan di atap bangunan dekat lokasi kejadian. Penarik kereta bernama Andrei Rudinkin terbakar parah dan dalam kondisi setengah sadar. Andrei meninggal tiga hari kemudian di rumah sakit. Ella dan asistennya langsung menuju ke lokasi kejadian. Ella terhenyak namun ia mampu menguasai diri. Ella memberi instruksi kepada asistennya dan berlutut di salju untuk mengumpulkan potongan tubuh sang suami. Ia mengatakan "Sergei tidak suka suasana berantakan"

Ella kemudian mendatangi Ivan di penjara untuk menanyakan alasan Ivan membunuh Sergei. Ivan menjawab "beberapa kali aku mau melempar bom, tetapi ada kamu di sebelahnya. Jadi aku tunda. Harusnya kamu bersyukur tidak ikut tewas". Ella membalas :"kamu tahu tidak, dengan membunuh suamiku, kamu juga membunuh aku". Namun secara terbuka, Ella memaafkan Ivan dan mengupayakan pengampunan hukuman bagi Ivan. Ivan menolak. Ia merasa pantas dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya. Selain itu, Ivan juga merasa bahwa kematiannya lebih berarti daripada kematian seorang Sergei. Saat melempar bom, Ivan sempat mengira bahwa ia juga akan ikut tewas ketika melempar bom namun ia selamat. Ivan dijatuhi hukuman mati dan digantung mati dua bulan setelah kejadian. 

Peristiwa terbunuhnya Sergei sangat mempengaruhi batin Ella. Ia menjual semua perhiasannya, kecuali cincin pernikahan. Ia juga perabotan mewahnya. Uang hasil penjualan itu digunakan untuk membangun rumah sakit, panti asuhan dan biara bernama Santa Martha & Maria. Ella juga menjadi biarawati dan vegetarian. Asisten rumah tangga Ella yang bernama Varvara Yakovleva tetap mengikuti sang majikan. Bahkan Varvara juga ikut menjadi biarawati. Dalam sehari, biara milik Ella menghidangkan 300 makanan gratis bagi kafir miskin dan anak-anak terlantar. Meski sudah menjadi biarawati dan disibukkan oleh kegiatan kemanusiaan, Ella masih sering berkumpul dengan Alix sekeluarga. Ia muncul dalam acara besar kerajaan Russia. Kadang ia makan siang bersama Nicholas. Semua ini akan terhenti setelah Nicholas mengabdikan diri pada 2 Maret 1917. Nicholas, Alix dan kelima anaknya akan menjadi tahanan.

Bermula dari perintah Lenin kepada Cheka untuk menangkap Elisabeth. Cheka merupakan organisasi pertahanan Russia yang didirikan Lenin pada 20 Desember 1917. Sekelompok orang mendatangi biara Martha dan Maria, disambut oleh seorang biarawati yang menanyakan maksud kedatangan mereka. Kelompok orang itu meminta bertemu dengan Adipatni Agung Serge, yang mereka sebut sebagai kakak dari wanita mata-mata Jerman yang tinggal di Tsarkoe Selo (istri dari Kaisar Nicholas II). Ella mengatakan dengan suara jelas terdengar : "saya adalah Adipatni Agung Serge. Apa yang kalian inginkan dari saya?" Kelompok orang Cheka itu berseru "kita datang hendak menangkap kamu". Dengan tenang Ella menjawab "baiklah. Kalau kalian ingin menangkap saya, berarti saya harus ikut kalian. Tetapi saya memiliki peraturan, bahwa setiap kali saya keluar dari biara dengan tujuan apapun, saya harus berdoa dulu. Kalian ikut saya ke gereja. Setelah berdoa, saya akan ikut kalian". Semua biarawati yang ikut berdoa bersama Ella menangis, hanya Ella yang tidak menangis. 


 Varvara Yakovleva dengan setia mengikuti Ella, ditemani oleh suster Ekaterina Yanysheva. Ella bertiga kemudian dibawa ke kota Perm, sebelah barat Russia. Dari Perm, Ella bertiga dipindah lagi ke Ekaterinburg untuk bergabung dengan anggota kerajaan lain yang ditangkap. Mereka adalah Adipati Agung Sergei Mikhailovich (saudara sepupu suami Dagmar, Alexander III), pangeran Russia John Konstantinovich beserta tiga adiknya yaitu Konstantin dan Igor, Vladimir Paley (keponakan suami Dagmar, Alexander III) dan sekretaris pribadi Sergei yang bernama Fyodor Remez. Pada 20 Mei 1918, Ella dan semuanya tiba di kota kecil Apalayevsk. Mereka dimasukkan ke gedung sekolah Napolnaya yang terbuat dari bangunan batu. Di salah satu ruangan, Ella tidur bersama Varvara dan Ekaterina. Mereka diperbolehkan ke gereja terdekat dan juga berjalan-jalan di lahan belakang sekolah tanpa diawasi penjaga.

Ella disebut melewatkan waktu dengan banyak berdoa dan menggambar. Makanan Ella dan yang lain dimasak oleh wanita bernama Krivovna, dibantu oleh asisten bernama Pozdina. Kedua tukang masak ini tidak tinggal di dalam gedung sekolah. Seorang pengawas Cheka bernama Startsev juga tidak tinggal di dalam. Saat makan, para pangeran akan berkumpul di ruang tidur Sergei Mikhailovich. Sementara Ella makan di ruangannya sendiri. Ella dan yang lain juga disibukkan bercocok tanam sayuran dan bebungaan di kebun sekolah. Mereka menggali tanah dengan tangan kosong. Ella dan semuanya juga membersihkan sekaligus merapikan halaman sekolah hingga enak dilihat dan nyaman. Di halaman itu para pangeran dan Fyodor biasa berkumpul menghirup udara segar sambil minum teh, membaca dan mengobrol. Saat malam hari, Ella dan semua tidak bisa tidur nyenyak sebab hampir setiap jam Tentara Merah masuk ke setiap ruangan untuk memeriksa. Adipati Agung Sergei Mikhailovich memprotes hal ini namun tidak ditanggapi.

Tanggal 21 Juni 1918, hampir semua barang milik Ella dan yang lain disita oleh Tentara Merah. Barang yang disisakan hanyalah baju dalam, sepatu dan dua lembar seprei. Mereka dilarang berjalan lebih dari pagar sekolah dan juga dilarang belanja makanan di pasar. Untuk itu, penjaga mendatangkan makanan yang sudah dimasak dari pusat. Namun kemudian Krivovna diperbolehkan memasak makanan dari tokonya. Memasuki Juli 1918, Lenin memberi perintah bahwa semua orang yang tidak berkaitan keluarga dengan Ella dan semua harus dibawa pergi kecuali Varvara Yakovleva dan Fyodor Remez. Itu berarti Ekaterina Yanysheva tidak akan lagi tinggal bersama Ella dan Varvara. Tepat tengah malam masuk tanggal 17 Juli 1918, Startsev datang bersama penjaga fraksi Bolsheviks. Mereka menyita sisa uang dari para tahanan, lalu mengatakan bahwa Ella dan semua yang masih ditahan akan dibawa keluar sekitar 16 km dari Apalayevks. Mereka kemudian meminta Tentara Merah untuk pergi meninggalkan gedung sekolah. Tanpa Ella dan semuanya sadari, tepat pada saat itu keluarga Nicholas dan pegawainya ditembak mati di Ekaterinburg. 


Royal Menus - Tsar and Tsarina with Eliz
Depan : Nicholas, Anastasia, Alexandra
Belakang : Elisabeth (berkerudung), Maria, Tatiana, Olga

Ella dan tahanan kemudian dibawa ke pinggir kota Apalayevsk. Di tempat terakhir itu terdapat bekas tambang sedalam 20 meter. Dalam kondisi mata tertutup, Ella dan tahanan lain dipukuli sebelum dilempar ke dalam tambang hidup-hidup. Meski jatuh sangat dalam, Ella dan tahanan lain ternyata masih hidup. Cheka melempar granat sehingga menewaskan Fyodor Remez seketika namun tidak dengan Ella dan yang lain. Mereka bernyanyi lagu rohani. Granat kedua dilempar namun mereka masih tetap hidup. Cheka kemudian memasukkan semak-semak yang telah dibakar ke dalam tambang. Kemudian mereka pergi. Hasil autopsi menyebut bahwa Ella dan semua korban meninggal akibat pendarahan dalam dan luar setelah dijatuhkan dari ketinggian. Tubuh Fyodor Remez juga mengalami pendarahan luar dan dalam, Dengan segala kekuatan yang masih tersisa, Ella masih sempat membebat kepala John dengan kerudungnya. 

Tanggal 8 Oktober 1918, Tentara Putih menemukan jasad Ella dan semuanya. Meskipun sudah meninggal hampir tiga bulan lamanya, jasad Ella dan semuanya masih dalam kondisi relatif baik. Jasad Ella dan semuanya diangkat dari dalam tambang dan dipindahkan ke Gereja Ortodoks Russia di Beijing, Cina. Tentara Putih tak ingin jasad Ella dan semuanya kembali ditemukan Tentara Merah. Pada akhirnya, jasad Elisabeth dan Varvara dibawa ke Gereja Ortodoks Russia bernama Maria Magdalena di Getsemane, Bukit Zaitun, Yerusalem. Jasad yang lain tetap berada di pekuburan gereja Beijing, Cina. Pada tahun 1986, di atas pekuburan itu dibangun parkiran. Pada tahun 1981, Elisabeth dikanoninasi oleh gereja Ortodoks Russia di Luar Russia. Dan pada tahun 1992, gereja Ortodoks Russia mengkanoninasi Elisabeth sebagai Martir Suci.

Tuesday, July 7, 2020

Pegawai Kerajaan Russia Yang Sangat Setia

Hampir semua mengikuti sang majikan kemanapun ditahan, sekalipun harus menempuh perjalanan jauh yang memakan waktu hingga berhari-hari. Mereka juga tetap menghormati sang majikan meskipun nasib sang majikan sudah berubah drastis. Selama hidup, mereka memang tidak memiliki kedudukan yang setara anggota kerajaan. Bahkan tidak dianggap penting. Namun bagi saya, jasa dan pengorbanan mereka sangat mulia dan tinggi. Maka itu harus dihargai dan diingat dalam sejarah.


Aleksei Volkov
Kembali lagi ke waktu ketika Nicholas II sekeluarga dipindah ke rumah Ipatiev di Ekaterinburg. Dari semua pengurus rumah tangga, sebagian dilarang menemani Nicky sekeluarga menuju ke Ekaterinburg. Mereka yang dipisah adalah Pierre, Catherine, Anastasia dan Volkov. Catherine, Anastasia dan Volkov akan ditahan di penjara dan nantinya dieksekusi. Namun mujizat akan datang bagi Volkov. Pada 4 September 1918 tengah malam, Volkov dibangunkan di penjara untuk diantar ke kantor penjara. Di kantor, Volkov bertemu Anastasia dan Catherine. Kemudian datang lagi delapan tahanan, salah satu di antaranya adalah pelayan di rumah tangga Adipati Agung Michael alias Misha, adik Nicky. Mereka kemudian digiring ke pinggir kota dengan jalan kaki. Sesampainya di dalam perkebunan, Volkov menyadari bahwa mereka akan dieksekusi. Volkov segera kabur, lari sekencang mungkin sambil mendengar suara tembakan. Sebuah peluru lewat tipis di telinganya. Kemudian ia mendengar tembakan lagi yang ternyata diarahkan ke tahanan lain. Volkov pergi ke kota Omsk untuk meminta perlindungan dari Tentara Putih. Volkov kemudian berhasil lolos keluar Russia. Pada 1922, Volkov menetap di Estonia sebelum pindah ke Denmark sampai akhir hidupnya. Di Denmark, Volkov sangat dihormati sebab ia adalah salah satu pelayan kerajaan yang setia seumur hidupnya.


Colonel Alexander Von Leiming
Leiming merupakan ajudan Adipati Agung Dmitry Konstantinovich.  Dmitry adalah paman dari pangeran Philip, Adipati Edinburgh. Nenek Philip yang bernama Olga merupakan kakak kandung dari Dmitry. Pada pertengahan Mei 1918, Leiming memberitahu Dmitry bahwa jalan untuk meloloskan diri ke Finlandia telah dipersiapkan namun Dmitry menolak meninggalkan Russia. Pada 21 Juli, Dmitry ditahan di penjara Kresty di Petrogad. Kemudian ia bersama adipati agung Nicholas dan George dipindahkan ke penjara Shpalernaya. Di sana, adipati Gavril juga ditahan, namun kemudian ia berhasil dibebaskan berkat upaya istrinya. Leiming setiap hari mengantar makanan untuk Dmitry. Pada 28 Januari 1919, Dmitry, Nicholas dan George dibawa keluar. Di tempat eksekusi, mereka bertemu dengan saudara sepupu mereka, adipati Paul Alexandrovich yang sudah payah akibat sakit. Mereka kemudian ditembak mati. Leiming datang ke tempat jasad Dmitry, membungkusnya dengan karpet dan dimakamkan di halaman sebuah rumah. 

Alexei Yegorovich Trupp
Lahir pada 8 April 1857 di negara Latvia (dulu bagian negara Russia), Trupp bekerja sebagai kepala asisten rumah tangga di keluarga kaisar Russia terakhir, Nicholas II. Seperti puluhan pengurus rumah tangga lain, Trupp setia mengikuti keluarga Nicholas yang sudah menjadi tahanan sejak di istana Alexander, Tsarskoe Selo. Pada Agustus 1917, Trupp dan yang lain mengikuti keluarga kerajaan saat mereka pindah ke Tobolsk. Pada musim semi 1918, Trupp bersama Anna Demidova, Ivan Sednev, Dokter Eugene Botkin dan pangeran Vasily Dolgoruky menemani Nicholas, Alexandra dan Maria menuju ke Ekaterinburg. Meski semasa hidup Trupp adalah pemeluk Katolik, namun ia tetap dikanoninasi sebagai Martir oleh Gereja Ortodoks Russia Di Luar Russia pada tahun 1981. 


Anastasia Hendrikova
Lahir pada 23 Juni 1887, Anastasia merupakan asisten wanita keluarga kaisar Nicholas II. Hari-hari terakhir Anastasia hampir sama dengan Catherine. Hanya saja beberapa jam sebelum ia tewas, Anastasia aktif menanyakan kemana mereka akan dibawa pergi. Mereka baru saja dikeluarkan dari penjara dan diminta menunggu di kantor penjara. Petugas menjawab pertanyaan Anastasia : ke Penjara Pusat. Anastasia kemudian bertanya lagi tujuan berikutnya dan dijawab : ke Moskow. Ia mengulang percakapannya ke beberapa tahanan lain sambil membuat tanda salib. Volkov menyahut "mereka tidak akan menembak kita". Tetapi Volkov keliru sebab mereka menemui ajal tak lama setelahnya. Pada 14 November 1981, Anastasia dikanoninasi oleh Gereja Ortodoks Russia Di Luar Russia. 


Anna Demidova
Anna lahir pada 26 Januari 1878 dan bekerja di keluarga Nicholas II sebagai asisten rumah tangga. Wanita yang akrab disapa Nyuta ini setia mengikuti keluarga Nicholas sejak menjadi tawanan di istana Alexander, Tsarskoe Selo. Anna mengikuti kepindahan mereka ke Tobolsk dan terakhir ke Ekaterinburg. Pada 17 Juli 1918 subuh, Anna bersama keluarga Nicholas II dan yang lain turun ke lantai satu rumah Ipatiev. Ia memegang bantal. Saat eksekusi berlangsung, Anna menjadi salah satu yang masih hidup sebab ia hanya luka ringan. Ia berujar :"terima kasih Tuhan, Tuhan menyelamatkan aku" Mendengar itu, salah satu eksekutor mendekati Anna. Anna menangis sambil menutupi wajahnya dengan bantal. Ia tewas ditusuk bayonet. Anna dimakamkan di katedral Peter dan Paul di Santo Petersburg, Russia tepat 80 tahun setelah mereka dieksekusi.


Catherine Schneider
Wanita kelahiran 20 Januari 1856 ini mengajarkan bahasa Russia kepada dua wanita penting di kerajaan Russia. Pertama ia mengajarkan Elisabeth, putri Hesse yang menikah dengan Adipati Agung Sergei Alexandrovich. Kedua, ia mengajarkan Alexandra, putri Hesse yang menikah dengan pewaris tahta kerajaan Russia, Nicholas. Elisabeth adalah kakak kandung Alexandra. Ia mengikuti keluarga Nicholas sejak ditahan di Tsarskoe Selo, kemudian Tobolsk. Saat di Ekaterinburg, Catherine dan Anastasia dipisahkan secara paksa dan dibawa jauh lagi menuju ke kota Perm. Mereka ditahan. Bersama Anastasia Hendrikova dan Volkov, Catherine dieksekusi mati pada 4 September 1918. Namun Volkov meloloskan diri saat nyawanya sudah di ujung tanduk. Jasad Catherine dan Anastasia berhasil ditemukan oleh tentara putih.  Pada 14 November 1981, keduanya dikanoninasi oleh Gereja Ortodoks Russia di Luar Russia, meskipun diketahui bahwa semasa hidup Catherine adalah pemeluk Lutheran (Kristen).


Dokter Eugene Botkin
Dokter Botkin lahir pada 27 Maret 1865. Ia menikah dengan Olga dan dikaruniai empat orang anak yaitu Dmitri, Yuri, Tatiana dan Gleb. Botkin bercerai dari Olga pada tahun 1910. Pada Perang Dunia I tahun 1914, Dmitri dan Yuri tewas dalam pertempuran.  Botkin setia mengikuti keluarga Nicholas sebab ia merasa bertanggung jawab kepada pasiennya, keluarga kerajaan dan juga negara Russia. Beberapa minggu setelah Botkin, Nicholas, Alix, Maria dan pegawai lain dipindah ke Ekaterinburg, keempat anak Nicholas yang masih di Tobolsk diminta untuk menyusul. Tatiana Botkin meminta pada kepala penjaga di Tobolsk bernama Radionov untuk diijinkan ikut pergi bersama adiknya, Gleb. Radionov mengatakan bahwa Tatiana dan Gleb bisa ditangkap saat mereka sudah tiba di stasiun Ekaterinburg sebab tidak ada ijin bagi mereka untuk turut serta. Tatiana dan Gleb terpaksa tetap tinggal di Tobolsk. Pada 17 Juli 1918 subuh, Dokter Botkin tidak tidur. Ia menulis surat. Di surat itu, ia mengaku mendapat penampakan putranya, Yuri, yang sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya. Dua putra sang dokter yaitu Dimitri dan Yuri tewas dalam Perang Dunia I. Ia juga menangkap firasat bahwa ajalnya sudah tiba. Ia bersedia berkorban sembari menyebut bahwa Abraham juga bersedia mengorbankan putra semata wayangnya demi permintaan Tuhan. Namun surat itu tampak belum diselesaikan. Rupanya kamar Dokter Botkin didatangi kepala komandan Yakov Yurovsky. Ia diminta untuk membangunkan Nicholas II sekeluarga. Surat itu ditemukan pada tahun 1919 oleh tentara putih. Tahun 2016, dokter Botkin dikanoninasi sebagai Pengemban Sengsara Kudus Kristus Yang Budiman.


Fyodor Semyonovich Remez
Semasa hidup, Fyodor berprofesi sebagai sekretaris pribadi Adipati Agung Sergei Mikhailovich. Sergei yang ini adalah keponakan kaisar Russia Alexander II dan juga adik sepupu dari kaisar Russia Alexander III. Saat Sergei dan anggota kerajaan lain ditangkap dan dibawa ke kota Ekaterinburg, Fyodor dengan setia menemani sang tuan. Sang tuan, Fyodor dan yang lain kemudian dibawa lagi Apalayevks. Di kota kecil Apalayevks, mereka menjalani hidup sebagai tawanan di gedung sekolah Napolnaya. Di salah satu ruang, Fyodor tidur bersama sang tuan dan Vladimir Pavlovich Palei (adik sepupu kaisar Russia Nicholas II). Setelah sang tuan, Fyodor dan yang lain dilempar hidup-hidup ke tambang sedalam 20 meter, Fyodor tewas terkena ledakan granat yang pertama. 

Ilya Leonidovich Tatischev
Ilya lahir pada 11 Desember 1859 di St Petersburg, Russia. Ia bekerja sebagai jenderal ajudan bagi Nicholas. Ibunda Ilya bekerja sebagai pelayan wanita istri Nicholas, Alix. Ilya tidak pernah menikah dan memiliki anak. Sebenarnya pada 18 April 1917, Ilya sudah pensiun dikarenakan kesehatannya yang mulai menurun. Entah mengapa ia secara sukarela mengikuti keluarga Nicholas dari Tsarskoe Selo, ke Tobolsk hingga ke Ekaterinburg. Hari-hari terakhir Ilya sudah dikisahkan di bagian pangeran Vasily. Jasad Ilya dan Vasily ditemukan oleh beberapa biarawati di biara Novo-Tikhvinsky dan dimakamkan di Ivanopsvkoe. Pada Oktober 1981, Ilya dikanoninasi oleh Gereja Ortodoks Russia Di Luar Russia sebagai Martir Suci. 

Ivan Kharitonov
Lahir pada 1872, Ivan bekerja sebagai kepala koki di rumah tangga keluarga kaisar terakhir, Nicholas. Ivan tetap setia pada majikannya sejak menjadi tahanan di istana Alexander, Tsarskoe Selo. Ketika Ivan mengikuti keluarga majikan pindah ke Tobolsk pada Agustus 1917, istri dan anak Ivan turut serta dan tinggal bersama. Pada musim semi 1918, sang majikan yaitu Nicholas, Alix dan Maria diharuskan pindah ke Ekaterinburg. Lagi-lagi Ivan mengikuti ditemani oleh asisten rumah tangga Anna Demidova, pelayan pria Ivan Sednev dan Alexei Trupp. Istri dan anak Ivan tidak diperbolehkan ikut dan tetap tinggal di Tobolsk. Untuk mengisi waktu selama ditahan, keempat anak perempuan Nicholas II yaitu Olga, Tatiana, Maria dan Anastasia membantu sekaligus belajar masak bersama Ivan. Di Ekaterinburg, Ivan dan yang lain tidak akan pindah lagi selamanya sebab mereka tewas dieksekusi pada 17 Juli 1918. Tahun 1991, Ivan dikanoninasi oleh Gereja Ortodoks Russia di Luar Russia sebagai Pengemban Sengsara Kudus Kristus. Tepat 80 tahun setelah dieksekusi, Ivan dan keluarga Nicholas dimakamkan di katedral Peter dan Paul di Santo Petersburg, Russia. Upacara pemakaman dihadiri oleh cucu Ivan. 

Ivan Sednev
Pria kelahiran tahun 1881 ini bekerja pada keluarga Nicholas sebagai mekanik di kapal kerajaan Polar Star dan kemudian pindah ke kapal kerajaan Standard. Kemudian ia ditawari menjadi asisten pria anak-anak perempuan Nicholas. Ivan Sednev membawa keponakan laki-lakinya Leonid Sednev untuk bekerja bersama keluarga kerajaan. Leonid akan menjadi teman bermain Alexei. Pada akhir April 1918, Ivan Sednev bersama Ivan Khemodurov, Alexei Trupp, pangeran Vasily, dokter Eugene Botkin serta asisten rumah tangga Anna Demidova mengikuti Nicholas, Alexandra dan Maria menuju ke Ekaterinburg. Seperti yang sudah disebut di bagian Nagorny, ia tewas dieksekusi. Namun Leonid beruntung, sebab kepala eksekusi Yakov Yurovsky tidak merasa harus membunuh bocah itu. Dua hari sebelum pembunuhan, Leonid diungsikan ke depan rumah. Kepada Nicholas II, Yakov beralasan bahwa Leonid didatangi oleh keluarganya. Nicholas II menyangsikan alasan Yakov, tak yakin apakah Leonid akan kembali atau tidak. Leonid menjadi teman sepermainan Alexei selama ditahan.

Nagorny
Pria bernama lengkap Klementy Grigorivich Nagorny ini lahir pada tahun 1887. Ia menjadi asisten Boatswain A.E. Derevenko sebagai penjaga Alexei. Saat Alexei sekeluarga menjadi tahanan di istana Alexander, Tsarskoe Selo, Boatswain Derevenko pergi dan Nagorny menjadi penjaga utama (tentu yang terakhir). Saat ditahan di Tobolsk, Nagorny menggendong Alexei yang tidak bisa berjalan akibat sakit di persendian kaki. Ia tidur sekamar dengan Alexei. Kemudian pada 20 Mei 1918, Alexei dan ketiga kakak perempuannya harus pindah ke Ekaterinburg melalui perjalanan tiga hari lebih dengan kereta kuda, kapal, kereta api dan kemudian kereta kuda lagi. Nagorny tetap mengikuti. Di rumah Ipatiev, Nagorny sangat kecewa dengan perlakuan para penjaga yang keterlaluan terhadap Alexei sekeluarga. Baru empat hari tiba di rumah Ipatiev, Ekaterinburg, Nagorny dan Ivan Sednev kemudian dipindahkan dari rumah. Keduanya ditahan selama sebulan. Tugas menggendong Alexei kemudian dipegang ayahnya, Nicky. Nicky sekeluarga tidak pernah tahu lagi kabar dan keberadaan Nagorny maupun Ivan. Pada 28 Juni 1918, Nagorny dan Ivan dibawa ke kebun di belakang stasiun kereta api di Ekaterinburg. Mereka ditembak mati dari belakang. Parahnya, jasad Nagorny dan Ivan ditinggal begitu saja. Sebulan kemudian Ekaterinburg berhasil dikuasai oleh tentara putih. Mereka menemukan jasad keduanya sudah dalam kondisi setengah membusuk. Mereka memakamkan Nagorny dan Ivan dengan upacara yang khidmat di samping gereja. Namun di atas makam mereka kemudian dibangun taman kota. Pada 14 November 1981, Nagorny dan Ivan dikanoninasi oleh Gereja Ortodoks Russia Di Luar Russia
170c
Alexei & Nagorny
Picture Courtesy of a Website




Nicholas Johnson
Nicholas merupakan pria berkebangsaan Inggris yang menjadi sekretaris pribadi Adipati Agung Michael alias Misha. Misha adalah adik bungsu kaisar terakhir, Nicholas II. Setelah mengabdikan diri, Nicholas menunjuk Misha sebagai penerusnya, namun tidak pernah terjadi. Saat Misha dibawa ke kota Perm pada April 1918, Misha meminta Nicholas pergi meninggalkan dirinya. Tetapi Nicholas tetap ingin menemani sang tuan. Dari sejarah hidup, Nicholas terbilang baru bekerja pada Misha, yaitu pada tahun 1912. Namun ia dianggap sebagai keluarga sendiri, kerap menemani Misha, istri Misha, anak kandung dan anak tiri perempuan Misha pergi keluar negeri. Bahkan mereka makan bersama di satu meja. Nicholas menguasai tiga bahasa. Awal Nicholas bisa bertemu Misha adalah dari ibunda Nicholas. Ibunda Nicholas adalah wanita kelahiran Russia yang menikah dengan ayah Nicholas yang berkebangsaan Inggris. Ibunda Nicholas memberi kursus piano bagi keluarga kerajaan Russia. Tentu Nicholas sendiri mahir bermain piano. Setelah dieksekusi dengan cara ditembak, jasad Misha dan Nicholas tak ditemukan hingga kini. Namun jam tangan Nicholas dicuri oleh penembaknya, Andrei Markov.


Varvara Yakovleva
Wanita Russia kelahiran tahun 1880 ini semula berprofesis sebagai asisten rumah tangga putri Hesse, Elisabeth. Pada 1905, suami sang majikan tewas terkena serangan bom. Tak lama setelahnya, Elisabeth menjual seluruh perhiasan dan perabot mewahnya untuk mendirikan klinik ditujukan kaum miskin, panti asuhan dan juga biara. Sang majikan menjadi biarawati sekaligus seorang vegetarian. Varvara yang akrab disapa Varya mengikuti jejak sang majikan. Saat pecah revolusi Russia, Lenin memerintahkan agar Elisabeth ditangkap dan dibawa ke kota Perm. Varya dengan setia mengikuti Elisabeth. Dari kota Perm, mereka dibawa lagi ke kota Ekaterinburg untuk bergabung dengan anggota kerajaan lain yang telah ditahan. Dari Ekaterinburg, Ella dan semua dibawa ke kota kecil terdekat bernama Apalayevks dan dimasukkan ke gedung sekolah Napolnaya. Tanggal 18 Juli 1918, Elisabeth, Varya dan semua tahanan dilempar hidup-hidup ke galian tambang sedalam 20 meter. Sebelum dilempar, mereka dipukuli terlebih dahulu. Di dalam, pasukan Cheka melempar granat dua kali dan kemudian memasukkan semak-semak yang dibakar api. Jasad sang majikan dan Varya akhirnya dimakamkan di gereja Bukit Zaitun, Yerusalem. Tahun 1981, Elisabeth dan Varya dikanoninasi oleh Gereja Ortodoks Di Luar Russia dan juga Gereja Ortodoks Russia.


Pangeran Vasily Alexandrovich Dolgorukov
Pangeran Vasily memiliki usia yang sama dengan Nicholas, keduanya lahir pada tahun 1868. Ia merupakan penasihat militer bagi Nicholas. Vasily menemani Nicholas, Alix, Maria dan yang lain saat mereka datang ke rumah Ipatiev di Ekaterinburg pada akhir April 1918. Awalnya ia diperbolehkan tinggal bersama di rumah Ipatiev namun kemudian ia ditahan bersama Ilya Tatieschev dengan tuduhan hendak merencanakan penyelamatan keluarga kerajaan. Selama ditahan di penjara Ekaterinburg, Vasily menyelundupkan catatan kecil untuk diberikan kepada konsulat Inggris di kota itu. Ia meminta mereka untuk menyelamatkan Nicholas sekeluarga. Vasily dan Ilya ditembak mati di kepala pada 10 Juli 1918, hanya seminggu sebelum Nicholas dan yang bersamanya. Jasad Ilya dan Vasily ditemukan oleh beberapa biarawati di biara Novo-Tikhvinsky dan dimakamkan di Ivanopsvkoe. Pada 1 November 1981, Vasily dikanoninasi oleh Gereja Ortodoks Russia Di Luar Russia sebagai Pahlawan Martir Suci.


Dr Vladimir Derevenko
Dokter kelahiran tahun 1879 ini spesial menjaga Alexei yang menderita hemofilia. Putra sang dokter yang bernama Kolya menjadi teman Alexei. Sama seperti yang lain, Derevenko mengikuti keluarga Nicholas dari Tsarskoe Selo hingga Ekaterinburg. Namun saat pindah bersama Alexei ke Ekaterinburg pada 23 Mei 1918, Dokter Derevenko dilarang tinggal di rumah Ipatiev. Ia ditaruh di rumah seberang. Sesekali ia dibawa masuk ke rumah Ipatiev jika harus memeriksa kondisi Alexei. Itupun dengan kawalan ketat para penjaga. Ia membantu tentara putih melakukan investigasi eksekusi Nicholas sekeluarga. Meski ia terlepas dari eksekusi, namun pada tahun 1930 ditangkap oleh Komisariat Rakyat Untuk Urusan Dalam Negeri. Dokter Derevenko dieksekusi mati pada tahun 1936.



Saturday, July 4, 2020

Kisah Nyata Putri Kerajaan Cantik Yang Malang

Silahkan baca : artikel berjudul Kisah Hidup Kaisar Terakhir Russia dan artikel berjudul Runtuhnya Sebuah Kerajaan Besar Dunia

Dari seluruh saudarinya, menurut penulis Maria adalah yang paling cantik dan paling berisi. Sepupu Maria yaitu Louis Mountbatten pun jatuh cinta pada pandangan pertama saat mereka bertemu di Hesse, Jerman pada tahun 1910. Pria yang akrab disapa Dicky ini juga paman dari pangeran Philip, adipati Edinburgh. Meski usia Dicky baru 10 tahun dan Maria 11 tahun, namun saat itu Dicky bermimpi ingin menikahi Maria setelah dewasa nanti. Dicky menyimpan foto Maria di samping tempat tidurnya hingga akhir hayat. Dicky tewas terkena bom saat memancing bersama keluarga di Sligo, Irlandia pada 27 Agustus 1979.

Maria dilahirkan pada 26 Juni 1899 sebagai anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya adalah Kaisar Nicholas II dan ibunya adalah permaisuri Alexandra. Melalui ayahnya, Maria merupakan cicit dari raja Christian IX Denmark(1818-1906). Sementara dari ibunya, Maria merupakan cicit ratu Inggris Victoria (1818-1901). Saat ia dan kedua kakaknya lahir, ayahnya sudah menjadi seorang kaisar. Saat kecil, Maria dan ketiga saudarinya diasuh oleh Margaretta Eagar, wanita kelahiran Irlandia. Rambut Maria berwarna coklat, mata biru dan pipinya kemerahan bak mawar. Tatapan matanya lembut serta berkepribadian ramah. Maria beruntung dikaruniai tubuh yang kuat, ia bahkan bisa mengangkat gurunya. Maria disebut mewarisi kekuatan kakeknya yang juga seorang kaisar, Alexander III. Semasa hidup, Alexander bertubuh tinggi besar dan mampu menekuk tapal kuda yang terbuat dari besi. Setelah Anastasia lahir, Maria dan Anastasia akan disebut Pasangan Kecil. Sementara kedua kakaknya yaitu Olga dan Tatiana disebut Pasangan Besar. Untuk keempatnya, mereka akan disebut OTMA, singkatan dari huruf depan nama masing-masing. Maria dan ketiga saudarinya kerap berpakaian sama, terutama untuk acara-acara besar. 

Grand Duchess Maria Nikolaevna of Russia (1899 – 1918). Photo ...
Adipatni Agung Maria Nikolaevna
Picture Courtesy of A Website


Ayah Maria mengundurkan diri pada 2 Maret 1917. Seminggu kemudian, ayah Maria kembali ke kediaman mereka di Tsarkoe Selo. Maria baru saja terserang campak. Ia mengalami demam tinggi sampai beberapa hari. Kondisi ini semakin sulit sebab Anastasia juga menderita sakit telinga dan demam namun tidak setinggi Maria. Hari senin tanggal 20 Maret 1917, kondisi Maria sudah mulai membaik. Anastasia pulih terlebih dahulu.  Sehari kemudian, perdana menteri yang baru bernama Alexander Keresky datang menemui ayah Maria. Tanggal 25 Maret 1817, Maria dan keluarganya resmi menjalani tahanan rumah. Saat kondisi Maria perlahan pulih, giliran Olga mulai sakit. Sementara Nicky, Tatiana dan Alexei cukup sehat sehingga mereka bisa beraktivitas di taman sekedar jalan, membersihkan salju dan memecah bongkahan es.
Selama menjalani tahanan di istana Alexander Tsarskoe Selo, ayah Maria sekeluarga diperbolehkan jalan keluar dua kali sehari. Siang jam 11 hingga 12 siang. Kemudian jam 2.30 hingga 5 sore. Tanggal 19 April 1917, untuk pertama kalinya Maria dan seluruh keluarganya bisa makan bersama di satu meja. Selain kegiatan jalan dan membersihkan salju, ayah Maria juga mulai fokus kepada pendidikan Alexei yang dirasa kurang. Ayah Maria memilih mengajarkan sejarah dan geografi. Sementara ibu Maria memilih mengajarkan agama dan bahasa Jerman. Ayah Maria juga mengisi waktu menyiapkan lahan untuk ditanami sayur-mayur. 

Pada Agustus 1917, Maria beserta keluarganya dan puluhan pengurus rumah tangga meninggalkan rumah tahanan di Alexander. Mereka menuju ke Tobolsk dan menjalani masa tahanan di rumah gubernur. Di rumah ini, Maria dan saudaranya tetap membantu ayah mereka memotong, mengangkat dan menumpuk kayu bakar. Kadang Maria dan saudaranya menemani sang ayah sekedar berjalan. Di rumah, ayah Maria melewatkan waktu dengan membaca, membacakan buku, mengisi buku harian atau sekedar bermain. Oleh karena masih banyak pengurus rumah tangga yang setia mengikuti mereka sejak ditahan di Tsarskoe Selo, tentu Maria dan keluarganya tidak begitu merasa kesepian. 

 Pada akhir April 1918, Maria menemani ayah ibunya berikut dokter Botkin, asisten rumah tangga Anna Demidova, tukang masak Ivan Kharitonov dan pegawai Alexei Trupp untuk menuju ke Ekaterinburg. Di kota yang terletak Russia timur ini, Maria dan lainnya ditempatkan di rumah Ipatiev. Ayah Maria selalu menyukai kegiatan fisik di luar rumah. Namun di rumah Ipatiev ini segalanya dibatasi. Mereka tak lagi diperbolehkan memotong kayu. Kegiatan jalan di taman depan rumah dibatasi satu jam sehari, yaitu pada pagi dan siang hari. Tetapi ayah Maria diperbolehkan menanam sayuran di kebun. Mereka dijaga oleh pasukan yang dipimpin oleh Alexander Avdayev. Meski Avdayev berjaga selama 12 jam, namun ia tidak tidur di dalam rumah Ipatiev. Malam hari, tugas Avdayev digantikan oleh wakilnya, Konstantin Ukraintsev. 


Penduduk Ekateriburg sudah mendengar bahwa bekas kaisar Nicholas II dan keluarganya ditahan di rumah itu. Banyak yang berhenti untuk mengintip namun segera diusir oleh penjaga : "pergi sana, tidak ada apa-apa di sini". Penduduk tak kalah pintar :"kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa kita tidak boleh berdiri di sini? Apa kaisar berada di rumah ini?" Malam di hari mereka tiba, Nicky, Alix dan Maria mengenali Konstantin Ukraintsev. Ia adalah bekas penjaga kerajaan yang menemani adik Nicky yaitu Misha/Michael pergi berburu dan juga bermain dengan adik perempuan Nicky yaitu Olga Alexandrovna. Alix berbincang lama dengan Konstantin. Intinya seputar rasa penasaran sang ibunda tentang nasib mereka. Maria mengirim surat tentang Konstantin kepada saudarinya :"Konstantin banyak bercerita tentang hal-hal menarik dalam hidupnya". 


Pada 5 April 1918, Konstantin menyampaikan telegram dari Olga di Tobolsk kepada Nicky. Itu adalah hari terakhir bagi Konstantin di rumah Ipatiev. Esoknya, datang pasukan penjaga baru yang dilengkapi dengan senapan dan pedang. Alasan Konstantin diberhentikan bisa jadi karena atasan Konstantin mengetahui kedekatannya dengan keluarga kerajaan. Ini diperoleh dari isi surat Maria yang dikirim kepada saudaranya yang masih di Tobolsk. Konstantin digantikan oleh Moshkin, pria yang disebut Alix sebagai porno dan tidak menyenangkan. Avyadev, Moshkin dan para penjaga kerap membongkar barang-barang keluarga Maria yang disimpan di gudang. Mereka mencuri perhiasan yang dianggap bernilai. Namun saat Avyadev dan pasukannya diberhentikan dan diganti oleh Yakov Yurevsky, perhiasan itu dikembalikan. Maria memberitahu saudarinya di Tobolsk :"hampir setiap hari kita mendapat kejutan menjijikkan. Siapa yang mengira akan mendapat perlakuan seperti ini setelah empat belas bulan ditahan?"

Maria bersama keluarga dan beberapa pengurus rumah tangga tewas dieksekusi pada 17 Juli 1918 subuh. Saat penembakan berlangsung di ruang tengah lantai bawah rumah Ipatiev, Maria disebut hendak lari menggapai pintu yang ada di belakang. Namun Maria tertembak di bagian paha. Setelah Maria dan semuanya tewas, komandan Bolsheviks memerintahkan agar jenazah dilucuti. Mereka menemukan sulaman permata yang dijahit rapi di bawah pakaian ketiga saudari Maria dan juga di bawah topi Alexei. Namun mereka tidak menemukan yang sama di bawah pakaian Maria. 

Tahun 1979, jasad keluarga Maria dan pengurus rumah tangga ditemukan. Namun setelah diteliti, jasad Maria dan adiknya, Alexei tidak di antaranya. Tahun 1998, jasad keluarga Maria dimakamkan secara militer dan agama di katedral. Pemakaman dihadiri oleh keluarga Romanov,  Michael pangeran Kent dan bahkan cucu pegawai Nicholas yang ikut dieksekusi. Presiden Boris Yeltsin dan istri juga hadir. Istri presiden Boris disebut menangis sepanjang acara. 

Tahun 2007, dua jasad ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan jasad keluarga Maria. Setelah delapan tahun disimpan, baru pada 2015 jasad itu diperiksa. Ternyata milik Maria dan Alexei.  Bagaimana bisa jasad Alexei dan Maria ditemukan terpisah? Menurut penuturan komandan eksekusi bernama Yakov Yurevsky, truk yang mengangkut jenazah sempat terhenti sebab ban truk terbenam lumpur. Maka Yakov Yurevsky memerintahkan agar muatan truk dikurangi. Tentara pun menurunkan dua jenazah secara acak. Dua jenazah itu kemudian dimasukkan ke lubang, disiram cairan sulfur dan kemudian dibakar. Itu mengapa jasad Maria dan Alexei hanya tersisa sedikit tulang belulang. Jasad Maria dan Alexei belum dimakamkan bersama kedua orang tua mereka dan saudari mereka di gereja Katedral St Petersburg.

Friday, July 3, 2020

Kisah Nyata : Runtuhnya Sebuah Kerajaan Besar Di Dunia

Silahkan baca : Kisah Hidup Kaisar Terakhir Russia, Kisah Hidup Putri Kerajaan Yang Menjadi Biarawati

Kaisar Nicholas II resmi mengabdikan diri pada 2 Maret 1917. Beberapa hari kemudian, ibunda Nicholas bernama Dagmar alias Minnie alias Maria Feodorovna datang di Moghilev menemui Nicholas alias Nicky. Selama tiga hari berturut-turut, Dagmar dan Nicky sarapan bersama dan berbincang hingga sore. Itu adalah pertemuan terakhir antara Dagmar dan Nicky. Nicky kemudian pergi ke istana Alexander di Tsarskoe Selo untuk berkumpul dengan Alexandra dan kelima anak mereka. Kedatangan Nicky di istana Alexander juga menandai ia dan keluarga resmi menjalani tahanan rumah. Saat Nicky dan keluarga sudah dipindah ke Tobolsk, Nicky mengirim surat kepada Dagmar. Surat yang diterima pada musim gugur 1917 itu akan menjadi surat terakhir Nicky kepada ibunya. Istri Nicky dan kelima anak Nicky juga menyisipkan surat untuk Dagmar. Dagmar kemudian mengirim balasan dan juga akan menjadi surat terakhir Dagmar untuk Nicky. Dagmar menceritakan bahwa kini mereka tinggal di villa Aitodor, Crimea bersama Xenia dan Olga, berikut anak-anak mereka. Sama halnya Nicky, Dagmar dan kedua putrinya juga menjalani tahanan rumah. Ayah Felix Yusupov (Felix = cucu menantu Dagmar) mengirim kepiting dan mentega kepada Dagmar untuk dinikmati sebab Dagmar sekeluarga di Crimea sudah tidak boleh menikmati roti dan mentega lagi. Dagmar beruntung masih bisa menerima surat dari kakak tercinta, Alexandra di Inggris dan adik tercinta, Waldemar di Denmark. Saat rumahnya di Kieff digeledah oleh tentara Bolsheviks, barang-barang pemberian Nicky dan anak-anak disita. Dari dokter gigi bernama Kastritsky, Dagmar bisa memperoleh sedikit kabar mengenai Nicky sekeluarga. Meski hampir sama, namun kelak nasib mereka akan berbeda dari Nicky.  

Pada pagi yang dingin dan berkabut tanggal 4 April 1919, kapal perang Inggris HMS Marlborough berlayar dari Konstantinopel menuju ke kota Sevastopol di Semenanjung Crimea. Kapten kapal bernama Johnson diberi kepercayaan membawa surat ibu ratu Inggris, Alexandra untuk disampaikan kepada adiknya, Dagmar. Dagmar adalah ibu permaisuri Russia. Intinya Alexandra menginginkan Dagmar segera keluar dari Russia sebelum terlambat untuk menyelamatkan diri dari fraksi Bolsheviks. Bolsheviks adalah fraksi pecahan dari Partai Sosial Demokrat Russia yang muncul dalam konferensi di Brussel, Belgia pada 1903. Fraksi Bolsheviks berisikan orang-orang garis keras yang berpendapat bahwa perubahan harus dimenangkan dengan senjata. Pemimpin Bolsheviks adalah Vladimir Lenin. Putra sulung Dagmar, yaitu kaisar Nicholas II mengundurkan diri pada 2 Maret 1917. Enam bulan kemudian, perdana menteri baru Alexander Kerensky mengumumkan Russia berganti menjadi negara republik. Tak lama setelah Nicholas mengundurkan diri, Dagmar yang berada di kota Kiev, Ukraina mendatangi Nicholas di kota Mogilev, Belarus. Itu merupakan pertemuan terakhir antara ibu dan anak. Sekembalinya ke Kiev, Dagmar menyadari bahwa ia tak bisa tinggal di sana lagi. Dagmar disarankan naik kereta api menuju ke Crimea ditemani oleh beberapa anggota kerajaan lain. Di Crimea terdapat sedikitnya empat villa milik anggota kerajaan. Salah satunya adalah villa Harax milik Dagmar.

Dagmar mengetahui betul bahwa Nicholas telah ditahan bersama istri dan kelima anaknya. Sebagai seorang ibu, Dagmar tak berhenti memikirkan Nicholas dan mengirimkan surat balasan untuk membesarkan hati Nicholas. Akan tetapi Dagmar tidak dapat berkomunikasi dengan putra bungsunya, Michael. Xenia juga mengirim surat kepada sang kakak tercinta "Hati ini berdarah memikirkan apa yang sedang kamu lewati sekarang. Namun jangan takut, Tuhan melihat semuanya, selama kamu masih sehat dan baik Kasihan negara Russia. Apa yang akan terjadi pada negara ini?".
Kemudian Dagmar mendapat informasi bahwa Nicholas sekeluarga telah tewas dieksekusi. Dagmar tak mempercayai kabar itu "Tak ada yang melihat Nicky (Nicholas) dibunuh. Bolsheviks hanya ingin menutupi fakta bahwa Nicky sebenarnya telah meloloskan diri keluar Russia". Sementara ia tidak lagi mengetahui kabar Michael. Lebih baik Dagmar tidak mengetahui, sebab apa yang sesungguhnya terjadi pasti akan mengoyak batinnya sebagai seorang ibu. Terlebih Dagmar sudah pernah ditinggal wafat oleh kedua anaknya, Alexander di usia 1 tahun dan George di usia 28 tahun. Sementara sang suami, kaisar Alexander III wafat saat masih berusia 49 tahun. Dan revolusi Russia juga mengorbankan dua putranya yang masih hidup. Michael tewas ditembak di kota Perm bersama sekretaris pribadinya, Nicholas Johnson pada 13 Juni 1918. Sebulan kemudian tepatnya tanggal 17 Juli 1918, Nicholas sekeluarga ditembak mati di rumah Ipatiev, kota Ekaterinburg. Tanggal 18 Juli 1918, adik ipar Dagmar yang bernama Elisabeth putri Hesse bersama anggota kerajaan lain juga tewas atas perintah Lenin. 

Pada Januari 1918, Tentara Merah dari Fraksi Bolsheviks berhasil menguasai kediaman Adipati Agung Nicholas Mikhailovich (adik sepupu kaisar Alexander III) di Petrogad. Dua bulan kemudian, Bolsheviks mengirim Nicholas ke kota Vologda menggunakan kereta api. Nicholas ditemani oleh asisten bernama Brummer, seorang koki dan sahabatnya. Di Vologda, Nicholas berempat ditinggalkan di sebuah rumah dua kamar. Adik kandung Nicholas yang bernama Adipati Agung George Mikhailovich dan sepupunya Adipati Agung Dimitri juga dibawa ke Vologda namun tinggal di rumah terpisah. Mereka awalnya saling mengunjungi satu sama lain dengan bebas asal tidak keluar kota Vologda. Pada 14 Juli 1918, Nicholas, George dan Dimitri dipindahkan ke penjara kecil. Brummer tidak diperbolehkan menemani Nicholas. Namun Brummer berusaha agar Nicholas dibebaskan. Brummer pula yang menginformasikan Nicholas bertiga bahwa Nicholas II sekeluarga baru dieksekusi mati. Esoknya, Nicholas bertiga dibawa balik ke Petrogad dan ditahan di kantor pusat Cheka. Nicholas, George & Dimitri masing-masing menempati tiga sel. Pada 28 Januari 1919, Nicholas bertiga dibawa ke Benteng Petrus & Paulus, Santo Petersburg. Di sana, mereka mengenali seorang pria yang ditandu mendekat. Ternyata pria itu adalah sepupu mereka, Adipati Agung Paul Alexandrovich dalam kondisi sakit parah. Satu persatu menemui ajal dengan cara ditembak. Nicholas menyerahkan kucing peliharaannya kepada seorang penjaga dan minta dibantu pelihara. Dimitri mengatakan :"maafkan mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat". Ajudan setia Dimitri secara diam-diam mengambil jasad tuannya, dibungkus karpet dan dimakamkan di halaman rumah di Santo Petersburg. Makam Dimitri masih ada hingga kini.

Kapal HMS Marlborough yang dikirim raja Inggris George V telah tiba dan siap menyambut Dagmar untuk kemudian dibawa ke Malta dan Inggris. Di kota Sevastopol, kapten Johnson memakai jalan darat untuk menemui Dagmar di kota Yalta. Sekembalinya ke Sevastopol, ia langsung memerintahkan agar HMS Marlborough diarahkan ke Yalta dan tiba di hari yang sama pada 7 April 1919. Yalta merupakan kota wisata yang dikelilingi oleh Laut Hitam. Dagmar berat hati harus meninggalkan Russia, negara yang telah ia diami selama lebih dari 50 tahun. Namun Dagmar menginginkan satu hal sebelum ia berangkat. Orang-orang di Yalta yang setia kepada keluarga kerajaan Russia dan menginginkan pergi, harus dibawa serta. Semula kapal HMS Marlborough diperkirakan dan telah dipersiapkan hanya mengangkut beberapa orang, di antaranya tentu Dagmar dan sekitar 12 orang yang menyertai Dagmar. Namun ternyata jumlah orang yang diangkut jauh melebihi perkiraan dan persiapan. Ia dan para kru harus melakukan yang terbaik menyiapkan makanan dan tempat tidur agar mencukupi. Ruang tidur kapten Johnson akan diberikan kepada Dagmar dan sang kapten pindah ke ruang lain. Total ruangan di HMS Marlborough adalah 35. Para kru kapal menempatkan 2 atau 3 tempat tidur di setiap ruangan. Sayangnya HMS Marlborough hanya memiliki cadangan kasur sebanyak 30. Dagmar tak ingin naik melalui dermaga Yalta sehingga HMS Marlborough melaju lagi beberapa mil ke teluk kecil Coriez. Di dekat Coriez terdapat istana musim panas milik Dagmar yang bernama Harax. Hanya satu putri Dagmar ikut ke kapal, ia adalah Adipatni Agung Russia Xenia. Xenia diikuti oleh keenam anaknya termasuk menantu, Felix Yusupov dan cucu, Irina Yusupova. Putra tertua Xenia telah mengungsi ke Paris terlebih dahulu bersama suami Xenia, Alexander Mikhailovich. Kapten dan kru kapal mulai sibuk mengatur barang bawaan sebab selain kapasitas bagasi terbatas, kebanyakan barang bawaan itu ditandai dengan bahasa Russia. Tidak ada satupun kru kapal yang memahami. Hebatnya, semua bawaan mampu dibereskan dan para penumpang sudah naik hanya dalam sehari. Tanggal 7 April 1919 malam, HMS Marlborough berlayar meninggalkan Coriez menuju ke Yalta. Sejauh ini, HMS Marlborough sudah mengangkut 50 orang, di antaranya terdapat 38 orang wanita/perempuan. Di Yalta, HMS Marlborough berdiam tiga hari sebelum berangkat ke Konstantinopel. 

Pada 8 April 1919 pagi, HMS Marlborough mendapat tambahan penumpang dan tentunya barang bawaan. Salah satu penumpang adalah Nicholas Nikolaevich, Adipati Agung Russia. Nicholas yang ini adalah adik sepupu mendiang kaisar Alexander III, suami Dagmar. Ia bekerja sebagai Kepala Komandan Angkatan Kerajaan Russia. Nicholas mendekati Dagmar yang telah duduk di atas kapal. Setelah memberi hormat militer, ia membungkuk dan mencium tangan Dagmar. Penumpang lain adalah istri Nicholas yaitu Anastasia, adik Nicholas yaitu Peter Nikolaevich bersama istrinya, Milica, ketiga anaknya yaitu Marina, Roman, Nadezhda dan cucunya, Irina. Usia Irina baru 13 bulan menjadikan ia sebagai penumpang kapal yang termuda. Milica merupakan kakak kandung Anastasia. Jadi kakak beradik Nicholas dan Peter menikahi adik kakak Anastasia dan Milica. Pada saat bersamaan, kapten Johnson menerima kabar bahwa tentara merah Bolsheviks sudah mencapai Crimea utara dan dalam perjalanan menuju ke selatan di mana HMS Marlborough sedang berlabuh. Pada 8 April 1919 malam, polisi setempat memberitahu kapten Johnson bahwa pendukung Bolsheviks lokal di Yalta bisa muncul setiap saat untuk menyerang. Sepanjang malam yang menegangkan itu, lampu-lampu kapal dinyalakan untuk memantau kondisi di sekitar kapal.

Esoknya pada tanggal 9 April 1919, datang lagi beberapa orang yang berharap bisa bertemu Dagmar untuk memohon bisa naik ke kapal. Kapten Johnson khawatir Dagmar akan frustasi sebab tak mungkin bisa menolong mereka semua. Sesaat sebelum proses evakuasi di HMS Marlborough selesai, sebuah kapal sekoci Inggris berhasil mengangkut 400 orang pengawal kerajaan yang berkumpul di Yalta untuk kemudian menuju ke kota Sevastopol. Kapal sekoci Inggris itu kemudian berlayar perlahan mengitari kapal HMS Marlborough agar ratusan pengawal kerajaan tersebut dapat memberi hormat kepada Dagmar, dan melihat Dagmar untuk terakhir kali. Dagmar berdiri seorang diri dengan raut wajah sedih. Di belakang kanan, berdiri Nicholas Nikolaevich. Para pengawal kerajaan menyanyikan lagu kerajaan Russia dengan indah. Peristiwa ini sungguh mengharukan bagi siapa saja yang menyaksikannya dan pasti takkan terlupakan. Setelah sekoci menjauh dan menghilang dari pandangan, Dagmar tetap berdiri menatap ke arah perginya mereka. Tak ada yang berani mendekati wanita mungil ini.


ONE OF THE LAST PHOTOS OF MARIE FEODOROVNA BEFORE SHE LEFT RUSSIA ...
Dagmar Alias Maria Feodorovna Alias Minnie Bergaun dan Bertopi Hitam
Pria tinggi di belakang memakai mantel coklat adalah Adipati Agung Nicholas Nikolaevich.
Di atas kapal HMS Marlborough pada 9 April 1919.


Tanggal 11 April 1919, semua telah beres dan HMS Marlborough siap berlayar menuju ke Konstantinopel. Kapten Johnson memperkirakan total barang bawaan penumpang adalah 200 ton. Hari yang seharusnya menjadi hari lega itu bukan untuk Dagmar. Sepanjang pagi, ia harus menerima orang-orang yang datang memohon untuk ikut atau sekedar mengucap selamat tinggal. Dagmar sudah tidak dapat berbuat apapun untuk mereka yang memohon. Namun ia sangat mengkhawatirkan kondisi mereka yang terpaksa ditinggal. Siang hari, HMS Marlborough mulai berlayar meninggalkan Yalta. Sejak itu, Dagmar dan 17 anggota kerajaan di atas kapal tidak akan pernah kembali ke Russia lagi selama mereka hidup. Hari itu, kerajaan Russia wangsa Romanov yang berkuasa sejak tahun 1613 resmi berakhir. Kapten Johnson memberikan sertifikat yang ia tandatangani kepada setiap pengungsi termasuk Dagmar. Contoh isi sertifikat untuk Xenia : Saya menyatakan bahwa Yang Mulia Adipatni Agung Xenia Alexandrovna meninggalkan Russia dengan HMS Marlborough pada 11 April 1919. (Tanda Tangan) Kapten Johnson. 

HMS Marlborough akhirnya berlabuh di pulau Halki, Konstantinopel. Laksamana Calthorpe menuju ke kapal untuk berdiskusi tentang kehidupan pengungsi kerajaan selanjutnya. Keputusan kilat datang bagi Dagmar, Xenia dan keenam putra Xenia. Mereka akan dibawa ke Inggris melalui Malta dan mendapatkan perlindungan politik dari negara Inggris. Akan tetapi pemerintah Inggris tidak mengijinkan dua adipati bersaudara yaitu Nicholas Nikolaevich dan Peter Nikolaevich untuk tinggal di Inggris. Dagmar merasa sangat sungkan juga kasihan pada kedua adipati ini. Ia meminta agar Nicholas dan Peter dipindahkan ke kapal lain dengan tujuan lain sebelum HMS Marlborough berlayar lagi ke Malta. Pada 16 April 1919, Nicholas dan Peter naik kapal Lord Nelson menuju ke Genoa, sebuah kota pelabuhan di utara Italia. Sesampai di Genoa, Nicholas dan Peter menjadi tamu raja Italia, Victor Emmanuel III yang juga merupakan kakak ipar Nicholas. Setelah itu, Nicholas dan istrinya tinggal di pinggir kota Paris. Sementara Peter menetap di kota Antibes, Perancis Selatan.
Tepat pada hari Jumat Agung, 18 April 1919 HMS Marlborough kembali berlayar dengan tujuan Malta. Di atas kapal, Dagmar dan penumpang lain merayakan paskah. Saat mendekati Malta, sebuah telegram dikirim kepada gubernur Malta memberitahu bahwa keluarga kerajaan Russia akan datang. Gubernur Lord Methuen diminta untuk melakukan upacara penyambutan kecil-kecilan dan informal atau jika perlu, jangan ditemui. Jangan sampai juga berita kedatangan mereka muncul di koran lokal. Namun setelah sampai, pesan telegram itu seolah tak dihiraukan.

Pada 20 April 1919 jam 5 sore, HMS Marlborough telah berlabuh di kota Valetta, Malta. Esok paginya, Dagmar dan penumpang lain turun kapal disambut oleh Lord Methuen dan istrinya. Angkatan laut Malta mengumandangkan lagu kebangsaan Russia. Dagmar, Xenia, keenam putra Xenia dan para pegawai di rumah tangga Dagmar diantar ke istana San Antonio. Di antara pegawai itu terdapat asisten wanita Dagmar yang bernama Zina Mengden, asisten wanita Xenia yang bernama Sophie Evreinoff, pengasuh anak Xenia bernama Jane Coster, tukang masak Sergei Dolgoruky dan beberapa bodyguard. Sementara yang lain seperti Irina, Felix Yusupov dan putri mereka menginap di hotel. Istana San Antonio merupakan villa musim panas milik gubernur. Sang gubernur memerintahkan bawahannya untuk merapikan villa secepat mungkin. Setelah mengantarkan di villa, Lord Methuen dan istrinya menyerahkan kepada Robert Ingham. Robert mengajak Dagmar dan semua untuk makan bersama. Keesokan malam, Felix Yusupov mengajak salah satu putra Xenia bernama Feodor dan juga beberapa kelasi HMS Marlborough mengunjungi kelab malam di kota Valetta. Kelima putra Xenia setiap pagi diharuskan membungkuk hormat dan mencium tangan Dagmar. Dagmar dan semua akan menginap selama delapan hari di Malta. Dagmar menikmati jamuan minum teh bersama Nyonya Methuen di villa Valetta dan menerima banyak tamu yang datang berkunjung. Dagmar dan Xenia jatuh hati pada Malta. Kelak beberapa tahun kemudian, Xenia memohon kepada raja George V untuk membiarkan dirinya dan Dagmar hidup di Malta untuk seterusnya. Namun George V menjawab bahwa ia memiliki rencana lain untuk sang tante dan sepupunya. Dagmar dan yang lain meninggalkan istana San Antonio pada 29 April 1919. Sebelum pergi, Xenia mencabut empat batu mirah delima dan sebuah berlian dari baju sutra putihnya. Ia memberikan permata tersebut sambil menggenggam tangan Ingham dan berharap bahwa ia akan selalu diingat.

Setelah delapan hari beristirahat di Malta, Dagmar, Xenia dan sisa pengungsi lain menaiki kapal Lord Nelson. Lord Nelson akan membawa Dagmar dan lainnya menuju ke Inggris. Dagmar dan Xenia tiba di Inggris pada 9 Mei 1919. Dagmar memang sempat tinggal di Sandringham, Inggris bersama Alexandra namun kemudian ia pindah ke Denmark. Di Denmark, Dagmar tinggal bersama keponakan, raja Christian X. Sementara Xenia tetap tinggal di Inggris atas biaya saudara sepupunya, raja George V. Kemudian Dagmar pindah lagi dan terakhir kali ke villa Hvdore yang ia dulu beli bersama Alexandra. Villa itu terletak di pinggir kota Copenhagen. Xenia berusaha mengunjungi Dagmar sesering mungkin. Dagmar masih tetap dianggap sebagai permaisuri Russia oleh pengungsi dari Russia di Denmark. Mereka kerap meminta tolong. Pada tahun 1925, Alexandra wafat. Tiga tahun setelah sang kakak tercinta, Dagmar wafat. Semula ia dimakamkan di katedral Roskilde, Denmark meski ia berwasiat ingin dimakamkan di samping sang suami. Pada tahun 2005, tercapai kesepakatan antara ratu Denmark Margarethe dan presiden Russia Vladimir Putin beserta pemerintah masing-masing untuk memindahkan jasad Dagmar ke Russia. Jasad Dagmar pada akhirnya berdampingan lagi dengan sang suami pada tahun 2006.

Tuesday, June 30, 2020

PANGERAN KERAJAAN RUSSIA YANG WAFAT DI USIA MUDA

  1. Alexander I, Kaisar Russia : 47 Tahun. Hanya segelintir anggota kerajaan Romanov Russia bisa hidup hingga usia tua. Alexander I merupakan paman dari kaisar Alexander II. Pernikahan Alexander dengan Louise, putri Baden dikaruniai dua orang anak. Namun mereka meninggal saat masih bayi akibat sakit. Karena itu tahta Alexander I turun ke adik kandungnya, Konstantin. 
  2. Alexander III, Kaisar Russia : 49 Tahun. Lahir pada 10 Maret 1845 sebagai anak ketiga dari delapan bersaudara. Pada 1866, Alexander menikah dengan Dagmar, Putri Denmark dan dikaruniai enam orang anak. Pada 17 Oktober 1888, kereta api yang ditumpangi Alexander sekeluarga keluar dari rel dan terbalik. Meski luka dalam, Alexander berusaha mengangkat gerbong kereta agar seluruh keluarganya bisa keluar dan menyelamatkan diri. Luka ini menyebabkan ginjal Alexander bermasalah. Pada 1894, kaisar Alexander III meninggal akibat gagal ginjal stadium akhir. Tahta Alexander III diteruskan oleh anak sulung yaitu Nicholas II.
  3. Alexis, Kaisar Russia : 46 Tahun. Lahir pada 19 Maret 1629. Pernikahan pertama dengan Maria Miloslavskaya berjalan harmonis dan dikaruniai 13 anak. Sayang setelah 21 tahun membina rumah tangga, Miloslavskaya wafat. Dua tahun setelah menduda, Alexis menikah lagi dengan Natalya dan dikaruniai tiga orang anak. 
  4. Dmitri Pavlovich, Adipati Agung Russia : 50 Tahun. Lahir pada 18 September 1891, Dmitri sejak kecil mengidap tuberkulosis. Meski demikian, Dmitri sangat piawai dalam beberapa bidang olah raga di antaranya polo, berkuda dan tenis. Oleh karenanya ketika Dmitri meninggal di usia terbilang muda, banyak spekulasi beredar. Namun sebagian besar percaya bahwa penyakit tbc lah yang merenggut nyawa Dmitri.
  5. Fedor Nikitich Romanoff, Pangeran Russia : 33 Tahun. Lahir pada 1974, Fedor merupakan putra dari Nikita, adipati agung Russia dan juga cucu dari Xenia, Adipati Agung Russia. Ia tewas pada 25 Agustus 2007 setelah terjun diri dari jendela di Pantai Pompano, Floria, Amerika Serikat.
  6. George Alexandrovich, Adipati Agung Russia : 28 Tahun. Lahir pada 9 Mei 1871 dari pasangan Kaisar Russia Alexander III dengan Dagmar, Putri Denmark. Ia juga adik kandung dari Kaisar Russia, Nicholas II. Hal yang menyedihkan adalah seluruh saudara laki-laki George tidak ada satupun yang berusia panjang. Nicholas tewas ditembak, sementara kakak kedua meninggal akibat radang otak di usia 10 bulan. Adiknya yang bernama Michael tewas dibunuh hanya 3 minggu sebelum Nicholas. George sendiri wafat akibat tuberkulosis.
  7. Georgy Konstantinovich, Pangeran Russia : 35 Tahun. Lahir pada 6 Mei 1903, Georgy bersama ibu dan adiknya berhasil meloloskan diri ke Swedia menggunakan kapal laut saat terjadi revolusi Russia 1918. Georgy kemudian menetap di New York, Amerika Serikat dan menjadi desainer interior yang sukses. Sayang hidupnya memang tak panjang. Ia meninggal akibat komplikasi setelah menjalani operasi. 
  8. Michael, Kaisar Russia : 49 Tahun. Lahir pada 22 Juli 1596, Michael menjadi kaisar Russia yang pertama bertahta di bawah wangsa Romanov. 
  9. Michael Alexandrovich, Adipati Agung Russia : 39 Tahun. Ia adalah anak kelima dari enam bersaudara pasangan kaisar Alexander III dan Dagmar. Pada 13 Juni 1918, Michael tewas ditembak bersama sekretaris pribadinya, Nicholas Johnson. Jasad Michael dan Nicholas belum ditemukan hingga kini.
  10. Michael Mihailovich, Pangeran Russia : 41 Tahun. Lahir pada 31 Juli 1959, Michael merupakan putra semata wayang pasangan Michael Feodorovich dengan Helga. Michael merupakan cicit dari kaisar Russia, Alexander III. 
  11. Nicholas II, Kaisar Russia : 50 Tahun. Lahir pada 18 Mei 1968 sebagai anak sulung dari enam bersaudara. Nicholas tewas ditembak bersama kelima anak, istri dan empat pegawainya di rumah Ipatiev, Ekaterinburg pada 17 Juli 1918. Adik kandung Nicholas juga tewas ditembak mati pada 13 Juni 1918. Mereka adalah korban dari aksi fraksi Bolsheviks pimpinan Vladimir Lenin.
  12. Nicholas Alexandrovich, Adipati Agung Russia : 21 Tahun. Lahir pada 20 September 1843, Nicholas menjadi putra pertama sehingga ia menjadi calon pewaris kekaisaran Russia setelah sang ayah, Alexander II. Pada usia 20 tahun, Nicholas bertunangan dengan Dagmar, Putri Denmark. Sayang setahun kemudian ia wafat akibat radang otak. 
  13. Paul I , Kaisar Russia : 46 Tahun. Paul lahir pada 1 Oktober 1754. Ia menikah dua kali. Istri pertama bernama Wilhelmina, putri Darmstadt, wafat setelah melahirkan. Bayi laki-laki yang dilahirkan juga sudah tak bernyawa. Paul kemudian menikah lagi dengan Sophie dan dikaruniai sembilan orang anak.
  14. Peter II, Kaisar Russia : 14 Tahun. Lahir pada 23 Oktober 1715 sebagai anak bungsu dari dua bersaudaara. Ia menjadi kaisar Russia saat baru berusia 12 tahun. Tragisnya, kakak semata wayang Peter yang bernama Natalya Alexeyevna juga wafat di usia persis dirinya, 14 tahun. Ibunda Peter bernama Charlotte, wafat di usia 21 tahun akibat komplikasi setelah melahirkan Peter. Tiga tahun kemudian, ayah Peter wafat pada tahun 1718 di usia 28 tahun. Ini menjadikan Peter dan Natalya yatim piatu saat masih kecil. Dengan wafatnya Peter dan Natalya, maka keluarga inti mereka sudah lenyap.
  15. Peter III, Kaisar Russia : 34 Tahun. Peter lahir di Kiel, Jerman pada 21 Februari 1728 dengan nama Charles Peter Ulrich. Ia menikah dengan Sophie (Catherine, Permaisuri Russia) dan dikaruniai seorang putra bernama Paul. Peter bertahta sejak Januari 1762 namun hanya berlangsung setengah tahun sebab kemudian ia ditangkap dan dipaksa turun dari tahta. Pada bulan yang sama, Peter wafat. Banyak yang berspekulasi bahwa ia dibunuh meski pernyataan resmi menyebut ia terkena mulas akibat wasir.
  16. Sergei Alexandrovich, Adipati Agung Russia : 47 Tahun. Lahir pada 11 Mei 1857, Sergei merupakan adik kandung kaisar Russia, Alexander III dan juga suami dari Elisabeth, Putri Hesse-Rhine. Ia tewas termutilasi pada Februari 1905 akibat dilempar bom saat hampir sampai di depan kediamannya.
  17. Sergei Mikhailovich, Adipati Agung Russia : 48 Tahun. Lahir pada 7 Oktober 1869, Sergei merupakan salah satu anggota kerajaan yang tewas dibunuh pada masa Revolusi Russia. Semasa hidup, Sergei berhubungan dengan Mathilde, seorang balerina Russia. Namun kemudian Mathilde jatuh cinta kepada keponakan Sergei yaitu Andrei. Sergei juga menjalin hubungan dengan Barbara dan dikaruniai seorang putra bernama Alexander.
  18. Vladimir Paley, Pangeran Russia : 21 Tahun. Lahir pada 9 Januari 1897 di St Petersburg, Russia. Vladimir dibesarkan di Paris, Perancis. Pada masa revolusi Russia, Vladimir beserta beberapa anggota keluarga kerajaan lain dibunuh. Ibunda Vladimir hanya sempat menyelamatkan kedua adik perempuan Vladimir. Sementara ayah Vladimir, kakak tiri laki-laki, para sepupu termasuk Kaisar Russia Nicholas II bersama seluruh keluarga ikut terbunuh. 

Kisah Hidup Kaisar Terakhir Russia


Orang Tua Nicholas 
 Orang tua Nicholas adalah Alexander alias Sasha dan Maria Feodorovna alias Dagmar alias Minnie. Sasha merupakan anak ketiga dari pasangan Alexander, pewaris tahta Russia dengan Marie, Putri Hesse. Pada 1855, orang tua Sasha menjadi Kaisar Russia Alexander II dan permaisuri Russia Maria Alexandrovna. Sementara Minnie merupakan anak keempat pasangan Christian, Pangeran Schleswig-Holstein-Sonderburg-Beck dan Louise, putri Hesse-Kassel. Pada tahun 1863, orang tua Minnie menjadi raja Denmark Christian XI dan ratu Denmark Louise. Semula Minnie bertunangan dengan kakak Sasha yaitu Nicholas alias Nixa. Sambil menunggu pernikahan, Minnie dan Nixa saling berkirim surat setiap hari. Hingga suatu waktu Nixa berhenti mengirim surat kepada Minnie. Minnie merasa tak enak didiamkan. Ia belum tahu apa yang terjadi. Nixa yang sedang berada di Nice, Perancis terserang radang otak hingga lumpuh. Saat harapan sembuh sudah tidak ada, Nixa meminta Sasha untuk menikahi Minnie. Secara fisik, Sasha dan Minnie mirip dengan Beauty and The Beast. Sasha yang besar nan kuat. Ia mampu menekuk tapal kuda dan garpu perak menggunakan tangan kosong. Minnie yang berperawakan mungil nan cantik dan berambut coklat. Sasha dan Minnie menikah pada tahun 1866 di Russia dan dikaruniai enam orang anak. Anak sulung adalah Nicholas alias Nicky. Tentu ia dinamai seperti mendiang pamannya. Proses kelahiran Nicky pada 18 Mei 1868 dihadiri langsung oleh kakeknya, kaisar Alexander II, ayahnya Sasha dan juga neneknya, Maria Alexandrovna. Satu tangan Minnie dipegang oleh kaisar Alexander II dan satu tangan lagi dipegang oleh Sasha. Sesekali Maria mencium Minnie. Meskipun ini adalah bentuk kasih sayang, Minnie merasa gamang. Tahun-tahun berikutnya lahir lima adik Nicky. Mereka adalah Alexander yang meninggal saat masih bayi, George, Xenia, Michael dan Olga.

Keluarga Hangat
Nicholas dan keempat adiknya tumbuh dalam keluarga yang hangat dan bahagia. Ayah Nicholas sering mengajak mereka bermain bersama. Mereka sering berpergian ke Denmark dan Inggris menggunakan kapal. Kakak Minnie yaitu Alexandra alias Alix hidup di Inggris dan menikah dengan pangeran Edward alias Bertie. Minnie dan Alix memiliki hubungan yang sangat erat sehingga wajar jika keduanya ingin sering bertemu. Sementara di Denmark, Nicky bertemu dengan kakek nenek dan keluarga besar lain. Sekali berlayar, orang tua Nicholas membawa 100 asisten dan seekor sapi perah sehingga Nicholas dan keempat adiknya mendapat susu segar setiap hari. Nicholas sekeluarga hidup relatif damai meskipun sang kakek, kaisar Alexander II kerap mendapat percobaan pembunuhan. Nicky merupakan pria yang rendah hati dan juga berhati lembut. Hingga pada 13 Maret 1881, kakek Nicholas dibawa ke istana dalam kondisi terluka parah akibat serangan bom. Satu kakinya sobek, satu lagi hancur. Wajah dan kepalanya penuh luka. Satu matanya terkatup dan satu lagi terbuka namun tidak ada reaksi. Darah mengucur deras. Tiga dokter yang hadir tidak mampu berbuat apapun. Ibunda Nicky tergesa-gesa datang sambil memegang sepatu es. Kakek Nicholas meninggal dunia dikelilingi oleh keluarga besar termasuk Nicholas sendiri. Pada hari yang sama, ayah Nicholas menjadi kaisar Alexander III. Ibunda Nicky merasa tak ada lagi kedamaian sebab terus khawatir dengan keselamatan ayah Nicky. Keluarga Nicholas kemudian pindah ke istana Gatchina. Meski Gatchina megah dan besar, Sasha lebih memilih bangunan bekas ditinggali oleh pegawai. Bangunan itu memiliki atap yang rendah namun di sana Sasha merasa aman. Di luar bangunan, Nicky sekeluarga dijaga ketat oleh polisi. Di dalam rumah, Sasha belajar memainkan banyak alat musik. Berbeda dengan negara sendiri, ayah Nicky merasa bebas di negara Denmark. Di sana, Sasha bahkan berjalan seorang diri ke tengah kota dan berbincang dengan penduduk tanpa membongkar identitas dirinya. Di tengah keluarga kerajaan Denmark, Sasha mendapat posisi informal sebagai ketua klub sepeda. Penunjukan ini seperti lelucon sebab Sasha memiliki tubuh besar dan tinggi, tentu terlalu berat kalau harus naik sepeda. Sasha pura-pura marah, tentu dengan bercanda. 

Keluarga Hampir Tewas
Pada 29 Oktober 1888, Nicky bersama kedua orang tua dan semua adiknya mengalami kecelakaan kereta api. Kereta yang mereka tumpangi keluar dari rel dan terbalik. Beruntung semua anggota keluarga Nicky tak ada yang tewas. Adik bungsu Nicky bernama Olga terlempar keluar gerbong, kemudian berteriak "mereka datang hendak membunuh kita semua" Sebanyak 22 penumpang lain menjadi korban tewas. Ayah Nicky yang terkenal sangat kuat, memaksakan diri mengangkat gerbong agar Nicky sekeluarga bisa keluar untuk menyelamatkan diri. Tak jelas apakah kecelakaan kereta itu diakibatkan kereta melaju terlampau cepat, atau karena upaya pembunuhan keluarga kerajaan. Konon akibat dari mengangkat gerbong itu, ginjal ayah Nicky terkena dampak. 


Nicholas Hampir Tewas 
Saat berkunjung ke Otsu, Jepang pada 11 Mei 1891, Nicky ditebas pedang oleh Tsuda Sanso, salah satu polisi yang mengawal Nicky. Tebasan pertama menggores dahi kanan Nicky sepanjang 9 centimeter. Tebasan kedua berhasil ditangkis oleh pangeran Yunani, George menggunakan tongkat kayunya. George merupakan saudara sepupu dari Nicholas. Seandainya George tidak bergerak cepat, bisa jadi nyawa Nicholas melayang. Setelahnya, Tsuda hendak melarikan diri namun ia berhasil dikejar dan ditangkap oleh dua penarik becak. Nicholas dibawa ke Istana Kerajaan Kyoto untuk pemulihan. Perdana menteri Jepang Matsukata Masayoshi menyarankan kaisar Meiji untuk segera menjenguk Nicholas. Matsukata khawatir jika kejadian ini memicu reaksi yang menimbulkan perang. Sementara saat itu kondisi Jepang belum sekuat Russia. Kaisar Meiji menyesalkan sikap Jepang yang kurang ramah terhadap tamu negara. Banyak masyarakat Jepang bereaksi positif dan mengirim doa buat Nicky agar lekas pulih. Meski demikian, Nicky ingin segera kembali ke Russia. Di pengadilan, Tsuda beralasan mengira Nicky adalah mata-mata dari Russia. Dua minggu setelah insiden, Tsuda dihukum penjara seumur hidup. Namun pada September 1891, Tsuda meninggal dunia. Tsuda disebut terkena radang paru, namun ada bocoran bahwa Tsuda dibiarkan mati kelaparan selama di penjara.

Kekasih Hati
Tahun 1890, Nicky menjalin kasih dengan pebalet Russia bernama Mathilde Kschessinska. Nicky mengenal Mathilde setelah pertunjukan balet di depan ayah Nicky dan keluarga kerajaan. Hubungan ini berlangsung selama tiga tahun. Sebagai pewaris tahta, Nicky tidak diijinkan untuk menikahi Mathilde. Meski kemudian Nicky memutus hubungan dari Mathilde, namun Mathilde tidak lepas dari keluarga kerajaan begitu saja. Pebalet ini menjalin kasih dengan Sergei Mikhailovich. Sergei sendiri merupakan adik sepupu Sasha, ayah Nicky. Pada saat yang bersamaan, Mathilde juga menjalin kasih dengan adik sepupu Nicky yaitu Andrei Vladimirovich. Pada 1902, Mathilde melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Vladimir alias Vova. Kemungkinan besar ayah Vova adalah Andrei. Setelah terjadi Revolusi Russia, Mathilde mengungsi ke Perancis. Pada tahun 1921, Mathilde dan Andrei menikah. Andrei wafat pada tahun 1956. Sementara Mathilde memiliki usia yang sangat panjang dan wafat di usia 99 tahun.

Menikah
Nicky memilih Alexandra, putri Hesse & Rhine alias Alix. Alix bukan orang asing bagi Nicky. Mereka sudah pernah bertemu pada tahun 1884, tepatnya saat paman Nicky yang bernama Sergei Alexandrovich menikah dengan kakak kandung Alix yang bernama Elisabeth alias Ella. Semula Alix menolak dilamar oleh Nicky sebab ia enggan pindah agama. Namun kaisar Jerman Wilhelm II yang juga kakak sepupu Alix mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi Alix untuk menerima lamaran Nicky dan pindah agama. Hal yang sama persis sudah pernah dilakukan oleh kakak Alix yaitu Elisabeth. Nicky dan Alix bertunangan pada 20 April 1894. Pilihan Nicky tidak disambut positif oleh ibunda Nicky, Minnie. Minnie berpendapat bahwa Alix itu aneh, tidak akan sanggup membawa peran besar sebagai calon permaisuri Russia. Kaisar Wilhelm II menyarankan agar Nicky menikahi adik kandungnya, Margaret. Nicky bersumpah akan menjadi biarawan jika ia diharuskan menikahi Margaret. Nicky juga mengatakan tidak akan menikah kalau ia tidak bisa memperistri Alix .Di waktu yang hampir bersamaan, Sasha jatuh sakit akibat gagal ginjal. Ayah Nicky menjalani pemulihan di villa kerajaan di Livadia. Pada 22 Oktober 1894, Nicky mengajak Alix menemui sang ayah. Dalam kondisi terbaring dan berseragam, Sasha merestui Nicky dan Alix untuk menikah. Sasha wafat pada 1 November 1894. Nicky merasa tidak siap menjadi seorang kaisar. Nicky berujar kepada adik ipar yang juga masih kerabatnya, adipati agung Alexander, "aduh aku tidak mau menjadi seorang kaisar.  Aku harus berbuat apa? Aku bahkan tidak tahu bagaimana harus berbicara dengan para petinggi. Apa yang akan terjadi pada diriku dan Russia?" Semula pernikahan Nicky dan Alix direncanakan pada musim semi tahun 1895. Namun kemudian Nicky memajukan hari pernikahan. Jadi Nicky dan Alix menikah hanya seminggu setelah ayahnya dimakamkan.

Lima Anak
Selama tujuh tahun setelah menikah, Nicky dan Alix dikaruniai empat anak perempuan. Mereka adalah Olga, Tatiana, Maria dan Anastasia. Alix membagi keempat anak perempuannya dengan sebutan Pasangan Besar (Olga dan Tatiana) dan Pasangan Kecil (Maria dan Anastasia). Keempatnya selalu berpakaian sama. Akhirnya pada tahun 1904, lahir anak laki-laki yang diberi nama Alexei. Namun kebahagiaan Nicky sekeluarga terganggu setelah mengetahui Alexei ternyata mengidap hemofilia. Penyakit itu diturunkan oleh ratu Inggris Victoria melalui nenek Alexei bernama putri Alice dan kemudian ibunda Alexei yaitu Alix. Anak ketujuh ratu Victoria yang juga paman Alix bernama Leopold wafat pada tahun 1884 di usia 30 tahun akibat penyakit ini. Leopold menurunkan penyakit ini ke anak perempuannya, Alice. Bahkan kakak Alix yang bernama Friedrich wafat di usia 2 tahun setelah mengalami pendarahan otak akibat terjatuh dari lantai dua rumah mereka. Alix menjadi paranoid terhadap keselamatan Alexei. Hal ini wajar sebab meski hanya tergores, terbentur atau mimisan, nyawa Alexei bisa terancam.

Penyakit Hemofilia di Keluarga Kerajaan Eropa dan Russia
 Pendarahan tidak dapat berhenti bisa mengakibatkan kematian. Oleh karena itu, gerak Alexei dibatasi. Ia setiap saat ditemani oleh dua pegawai istana pria secara bergantian. Jika anak-anak seusianya bisa terjun ke danau untuk berenang dengan bebas, maka Alexei harus cukup puas hanya dengan mengkomando mereka dari atas. Pembuluh darah dalam di bagian lutut Alexei sering pecah, apalagi jika mengalami benturan atau goncangan. Darah yang keluar di dalam kemudian diserap oleh urat di sekitar lutut. Akibatnya lutut Alexei membengkak hingga sebesar buah apel dan menekan syaraf di sekitarnya. Jika sudah menekan syaraf, Alexei sering kesakitan dan tidak bisa berjalan. Di acara peringatan 300 tahun berdirinya dinasti Romanov, Alexei terlihat digendong oleh pria bertubuh besar dan tinggi. Mengapa penyakit hemofilia tidak menyerang perempuan? Perempuan yang menderita hemofilia hanya menjadi pewaris dan akan menurunkan secara acak kepada anak-anak mereka. Kromosom yang diserang penyakit ini adalah "X". Perempuan memiliki dua kromosom "X". Jika salah satu kromosom "X" terdampak, namun perempuan masih memiliki satu lagi kromosom "X" yang masih sehat. Sementara laki-laki hanya memiliki satu kromosom "X" dan sisanya adalah "Y". Kakak Alexei yang menjadi pewaris dan pembawa penyakit ini adalah Adipatni Agung Anastasia. 

Image result for tsar nicholas family color | Romanov family ...
Belakang : Maria dan Alix
Depan : Tatiana, Nicky, Anastasia, Alexei, Olga.


Kontroversi 
Setelah para dokter kerajaan tidak ada yang bisa memulihkan Alexei, Alix mengalihkan diri dengan berdoa hampir setiap hari selama berjam-jam. Pada musim semi 1907, Alexei mengalami pendarahan dalam. Entah ide siapa sehingga memanggil seorang pria bernama Grigory Rasputin. Rasputin adalah pendeta dan juga bisa disebut sebagai dukun yang dipercaya bisa mengobati penyakit. Rasputin ternyata mampu menghentikan pendarahan internal Alexei. Esok harinya, Alexei pulih. Asisten Alix yang bernama Anna percaya bahwa Rasputin memiliki kekuatan ajaib. Dokter yang merawat Alexei tidak menyalahkan Alexandra yang percaya pada Rasputin.  Tanggal 5 September 1912, Nicky mengajak Alix dan kelima anak mereka untuk mengunjungi villa untuk berburu di hutan Bialowieza. Alexei terluka akibat melompat ke perahu. Memar langsung muncul di pangkal paha Alexei. Beruntung seminggu kemudian memar itu mengecil. Pada pertengahan September, Nicky sekeluarga pergi ke Spala. Perjalanan dengan kereta kuda itu berguncang sehingga memar Alexei yang sedang pulih tiba-tiba memburuk. Alexei menderita demam dan detak jantungnya melemah. Setelah seminggu, kondisi Alexei semakin kritis. Alexei berpesan kepada sang ibu "jangan lupa membangun monumen kecil di makamku" Alix meminta bantuan asisten perempuan yang bernama Anna Vyrubova untuk mengirim telegram kepada Grigory Rasputin. Rasputin segera membalas bahwa Alexei akan sembuh dan meminta dokter untuk tidak terlalu mengganggu Alexei. "Tuhan sudah melihat air matamu, dan mendengarkan doamu. Si kecil tidak akan meninggal." Keesokan hari, kondisi Alexei tidak mengalami perubahan. Namun Alexandra tidak menunjukkan kegelisahan sebab ia merasa termotivasi oleh pesan Rasputin. Pada 19 Oktober 1912, Alexei mulai pulih dan memarnya sudah lenyap. Meski banyak orang tak menyukai Rasputin, namun Alix selalu membela. Alix mengatakan bahwa mereka membenci Rasputin sebab Rasputin disayangi keluarga kerajaan. Nicky tak tega melarang kehadiran Rasputin. Nicky tak ingin Alexei meninggal di hadapan ibunya dan ia akan merasa bersalah seolah seperti pembunuh anak sendiri. Tentang teknik apa yang digunakan oleh Rasputin untuk mengobati Alexei. Putri Rasputin yang bernama Maria mengatakan bahwa ayahnya menggunakan teknik semacam tenaga dalam (seperti pengobatan Reiki di jaman sekarang). 

Rasputin Tewas
Anggota kerajaan yang terdiri dari Felix Yusupov (menantu dari adipatni agung Xenia. Xenia adalah adik Nicky), adipati agung Dmitri Pavlovich (adik sepupu Nicky) dan politikus Vladimir berkesimpulan bahwa pengaruh Rasputin terhadap Alix merupakan ancaman bagi kelangsungan kerajaan Russia. Mereka bertiga merencanakan pembunuhan terhadap Rasputin. Entah bagaimana mereka bertemu Rasputin, yang jelas hasil autopsi menyebut Rasputin tewas akibat tiga tembakan.  Jasad Rasputin dibuang di sungai sudah dalam kondisi tewas. Hal ini diperkuat hasil autopsi yang tidak menemukan air di dalam paru Rasputin. Semula hanya sepatu Rasputin yang ditemukan. Jasadnya ditemukan beberapa hari kemudian. Versi detik terakhir hidup Rasputin hanya bisa diperoleh dari Felix sendiri, meski tak jelas benar tidaknya. Felix mengundang Rasputin datang ke istana Yusupov. Keluarga Felix memang salah satu konglomerat di Russia pada jaman itu. Di dalam istana sudah disediakan kue dan minuman anggur yang sudah diisi sianida. Rasputin menghabiskan semua namun tak ada reaksi apapun. Felix meminta Rasputin menghadap ke arah salib sambil mengucap doa. Dari belakang, ia menembak punggung Rasputin. Felix beranggapan Rasputin telah tewas, ia segera naik ke atas bertemu dengan beberapa rekannya. Namun ia mendengar suara gaduh di bawah, ia kembali turun. Ternyata Rasputin masih hidup dan disebut hendak menyerang dirinya sehingga terpaksa melepaskan satu tembakan jarak dekat yang mengenai dahi Rasputin.

Penjarahan Memicu Turun Tahta
Angkatan bersenjata Russia merekrut 15 juta petani dan pekerja kebun untuk dijadikan tentara perang. Tetapi 1,7 juta tentara harus gugur dalam Perang Dunia I. Akibat dari sedikitnya pekerja di sektor bahan pangan dan ditambah musim dingin parah, masyarakat Russia mulai krisis makanan dan kelaparan. Pada 23 Februari 1917 di Petrogad, masyarakat lokal menjarah toko-toko untuk mengambil makanan dan kebutuhan lain. Sementara para polisi mulai menembaki penjarah dari atap-atap bangunan. Situasi sangat kacau. Menteri dalam negeri Alexander membohongi sang kaisar dengan menyebut bahwa situasi sudah terkendali. Saat itu Nicky berada 800km dari Petrogad, ia tak bisa langsung mengetahui apa yang terjadi. Nicky meminta Laksamana Nilov untuk memberitahu yang sebenarnya, dibantu oleh Jenderal Tsabel. Nicky sempat marah besar namun segera mereda. Para kabinet kerja meminta Nicky kembali ke kota untuk mengundurkan diri. Nicky resmi mengundurkan diri pada 15 Maret 1917.  Semula ia memilih Alexei untuk menggantikan dirinya. Kemudian ia mengubah menjadi Michael, adik laki-lakinya. Michael menolak menjadi kaisar. Beberapa hari setelah mengundurkan diri, Di Moghilev Nicky sarapan bersama ibunya, Dagmar, selama tiga hari berturut-turut. Setelah sarapan, mereka berbincang hingga berjam-jam. Itu adalah pertemuan terakhir Nicky dengan ibunya.

Tahanan Di Tsarskoe Selo
Pada 9 Maret 1917, Nicky berangkat ke istana Alexander di Tsarskoe Selo dan tiba jam 11:30 siang. Istana Alexander telah dikuasai oleh penjaga utusan Bolsheviks. Keluarga Nicky sehat kecuali Maria yang baru saja terserang campak. Nicky merasa orang-orang yang dulu ia percaya dan dekat, mulai berpaling dan menusuk dirinya. Selama beberapa hari ke depan, kondisi Maria mengalami demam tinggi. Anastasia menderita sakit telinga dan juga demam namun tidak setinggi Maria.  Ibadah hari Minggu, Nicky hanya bisa ke gereja bersama Olga, Tatiana dan Alexei. Esoknya, demam Maria dan Anastasia sudah kembali normal. Perlahan tapi pasti, Pasangan Kecil sudah mulai pulih namun giliran Olga yang jatuh sakit. Rambut empat adipatni ini rontok sehingga harus dipangkas. Alexei juga ikut dipangkas untuk solidaritas. Pada 7 April 1917, Nicky sekeluarga resmi menjalani tahanan rumah. Nicky sudah tidak bisa berkomunikasi dengan ibunya. Ia hanya bisa membaca berita tentang ibunya di koran namun Nicky menganggap berita itu bodoh dan mengundang amarah. Setelah tidak lagi menjadi kaisar, Nicky memiliki banyak kesempatan untuk berkumpul bersama anak-anak. Di situ ia menyadari bahwa pendidikan Alexei kurang memadai. Ia memutuskan untuk mengajarkan sejarah dan geografi setiap hari kepada Alexei. Sementara Alix mengajarkan agama dan bahasa Jerman. Nicky yang menyukai kegiatan fisik diperbolehkan jalan ke taman dua kali dalam sehari. Pertama antara jam 11 hingga 12 siang. Kedua jam 2.30 hingga 5 sore. Selain jalan, Nicky dan anak-anak yang menemani juga membersihkan salju dan memecah bongkahan es. Nicky memutuskan untuk membuat lahan yang akan ditanami sayuran dan bunga. Nicky merasa senang diperbolehkan bersepeda dan berperahu. Sesekali ia memotong kayu untuk perapian. Jika di dalam rumah, Nicky memilih membaca atau membacakan buku untuk anak-anak. Nicky sekeluarga didampingi puluhan pengurus rumah tangga mereka yang setia. Di antaranya adalah Nagorny (pria yang menjaga Alexei), asisten rumah tangga Anna Demidova, koki Ivan Khemodurov, asisten koki Leonid Sednev, pegawai Trupp, dokter Eugene Botkin, dokter Derevenko, pelayan wanita Anastasia Hendrikova, guru bahasa Russia Catherine Schneider, jendral Ilya Tatischev/Valya, pelayan kaisar Terentiy Chemodurov, penasihat militer kaisar pangeran Vasily Alexandrovich Dolgorukov, pelayan Aleksei Volkov dan guru bahasa Perancis Pierre Gilliard. Menjadi tahanan, Nicky dan keluarga tidak diperbolehkan memiliki senjata. Senapan mainan milik Alexei disita dan ia menangis. Jenderal Kobilinsky yang menjaga berusaha mengembalikan ke Alexei. 

Rencana Diungsikan Yang Gagal
Petinggi Bolsheviks merasa cemas mengetahui kediaman Nicky begitu dekat dengan pusat pemerintahan. Mereka berencana mengungsikan Nicky ke Eropa. Namun mereka tidak mungkin memilih Jerman sebab saat itu Jerman sedang berperang dengan Russia. Maka pilihan jatuh ke Inggris, negara yang dipimpin oleh kakak sepupu Nicky yaitu raja George V.  George semula sudah menerima dan menyetujui akan memberikan perlindungan politik bagi Nicky sekeluarga. Namun ternyata masyarakat Inggris protes sebab mereka antipati terhadap segala sesuatu berhubungan dengan Jerman. Hal ini tentu istri Nicky yaitu Alix yang lahir di Jerman dan memiliki saudara di Jerman. Mereka menganggap Alix adalah mata-mata Jerman di Inggris. Nicky mendapat informasi dari PM Kerensky bahwa mereka akan dipindah ke kota lain. Nicky berkeinginan pindah ke Crimea namun PM Kerensky menganggap perjalanan dari Tsarskoe Selo ke Crimea terlampau berbahaya. PM Kerensky memutuskan sendiri bahwa Nicky sekeluarga akan dipindah ke Tobolsk, Siberia. PM Kerensky meminta Nicky sekeluarga untuk berkemas. Sebelum berangkat, PM Kerensky membawa Misha untuk bertemu Nicky dan keluarganya. Pertemuan yang diakhiri dengan pelukan sangat lama itu akan menjadi yang terakhir bagi mereka.


Kemana Perginya Misha
Pada April 1918, adik Nicky yang akrab disapa Misha ini bersama sekretaris pribadinya Nicholas Johnson dan dua asisten laki-laki dipindah ke kota Perm, sebelah barat Russia. Pada 13 Juni 1918, Michael dan Nicholas ditembak. Misha tidak langsung tewas, ia masih mampu merangkak mendekati Nicholas yang sudah terluka. Saat itulah penjaga melepaskan tembakan jarak dekat ke Misha hingga tewas. Hingga kini, belum diketahui keberadaan jasad Michael dan Nicholas. Beberapa tim sudah berusaha melakukan pencarian, terutama pada tahun 2013 dan tahun 2014. Namun tidak membuahkan hasil. Michael menjadi anggota kerajaan pertama yang tewas dibunuh namun bukan yang terakhir. Istri Michael yang bernama Natalia Brasova berhasil melarikan diri dan tinggal di Perancis bersama putra semata wayang mereka, George. George tewas dalam kecelakaan lalu lintas pada tahun 1931. Natalia wafat pada tahun 1952. 


Tahanan di Tobolsk
Setiba di Tobolsk, Nicky sekeluarga tetap didampingi oleh puluhan pengurus rumah tangga mereka. Ini termasuk istri dan anak Ivan Kharitonov. Semua mendiami rumah gubernur dari tanggal 25 Agustus 1917 hingga Mei 1918.  Rumah gubernur itu tidak terurus. Toilet yang di bawah penuh buangan dari toilet di atas. Nicky dan keluarga menghindari menggunakan kamar mandi dan toilet atas. Ini disebabkan karena septic tank berukuran kecil dan tidak ada yang mau membersihkan. Pada akhir September 1917, Alexander Kerensky memproklamirkan Russia sebagai negara republik. Nicky sekeluarga diperbolehkan beribadah di gereja terdekat. Ia juga diperbolehkan berada di taman depan rumah untuk memotong kayu bakar. Sementara anak-anak Nicky bermain tennis lapangan atau ayunan. Pertengahan Oktober 1917, dr Botkin mendapatkan surat dari Kerensky yang memperbolehkan Nicky sekeluarga berjalan-jalan di kota. Namun penjaga bernama Pankratov melarang dengan alasan demi keselamatan Nicky sekeluarga. Semua tahanan marah kepada Pankratov. Pada 21 Oktober 1917, seorang guru wanita bernama Klavakia Mikhailovna Bitner tiba di rumah gubernur untuk kemudian memberi pelajaran kepada anak-anak Nicky. Nicky mencoba mengirim surat kepada ibunya pada 9 November 1917. Pada 23 Desember 1917, Nicky akhirnya menerima surat balasan dari ibunya. Surat yang ditulis di villa Aitodor, Crimea pada 4 Desember 1917 itu merupakan pertama setelah sekian lama dan juga akan menjadi yang terakhir. Ibunda Nicky menyebut bahwa Misha/Michael juga mengirim surat kepadanya menceritakan pertemuan di Tsarskoe Selo sebelum Nicky berangkat ke Tobolsk. Tiga hari menjelang natal, Nicky sekeluarga merayakan ulang tahun Anastasia secara ibadah di gereja. Sepulang gereja, Nicky sibuk membuat perosotan dari gunung salju dan seluncur. Para penjaga dari resimen ke-4 setidaknya menyenangkan hati Nicky sebab mereka ramah dan memperlakukan keluarga Nicky dengan hormat. Alexei mengajak mereka bermain catur pada malam hari. Begitu penjaga resimen ke-4 pergi, hari menjadi kurang menyenangkan bagi Nicky sekeluarga. Penjaga pengganti menghancurkan perosotan sebab mereka melarang anak-anak bermain dengan itu. Pada 28 Februari 1918, makanan dan minuman yang dianggap mewah mulai dihilangkan dari menu Nicky sekeluarga. Mengetahui hal itu, penduduk Tobolsk dengan sukarela menyumbang telur, kopi, mentega, daging, kue dan lainnya untuk Nicky sekeluarga. Nicky terharu. Pada pertengahan Mei 1918, Bolsheviks mengirim Yakovlev menemui Nicky. Yakovlev sekilas tampak menghormati sang bekas kaisar bahkan menanyakan kondisi sekeluarga selama ditahan di rumah gubernur. Sambil setengah berlari, Yakovlev memeriksa ke seluruh rumah. Yakovlev kemudian meminta Nicky untuk segera berkemas, namun tidak disebutkan kemana. Semula jenderal Kobilinsky keberatan sebab ia bertekad selama masih hidup, ia tak ingin membiarkan Nicky dan keluarganya disakiti. Namun Yakovlev menunjukkan surat perintah dari pusat/Lenin sehingga Kobilinsky tak punya pilihan lain. Yakovlev memutuskan bahwa Alexei untuk sementara ditinggal sebab ia sedang sakit. Nicky diperbolehkan membawa orang lain. Alix meminta Maria untuk ikut, sementara Olga, Tatiana dan Anastasia menemani Alexei. Tentu ditemani pengurus rumah tangga yang tidak ikut. Nicky sekeluarga dan para pengurus rumah tangga berkumpul di ruang tengah terharu dan mengucap selamat tinggal. Nicky memeluk pegawai pria dan Alix memeluk pegawai wanita. Malam hari sebelum keberangkatan dilewati dengan kesedihan. Tak ada satupun keluarga Nicky yang tidur.


Perjalanan Jauh Ke Ekaterinburg
Di atas kereta, Nicky duduk berdua dengan Yakovlev. Alix duduk dengan Maria. Mereka ditemani oleh dr Botkin yand duduk bersama pangeran Vasily, kemudian asisten rumah tangga Anna Demidova, koki Ivan Khemodurov dan pelayan anak-anak perempuan Nicky, Ivan Sednev. Iring-iringan ini diikuti oleh delapan tentara, delapan pria dan sejumlah pasukan berkuda. Udara Jumat subuh jam 4 pagi itu dingin dan hembusan angin yang tak enak. Jalanan tak mulus sebab penuh dengan bongkahan es. Sepanjang perjalanan mereka harus berganti kuda empat kali. Sesampai di desa Yevlevo, Nicky dan semua menginap di sebuah rumah besar dan bersih. Berbalut mantel, Nicky bisa tidur nyenyak. Mereka kecuali Yakovlev bangun hari Sabtu jam 4 subuh.  Nicky dan semua meneruskan perjalanan hingga transit pertama di desa Pokrovsky untuk berganti kuda. Setelah meneruskan perjalanan sekian lama, mereka berhenti lagi di desa Borki untuk berganti kuda. Di sini, dr Botkin harus beristirahat sejenak sebab ginjalnya terasa sakit. Sementara itu Nicky minum teh bersama yang lain di gedung sekolah. Nicky dan semua tiba di Tyumen jam 9:15 Sabtu malam dan langsung masuk ke dalam kereta. Minggu jam 11 siang, kereta berhenti sejenak di stasiun Vagai. Nicky dan semua menikmati makanan yang ia sebut sangat nikmat. Nicky terpaksa harus menutup tirai jendela kereta sebab banyak orang yang menonton mereka dengan rasa penasaran. Minggu sore, Nicky menikmati panganan dan teh. Senin harinya, Nicky masih belum tahu kemana mereka akan dibawa pergi. Namun ia senang diperbolehkan jalan-jalan keluar selama dua jam, bahkan yang kedua kali ia ditemani oleh Yakovlev dengan suasana penuh canda. (Yakovlev diberitahu bahwa Nicky dan semua akan dibawa ke Ekateriburg untuk dieksekusi mati. Yakovlev berusaha mengalihkan tujuan Nicky ke arah pegunungan Samara, tetap menggunakan kereta. Di sana Yakovlev berencana menyembunyikan Nicky dan semua di gunung sampai situasi aman. Begitu mengetahui ini, Lenin menyebut Yakovlev sebagai pengkhianat dan tindakan Yakovlev harus dihentikan segera. Kelak Yakovlev bergabung tentara putih). Hari Selasa jam 8.40 pagi, Nicky dan semua tiba di Ekaterinburg. Setelah menunggu selama 3 jam di dalam kereta, Nicky dan semua di bawa ke rumah Ipatiev. Barang bawaan Nicky dan semua diperiksa ketat oleh penjaga sebelum dibawa masuk ke rumah. Kepala penjaga adalah Avdayev, bekas pekerja pabrik. Ia menyebut Nicky sebagai Haus Darah dan menghasut para penjaga bahwa Nicky menyukai perang dan menembaki para pekerja. Sementara Nicky menjuluki Avdayev sebagai Mata Lobster. Avdayev bertugas selama 12 jam sehari. Namun malam hari, Avdayev tidak tidur di rumah Ipatiev dan tugas kepemimpinan malam hari dipegang oleh wakil pertama, Konstantin Ukraintsev. 

Tahanan di Ekaterinburg
"Rumah yang bagus, bersih" tulis Nicholas di buku hariannya.  Rumah bertingkat dua bernama Ipatiev itu dikelilingi oleh pagar tinggi. Keputusan Lenin, pemimpin Bolsheviks memindahkan eks kaisar Nicholas II dari Tobolsk ke Ekaterinburg bukan tanpa alasan. Di Tobolsk, Nicholas sekeluarga dijaga oleh tentara bekas kerajaan. Sementara di Ekaterinburg dijaga oleh Tentara Merah, terdiri dari bekas pekerja yang pernah dipenjara dan menjalani kerja paksa di bawah rezim kaisar Nicholas II.  Lenin yakin bahwa di Ekaterinburg, Bolsheviks memiliki posisi kuat. Lenin menyebut rumah Ipatiev sebagai Rumah Tujuan. Penduduk Ekateriburg sudah mendengar bahwa bekas kaisar Nicholas II dan keluarganya ditahan di rumah itu. Banyak yang berhenti untuk mengintip namun segera diusir oleh penjaga : "pergi sana, tidak ada apa-apa di sini". Penduduk tak kalah pintar :"kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa kita tidak boleh berdiri di sini? Apa kaisar berada di rumah ini?" Malam harinya, Nicky, Alix dan Maria mengenali Konstantin Ukraintsev. Ia adalah bekas penjaga kerajaan yang menemani adik Nicky yaitu Misha/Michael pergi berburu dan juga bermain dengan adik perempuan Nicky yaitu Olga Alexandrovna. Alix berbincang lama dengan Konstantin. Maria mengirim surat tentang Konstantin kepada saudarinya :"Konstantin banyak bercerita tentang hal-hal menarik dalam hidupnya". Selama Mata Lobster alias Avyadev berjaga, kehidupan Nicky dan semua menjadi sulit. Saat mereka di kamar mandi dan WC, penjaga kerap mondar mandir mengamati setiap gerakan. Mereka juga merokok di dalam rumah. Untungnya setelah tiga hari, para penjaga dipindah ke lantai satu. Rumah Ipatiev rupanya bermasalah pada listriknya sehingga membuat lampu di rumah kerap padam. Sesekali Nicky dan semua makan hanya diterangi cahaya lilin yang dimasukkan botol. Nicky diperbolehkan berjalan-jalan di taman rumah. Sama seperti di istana Alexander Tsarskoe Selo, ia juga membuat lahan untuk ditanami sayur-mayur.

Kehidupan Tidak Menyenangkan
Pada awal Mei 1918, Konstantin menyampaikan telegram dari Olga di Tobolsk kepada Nicky. Itu adalah hari terakhir bagi Konstantin di rumah Ipatiev. Esoknya, datang pasukan penjaga baru yang dilengkapi dengan senapan dan pedang. Alasan Konstantin diberhentikan bisa jadi karena atasan Konstantin mengetahui kedekatannya dengan keluarga kerajaan. Ini diperoleh dari isi surat Maria yang dikirim kepada saudaranya yang masih di Tobolsk. Konstantin digantikan oleh Moskin, pria yang disebut Alix sebagai vulgar dan tidak menyenangkan. Di hari lain, uang Nicky, Alix dan Maria disita. Maria memberitahu saudarinya di Tobolsk :"hampir setiap hari kita mendapat kejutan menjijikkan. Siapa yang mengira akan mendapat perlakuan seperti ini setelah empat belas bulan ditahan?". Mengetahui hal ini, Olga, Tatiana dan Anastasia segera menjahit perhiasan dan batu permata di bawah baju yang mereka pakai. Mereka juga menjahitnya di bawah topi Alexei. Kehidupan di Tobolsk juga mulai tidak menyenangkan sejak penjaga baru bernama Radionov datang menggantikan jenderal Kobolonsky pada 28 April 1918.  Radionov kemudian menghendaki keempat anak Nicky menyusul ke Ekaterinburg sesegera mungkin. Dokter Derevenko menyebut bahwa Alexei masih belum pulih. Radionov juga melihat Alexei hanya bisa duduk tetapi ia tak peduli. Radionov memutuskan mereka harus berangkat pada 16 Mei 1918 namun dokter Derevenko meminta dimundurkan empat hari. Putri dokter Botkin memohon kepada Radionov agar dirinya dan adiknya Gleb diijinkan untuk juga ikut ke Ekaterinburg menyusul sang ayah. Radionov menjawab kasar "kenapa wanita secantik kamu mau menghabiskan hidup membusuk di penjara? Atau bahkan tewas ditembak?"

Anak-Anak Berangkat ke Ekaterinburg
Alexei tidak dapat berjalan dan digendong oleh Nagorny.
Saat Alexei sudah duduk di kereta kuda menunggu untuk berangkat, ia melihat perabotan rumah gubernur juga ikut dikemas dan menunggu diangkut. Alexei mengatakan bahwa perabotan itu bukan milik keluarga kerajaan ataupun milik Radionov. Radionov menjawab "Kalau si empunya tidak ada, semuanya bisa jadi punya kita". Tanggal 20 Mei 1918, Alexei dan saudarinya kemudian naik ke kapal Rus diikuti oleh Radionov. Pengurus rumah tangga yang berada di Tobolsk tetap setia mendampingi mereka berempat. Mereka adalah Nagorny, dokter Derevenko, Anastasia Hendrikova, Pierre Gilliard, Gibbs, jenderal Ilya Tatieschev, Catherine Schneider, Volkov, Sophie Buxoevden, Leonid Sednev, Terentiy Chemodurov dan beberapa asisten rumah tangga lain. Subuh hari, kapal berlabuh di kota Tyumen. Secara kebetulan, putri Grigory Rasputin yang bernama Maria Rasputin juga sedang berada di sana untuk membeli tiket kapal. Dari kejauhan, Maria melihat Alexei dan Anastasia melambai ke arahnya. Maria tidak bisa mendekat ke kapal mereka sebab dilarang oleh penjaga. Itu adalah terakhir kalinya Maria melihat mereka. Kapal Rus membawa mereka menuju ke Tyumen. Sesampai di Tyumen, perjalanan lanjut lagi dengan kereta api menuju ke Ekaterinburg. Sesampai di rumah Ipatiev pada 23 Mei 1918, Alexis dalam kondisi kesakitan di kaki. Tak semua pengurus rumah tangga diperbolehkan tinggal di dalam.  

Beberapa Pegawai Setia Mulai Diungsikan
Empat hari setelah berkumpul kembali di rumah Ipatiev, Ivan Sednev dan Nagorny dibawa keluar dengan paksa. (Saya sudah menceritakan kisah Nagorny dan pegawai setia keluarga Nicholas II di bagian lain, silahkan dibaca jika berkesempatan). Pada 1 Juni 1918, keduanya ditembak mati dari belakang. Jasad mereka ditinggalkan untuk kemudian ditemukan setengah membusuk oleh para biarawati. Nicholas sekeluarga tentu tidak mengetahui hal ini.

Kehidupan terakhir di Ekaterinburg
 Seperti apa yang diinginkan Lenin, para penjaga di rumah Ipatiev sama sekali tak memiliki hormat kepada bekas kaisar dan keluarganya. Pada dinding kamar mandi, para tentara menulis olok-olok hubungan Alexandra dengan Grigory Rasputin. Penjaga juga mengecat gambar-gambar asusila.  Setiap pagi, mereka mengawali dengan berdoa. Kemudian Nicholas dan kelima anaknya keluar rumah untuk berjalan. Namun kegiatan itu hanya dibatasi satu jam saja. Saat Nicholas menanyakan, Tentara Merah menjawab "supaya lebih tampak seperti penjara buatmu". Saat malam tiba, para tentara yang berjaga bernyanyi lagu-lagu jorok atau tentang kematian bagi bekas keluarga kerajaan. Ini disaksikan sendiri oleh bekas pegawai Nicholas yang bernama Terentiy Chemodurov. Terentiy nanti akan diungsikan keluar rumah sebelum Nicholas dan keluarganya dieksekusi. Sementara Ilya Tatieschev dan pangeran Vasily dibawa dari rumah untuk ditahan. Mereka berdua dituduh merencanakan penyelamatan untuk keluarga kerajaan. Tentang makan dan makanan, terjadi banyak perubahan saat mereka menjalani tahanan di Ekaterinburg. Nicky sekeluarga disediakan sangat sedikit protein hewani. Mereka disuguhi sup mentimun, salad buah bit, pai makaroni dan kue beras. Meski makanan yang disajikan berkualitas rendah, namun Nicky tidak pernah mengeluhkan hal ini. Ia mengeluh kalau makanan disajikan terlambat dari biasanya. Dibanding Alix dan kelima anaknya, Nicky termasuk yang paling sehat. Setelah Nicky, Tatiana boleh dikatakan paling sehat dibanding keempat saudaranya. Tapi pada 5 Juni 1918, Nicky menderita wasir. Nicky lebih memilih rebahan daripada harus mengompres. Anak-anak perempuan Nicky menyibukkan diri belajar masak dari Ivan Kharitonov. Malam hari mereka membantu menyiapkan makan, pagi harinya mereka membantu membuat roti. "Lumayan" komentar sang ayah. Karena cuaca semakin panas, Nicky harus meminta ijin untuk membuka jendela. Avyadev dan Moskin ditahan. Mereka digantikan oleh Yakov Yurevsky dan asistennya, Nikulin. Nicky berpendapat bahwa Avyadev dan pasukannya tak hanya menjaga, namun juga merampok mereka. Barang-barang yang ditaruh di gudang belakang kerap dibuka dan dicuri. Hingga suatu hari Yurevsky mengembalikan satu kotak berisi perhiasan milik anak-anak Nicky. Setelah meminta Nicky memeriksa isinya, Nicky kemudian menandatangani kuitansi sebagai bukti. Setelahnya, gudang di belakang disegel. Memasuki minggu kedua Juni 1918, Nicky mulai mengurangi menulis di buku hariannya. Ia sempat gembira akhirnya bisa memanen dan memakan sayuran hasil kebunnya.  

Hari-Hari Terakhir
Pada 13 Juli 1918, untuk pertama kalinya Alexei mandi di rumah Ipatiev. Meski sudah merasa baik, kaki Alexei tidak bisa ditekuk. Nicky juga tidak mendengar kabar apapun dari luar. Itu juga menjadi hari terakhir Nicky menulis di buku hariannya. Nicky dan keluarganya tidak pernah disidang atau diberitahu perihal rencana eksekusi. Yakov Yurevsky adalah pria yahudi yang lahir di Siberia. Ia sempat pindah ke Jerman dan memeluk agama Lutheran (Kristen) sebelum kembali lagi ke Russia untuk menekuni profesi fotografi. Selama perang dunia I, Yakov bekerja sebagai asisten di rumah sakit. Saat revolusi russia mulai, ia aktif dalam pergerakan di garis depan.

Eksekusi
Lewat tengah malam pada 17 Juli 1918, dr Botkin diminta untuk membangunkan Nicholas dan keluarganya. Saat itu dokter Botkin sedang menulis surat untuk saudara laki-lakinya. Dalam surat itu, Dr Botkin seolah merasakan firasat aneh meski tak menjelaskan gamblang bahwa ia akan tewas. Dua hari sebelumnya, dr Botkin yang sedang membaca tiba-tiba mendapat penampakan samar putranya yang sudah terbaring tak bernyawa (dua putra Botkin  gugur dalam perang dunia I). Lalu sehari kemudian, juga saat sedang membaca, dr Botkin mendengar putrinya memanggil dirinya "papulya..". Dr Botkin yakin itu bukan halusinasi. Isi surat itu cukup panjang namun ia tampak belum selesai saat penjaga mengetuk pintu kamarnya. Setelah bersiap selama 45 menit, Nicholas menggendong Alexei menuruni tangga, diikuti oleh Alexandra, keempat putri mereka, tiga pegawai, satu anjing milik Anastasia bernama Jimmy, satu anjing milik Alexei dan tentu, dr Botkin sendiri. Mereka diarahkan keluar rumah dan masuk lagi ke pintu yang menghubungkan dengan lantai satu rumah. Mereka digiring ke ruang tengah. Komandan Yakov Yurovsky berbohong mengatakan bahwa Tentara Putih (yang pro kerajaan) sudah mencapai Ekaterinburg untuk menyelamatkan mereka. Di ruang tengah, Alix meminta dua buah kursi. Tentara bernama Nikulin keluar untuk mengambil kursi, sambil tertawa mengatakan "si pewaris tahta tampaknya ingin mati di kursi". Setelah dibacakan pernyataan singkat bahwa Nicholas sekeluarga harus dieksekusi, Nicky sekilas memandang Alix dengan heran. Kemudian ia berbalik dan mendekat ke arah Yurovsky "Apa? Apa?" Yurovsky mengulang lagi kedua kali. Yurovsky melepaskan tembakan jarak dekat ke kepala Nicky. Tembakan bertubi-tubi kemudian dilepaskan oleh penjaga lain. Maria berlari menggapai pintu di belakang mereka namun terkena tembakan di paha. Dalam waktu bersamaan, salah satu tentara bernama Alexey Kabanov lari keluar untuk mengecek seberapa keras suara tembakan terdengar di luar. Alexey kemudian masuk lagi, meminta tembakan dihentikan dan memakai cara dengan tusukan pisau atau bayonet. Kebetulan Yurovsky juga terpaksa menghentikan tembakan sebab asap bekas amunisi dan debu dari koyakan dinding maupun atap mengepul di dalam ruangan. Ia membuka pintu dan menunggu hingga asap menghilang. Selama menunggu, mereka mendengar suara erangan. Anna Demidova bahkan berujar "oh terima kasih Tuhan, aku masih selamat". Mendengar itu, salah satu tentara mendatangi Anna yang menangis ketakutan sambil menutup wajahnya dengan bantal. Di dalam bantal itu terdapat sulaman permata. Anna tewas setelah tubuhnya ditusuk bayonet. 

Menghilangkan Jejak
Setelah yakin bahwa semuanya tak bernyawa, Yurovsky mengomando untuk melucuti semua pakaian mereka. Pakaian itu nantinya akan dijadikan bukti bahwa keluarga Nicholas sudah dieksekusi. Mereka menemukan banyak perhiasan berharga yang telah dijahit rapi di bawah pakaian. Menurut Yurovsky, semua anak perempuan Nicky memakai sulaman permata kecuali Maria. Yurovsky menduga karena Maria dianggap terlalu ramah kepada penjaga (nampaknya bukan karena terlalu ramah. Namun karena waktu. Maria adalah satu-satunya yang mengikuti kedua orang tuanya pindah ke rumah Ipatiev dan tinggal di sana selama beberapa minggu sebelum disusul oleh empat saudaranya yang lain). Di bawah topi Alexei juga ditemukan. Di bagian lengan Alix ditemukan jahitan kalung emas tebal dan di bagian lain ditemukan jahitan rangkaian mutiara. Setelah dilepas dan dikumpulkan, total berat perhiasan tersebut adalah 8 kilogram. Itupun ternyata belum seluruhnya sebab beberapa terlepas dan nantinya ditemukan di bekas tambang. Setelah dilucuti, semua jasad dilempar ke dalam bekas tambang. Namun kemudian Yurovsky meminta jasad-jasad tersebut diangkat lagi untuk dipindahkan ke galian yang lebih dalam. Salah satu tentara bersaksi bahwa jasad-jasad yang semula penuh darah itu tampak putih dan halus seperti benda suci. Jasad mereka terbasuh oleh air yang tergenang di dasar tambang. Tinggi air sekitar satu meter. Setelah diangkat, jasad-jasad itu ditutup terpal. Para tentara sudah kecapaian dan juga kelaparan. Beberapa tentara menuju ke perkampungan dan kembali membawa susu dan telur rebus. Saat menguburkan yang kedua, jasad Alexei dan Maria dikuburkan terpisah. Yurovsky menyiram cairan sulfur dengan tujuan menghilangkan bau jenazah.

Makam Tak Bertanda
Seminggu setelah eksekusi, Ekaterinburg berhasil dikuasai oleh Tentara Putih, tentara anti Komunis yang pro kerajaan Romanov. Alexander Kolchak menunjuk investigator bernama Solokov. Solokov menemukan sebuah bekas tambang yang diduga sempat digunakan untuk membuang jasad. Di tambang itu ditemukan banyak benda seperti gigi palsu atas dan kacamata dokter Botkin, pecahan tulang manusia, lemak manusia, korset, kunci, sepatu, berlian, mutiara dan sedikit peluru kosong. Tidak ditemukan pakaian sama sekali. Hal ini sesuai dengan penuturan komandan Yurovsky yang menyebut semua pakaian telah dibakar. Jasad anjing milik Anastasia juga ditemukan di dalamnya. Sementara anjing milik Alexei lolos dari pembunuhan dan dibawa oleh tentara Inggris dari Angkatan Intervensi Sekutu menuju ke Windsor, Inggris. Saat ban mobil fiat milik Solonov terbenam di lumpur, Solonov mengambil foto sebagai bukti. Ia tidak sadar bahwa di bawah persis merupakan kuburan dua anak Nicky yaitu Maria dan Alexei. Sebelum selesai dengan investigasinya, Solonov wafat akibat serangan jantung pada tahun 1924.

Reaksi Ibunda Nicky
Kabar eksekusi Nicky sekeluarga disampaikan kepada Minnie. Namun ia tak ingin mempercayai. Ia yakin bahwa Nicky sekeluarga berhasil meloloskan diri dari Russia namun Bolsheviks berusaha menutupi. Keyakinan ini dibawa Minnie sampai ia wafat pada tahun 1928. Akan tetapi putri bungsunya yang bernama Olga yakin bahwa beberapa tahun sebelum wafat, di dalam hati ibunya sudah menerima kenyataan tentang Nicky sekeluarga. Surat-surat antara Minnie dengan putra sulungnya banyak yang hilang. Namun ada satu surat yang masih ada, tertulis "Kamu tau bahwa pikiran dan doaku tak pernah meninggalkanmu. Aku memikirkan kamu siang malam & terkadang terlampau menyakitkan sampai aku pikir aku tak mampu bertahan. Tetapi Tuhan maha pengasih. DIA akan memberi kita kekuatan melewati cobaan berat ini". Nicky adalah anak laki-laki terakhir Minnie yang meninggal dunia sebelum dirinya. Minnie diselamatkan oleh sang kakak tercinta, Alexandra yang mengirim kapal HMS Marlborough pada April 1919 (Baca Kisahnya di Blog ini, Berjudul : Menyelamatkan Keluarga Kerajaan Russia). Semula Minnie tinggal di Sandringham, Inggris bersama Alexandra. Kemudian ia kembali ke Denmark dan tinggal sementara bersama sang keponakan, raja Denmark Christian X. Suatu waktu, Christian X memprotes sang tante yang selalu menyalakan semua lampu sepanjang hari : "supaya Nicky tahu bahwa aku selalu menunggu dia pulang"

Jasad Ditemukan
Pada 1979, kerangka Nicholas II dan semua yang terbunuh ditemukan. Namun setelah diteliti, ternyata jasad Maria dan Alexei tidak di antaranya. Pada tahun 1998, jasad mereka dimakamkan di katedral Peter dan Paul di Santo Petersburg, Russia. Pemakaman itu tak hanya dihadiri oleh keluarga Romanov, cucu mendiang pegawai dan juga Michael, pangeran Kent, namun juga dihadiri oleh presiden Boris Yeltsin dan istri. Presiden Boris menyebut pembunuhan tersebut merupakan episode paling memalukan di Russia. Pada Agustus 2007, kerangka yang diduga Maria dan Alexei ditemukan. Lokasi penemuan ini tak jauh dari lokasi pertama. Pada 2015, tes DNA memastikan bahwa memang benar kedua jasad itu Maria dan Alexei. Kedua jasad itu relatif hancur bahkan hanya bersisa sedikit kerangka. Ditemukan cairan sulfur dan bekas bakar. Hingga kini Maria dan Alexei belum dimakamkan di katedral. Mengapa kerangka Alexei dan Maria ditemukan terpisah. Menurut pengakuan para eksekutor, mobil yang membawa jasad Nicholas sekeluarga mengalami hambatan di jalan berlumpur. Agar bisa keluar dari lumpur, muatan pun dikurangi. Secara acak, eksekutor menurunkan dua jenazah yang ternyata adalah Maria dan Alexei. Keduanya dimakamkan di tempat berlumpur tersebut.