Wednesday, January 22, 2020

Aktor Indonesia Yang Memiliki Keluarga Broken Home


  1. Aksan Sjuman. Profesi pria yang lebih dikenal Wong Aksan ini lebih kepada penyanyi. Ia adalah kedua pertama dari dua bersaudara mantan pasangan Sjumandjaja dengan Farida Oetoyo. Aksan sendiri bercerai dari Titi (kemudian menjadi Titi Radjobintang).
  2. Anjasmara. Suami Dian Nitami sekaligus ayah empat orang anak ini merupakan putra mantan pasangan Benny Soemarno dengan Annie Kusniaty. Ayah Anjasmara kemudian menikah lagi dengan Rachmawati Soekarnoputri dan bertahan hingga akhir hayat sang ayah tercinta.
  3. Ari Wibowo. Ayah Ari bernama Wibowo Wirjodiprojo menikah dengan Sybille Ollmann dan sempat menetap di Jerman. Ketika Ari duduk di bangku 5 SD, kedua orang tuanya bercerai. Ari dibawa oleh sang ayah untuk pindah ke Indonesia.
  4. Dede Yusuf. Dede adalah putra mantan pasangan artis senior Rahayu Effendi dengan Ir. Tammy Effendi, alm. Kedua orang tua Dede bercerai semasa ia masih duduk di bangku SD. Sama halnya Ari Wibowo, Dede Yusuf juga piawai dalam bela diri. 
  5. Denny Sumargo. Masa kecil Denny penuh dengan warna. Ibu dan ayahnya bercerai saat dia masih dalam kandungan. Kemudian ia berbuat kenakalan hingga diusir dari rumah. Demi bertahan hidup, ia bekerja menjadi kenek dan bahkan mengais sampah demi mencari makan. Namun masa lalu menjadi pecut buat Denny sehingga ia terbilang sukses seperti sekarang.
  6. Dimas Beck. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini harus hidup terpisah dari dua kakaknya setelah ayah dan ibunya bercerai. Dan Beck dan Dewi Beck mengikuti sang ayah Sharif Beck untuk menetap di Australia. Sementara Dimas tetap bersama sang ibunda, Ida Sudoyo menetap di Jakarta.
  7. Fachry Albar. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara mantan pasangan Ahmad Albar dengan Rini S. Bono. Kakak kandung Fachry adalah Fauzi dan adiknya adalah Fadli, alm. Fachry memiliki seorang adik tiri laki bernama Sean Gelael dari pernikahan sang ibu dengan Ricardo Gelael.
  8. Kiesha Alvaro. Lahir pada 2004 sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, Kiesha mengawali karir sebagai aktor cilik. Orang tua Kiesha adalah mantan pasangan Pasha Ungu dan Okie Agustina. Kiesha memiliki empat adik tiri dari pernikahan sang ayah dengan Adelia dan ia juga memiliki seorang adik tiri dari pernikahan sang ibu dengan Gunawan Dwi Cahyo.
  9. Leon Dozan. Bernama lengkap Muhammad Leon Rahman Dozan, ia adalah anak sulung dari mantan pasangan Betharia Sonata dengan Willy Dozan. Leon memiliki seorang adik kandung perempuan. Ia juga memiliki seorang kakak tiri perempuan dari pernikahan pertama sang ayah dan juga beberapa adik tiri dari pernikahan kelima sang ayah.
  10. Lukman Sardi. Ayah Sardi adalah pebiola Idris Sardi dan ibunya adalah Zerlita. Setelah bercerai, ayah Lukman menikah lagi dengan artis Marini dan kembali bercerai. Pada 1998, sang ayah menikah lagi dengan Ratih Putri.
  11. Verrel Bramasta. Anak sulung dari dua bersaudara mantan pasangan Venna Melinda dengan Ivan Fadilla. Verrel memiliki seorang adik tiri yaitu anak adopsi sang ibunda dan seorang lagi adik tiri dari pernikahan kedua sang ayah.

Friday, January 10, 2020

Selebriti Indonesia Yang Memiliki Anak Adopsi


  1. Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen. Pasangan romantis Ale dan Nia ini menikah sejak tahun 2003 di Papua. Status Nia kala dinikahi Ale adalah janda cerai mati tanpa anak. Alenia kemudian mengadopsi dua orang anak. Anak pertama perempuan yang bernama Nicole Christy Zulkarnaen Sihasale. Anak kedua laki-laki bernama Radit Christiano Zulkarnaen Sihasale.
  2. Dewi Persik. Pedangdut seksi ini menikah tiga kali, namun dari semua pernikahannya ia belum dikaruniai anak. Konon saat menikah pertama dengan Saipul Jamil, Dewi sempat hamil namun keguguran.Tak dikaruniai anak tak membuat Dewi berpikir negatif. Dewi mengadopsi seorang putra yang bernama Felice Gabriel. Felice diadopsi pada tahun 2007 saat masih berusia dua minggu. 
  3. Dorce Gamalama,almh. Artis transgender serba bisa Dorce memiliki tiga anak angkat yaitu perempuan bernama Siti Fatimah Tuzzahrah, laki-laki bernama Rizky Sutrisno Kidjo dan perempuan bernama Siti Khadijah. Dorce beruntung memiliki anak-anak angkat yang mencintai dirinya dengan tulus apapun kondisinya. Mereka mengatakan bahwa orang-orang di luar tak mengetahui pribadi asli sang bunda karena tak hidup bersama.
  4. Rano Karno. Pernikahan Rano dan Dewi memang tidak dikaruniai anak, namun mereka cukup berbahagia memiliki dua orang anak angkat. Anak pertama bernama Raka Widyarma yang diserahkan ke Rano dan istri saat masih berusia seminggu. Orang tua Raka merupakan sahabat sang aktor. Sementara anak kedua adalah perempuan bernama Desanti Rakasiwi.
  5. Ruben Onsu. Kehadiran putra angkat bernama Bertrand Peto menambah keramaian keluarga kecil Ruben bersama Sarwendah. Bertrand yang berasal dari NTT, sejatinya masih memiliki orang tua kandung lengkap namun telah berpisah sejak ia dan saudaranya masih kecil. Bertrand memiliki seorang kakak perempuan dan adik laki-laki. Ia dan saudaranya dirawat oleh kakek nenek dari pihak ayah. Bertrand kemudian diadopsi oleh Ruben dan diboyong ke Jakarta.
  6. Ussy Sulistiyawati. Sebelum menikah pertama kali dengan Sugianto Sabran, Ussy telah mengadopsi seorang putri yang bernama Nur Amalia Putri. Si cantik Nur kemudian menjadi kakak yang mengayomi seluruh adik-adiknya. Ussy memiliki total tiga putri dari dua pernikahannya. Dari pernikahan dengan Sugianto, Ussy dikaruniai Syafa Al Zahra. Dari pernikahan dengan Andhika Pratama, ia dikaruniai Shakeela Eleanor Ameera dan Sheva Elmira Lorrenia.
  7. Venna Melinda. Setelah ia bercerai dari Ivan Fadila yang telah memberinya dua orang putra, Venna kemudian mengadopsi seorang putri. Putri yang kala itu masih bayi, awalnya ditemukan terbuang di toilet masjid Fathullah Universitas Islam Negeri Tangerang. Venna mengaku mendapat bisikan untuk memperoleh hak asuh anak itu. Melalui stafnya, Venna akhirnya berhasil dan memberi nama Vania Athabina.
  8. Yuni Shara. Saat baru menikah kedua kali dengan Henry Siahaan, Yuni mengadopsi seorang putra yang diberi nama Cavin Obedient Salomo Siahaan. Tak lama kemudian, Yuni dan Henry dikaruniai seorang putra kandung yang diberi nama Cello. Usia Cavin dan Cello terpaut tak jauh menjadikan mereka bak sahabat sejati.

Wednesday, December 4, 2019

Artis Indonesia Yang Dinikahi Pria Keturunan Tionghoa



  1. Asty Ananta. Meski rencana pernikahan Asty dengan Hendra Suyanto sempat tidak disetujui oleh orang tua Asty, namun keduanya ditakdirkan berjodoh. Asty dan Hendra menikah pada 2 Oktober 2016 di Nusa Dua Bali dengan resepsi serba putih. Sebelum menikah, Hendra telah menjadi mualaf. Rata-rata artis Indonesia yang dinikahi pria keturunan Tionghoa memiliki kekayaan di atas rata-rata.
  2. Cut Meyriska. Di awal kedekatannya dengan Roger Danuarta, Meyriska mendapat tentangan besar dari sang ayah. Perlahan tapi pasti, hati sang ayah luluh. Roger menjadi mualaf. Meyriska pun dinikahi Roger pada hari kemerdekaan RI yang ke-74 tahun di Medan. Pada 28 Agustus 2019, keduanya menggelar resepsi di hotel Ritz Carlton. Oleh karena Roger merupakan keturunan Tionghoa, keduanya harus melewati upacara minum teh sebagai penghormatan pada yang lebih tua. Pernikahan Roger bisa jadi mengharukan sebab kedua orang tuanya telah tiada.
  3. Femmy Permatasari. Suami pertama artis seksi Femmy adalah Samudera Djaja dan mereka telah dikaruniai empat orang anak. Setelah bercerai, Femmy dinikahi oleh Alfons Martinus Purnomo di Selandia Baru pada 14 Maret 2019. Status Alfons adalah duda cerai dengan satu orang anak kandung. Dua anak Alfons yang lain terbukti secara tes DNA bukan anak biologis Alfons.
  4. Jill Gladys. Jill pernah menikah dengan Yuan Wibowo pada 2005 dan dikaruniai seorang anak. Meski sempat dikabarkan rujuk, namun pada September 2019, Jill dinikahi oleh pengusaha Billy Soelaiman. Resepsi diadakan di hotel Four Seasons, Jakarta. 
  5. Laura Basuki. Artis kelahiran Jerman pada 9 Januari 1988 ini juga memiliki darah Tionghoa dari sang ayah. Ia dinikahi Leo Sanjaya di gereja Reformed Injili Jakarta pada 25 Juni 2011 silam. Sama halnya Shandy, Laura berusia 11 tahun lebih muda dari sang suami. Pada Januari 2016, Laura dikaruniai seorang putra. 
  6. Lusi Rachmawati. Setelah bercerai dari Jose Purnomo, janda dua orang anak sekaligus mantan anggota AB3 Lusi dinikahi oleh pengusaha bernama Soewanto Chandra Widjaja. Pernikahan kedua Lusi pada 2010 memang tanpa pesta meriah, namun ia tampak semakin bahagia. Pada 2016, Lusi memutuskan untuk menetap di Sydney, Australia. Soewanto sendiri merupakan duda dua orang anak.
  7. Olga Lydia. Mengakhiri masa lajang di usia 40 tahun tak mengurangi kebahagiaan presenter berdarah Tionghoa ini. Pilihan hatinya jatuh pada pria yang berusia empat tahun lebih muda darinya, yaitu Raphael Aris Utama. Raphael lahir di Malang namun menetap di Surabaya. Pernikahan keduanya dilangsungkan di Gereja Katedral Jakarta pada 21 April 2017. 
  8. Putri Titian. Pernikahan Tian, panggilan akrab Putri Titian dengan Junior Liem diadakan di Museum Bank Indonesia Jakarta pada 21 Mei 2016. Konon mereka menikah beda agama. Tian beragama Islam dan Junior beragama Kristen Protestan. Namun Tian menegaskan bahwa tak ada masalah karena itu. Tiga tahun menikah, keduanya telah dikaruniai dua buah hati.
  9. Ririn Ekawati. Lama setelah bercerai dari pengusaha Edwin Abeng, janda satu putri Ririn dinikahi oleh pengusaha Ferry Wijaya pada September 2015. Ferry saat itu merupakan duda cerai dengan tiga orang anak dan dalam kondisi sakit. Pada Januari 2016, Ririn berbahagia dikaruniai seorang putri bernama Abigail. Sayang saat sang putri baru berusia 5 bulan, Ferry berpulang untuk selamanya akibat kanker darah. 
  10. Shandy Aulia. Sebelum menikah dengan David Herbowo pada 12 Desember 2011, Shandy pernah bertunangan dengan David Agung Laksono. Pernikahan Shandy dan David mendapat protes dari ayah Shandy sebab ia merasa "dilangkahi". Namun Shandy rupanya berdamai sehingga ayah Shandy mulai lega dan hadir dalam resepsi pernikahan di sebuah hotel di Jakarta Selatan pada Februari 2012 silam.
  11. Yuanita Christiani. Presenter Yuanita yang memang berdarah Tionghoa melabuhkan hatinya pada Indra Wiguna Tjipto. Seperti impian menjadi nyata, resepsi mereka diadakan di atas kapal pesiar pada 7 Februari 2019. Tentu banyak orang penasaran tentang pekerjaan suami Yuanita. Ia ternyata memiliki tiga perusahaan. Salah satu perusahaan adalah pengelolaan air limbah. 

Saturday, November 9, 2019

Kisah Ratu Victoria dan Pelayan John Brown

Kisah ratu Victoria dengan John Brown memang selalu menarik. Menurut saya jauh lebih menarik daripada kisah ratu Victoria dengan Abdul Karim, pegawai kesayangan beragama Islam dari Agra, India. Jika Karim disebut memiliki motif di balik kedekatannya dengan ratu, maka John Brown disebutkan sangat tulus. Akan tetapi kedua orang ini dibenci oleh pangeran Edward (menjadi raja Edward VII) dan para pegawai istana.

Seorang John Brown lahir pada 8 Desember 1826 di Aberdeenshire, Skotlandia sebagai anak kedua dari sebelas bersaudara. Masa kecil dan remaja John diisi oleh kegiatan di luar rumah seperti berenang, menangkap ikan dengan tombak, berburu rusa, menunggang kuda, menembak dan memanjat gunung. Ia menjadi ahli flora dan fauna lokal di tempatnya. Ia juga ahli meramal cuaca dengan jitu. Perilaku John sedikit banyak dipengaruhi oleh tempaan fisik tersebut. John dikenal kasar dan peminum. John sudah bekerja di kerajaan sejak pangeran Albert masih hidup, tepatnya setelah pangeran Albert membeli rumah Balmoral di Skotlandia. John mulai bekerja secara tetap pada tahun 1857. Tiga adik kandung John lain juga bekerja di lingkungan kerajaan. Adik bungsu yang bernama Archibald Brown menjadi pengawal pribadi putra bungsu ratu Victoria, yaitu Leopold. Archibald lebih muda lima belas tahun dari John. Meski John Brown memiliki adik banyak, namun empat adiknya meninggal saat masih kecil. Tiga di antara adiknya meninggal akibat epidemi demam tifoid.

Pada tahun 1860 di Balmoral Skotlandia, John Brown menemani pangeran Leopold menunggangi kuda poni. Mereka ditemani oleh putri Alice, putri Helena dan putri Louise. Setelah pangeran Albert wafat pada 14 Desember 1861, Victoria tenggelam dalam kesedihan yang sangat dalam. Sebulan sebelum putri Alice menikah pada Juli 1862, John Brown bersama pekerja Skotlandia lain datang ke Inggris dalam rangka menghadiri Pameran Internasional Kedua. Pada Agustus 1862, John Brown menemani ratu Victoria berkunjung ke Perancis dan Italia. Pada 7 Oktober 1863, ratu Victoria melewatkan waktu dengan berkuda ditemani oleh putri Alice dan putri Helena. Ketiganya didampingi oleh John Brown dan pegawai putri Alice yang bernama Willem. Mereka rehat sejenak untuk menikmati teh sore hari sebelum pulang. Dalam perjalanan pulang, hari sudah mulai gelap. Kuda sang ratu mengalami kecelakaan. Ratu Victoria sempat berpikir apakah harus meninggal saat itu juga, namun kemudian ia berpikir masih ada hal-hal yang belum diurus. Sang ratu mengalami lebam di mata, memar di leher dan jempol terkilir. Selama beberapa hari, ia harus mengompres matanya dengan potongan daging mentah. Meski kondisi demikian, dokter menyarankan agar sang ratu tetap berkuda. Di Skotlandia, ratu Victoria berkuda ditemani oleh John Brown. Saat itu Victoria menggambarkan dirinya sedang dalam kondisi lemah dan cemas sehingga ia membutuhkan orang yang bisa ia percaya dan diandalkan.

 Pada Oktober 1864, putri Alice berdiskusi dengan dokter kerajaan William Jenner dan Tata Keuangan Sir Charles Phipps. Hasil diskusi memutuskan bahwa John Brown akan dibawa ke rumah Osborne untuk membantu ratu bangkit dari depresi. Mereka berharap John Brown akan membawa ingatan ratu Victoria kembali ke masa-masa bahagia di Skotlandia. John Brown kemudian tiba di Osborne pada Desember 1864. Setiap pagi dan siang hari John Brown selalu menemani ratu Victoria berkuda. Ia memasangkan syal ke leher Victoria dan memastikan bahwa seluruh kancing di pakaian sang ratu terpasang rapat. Pada 3 Februari 1865, ratu Victoria menetapkan John Brown sebagai pegawai khusus untuk seterusnya. Dalam sebuah surat kepada paman Leopold, Victoria memuji John Brown sangat setia, sederhana, cerdas dan tak seperti pegawai yang lain. Dalam surat lain kepada putri Vicky di Jerman, Victoria menyebut John sangat pendiam, memiliki ingatan yang cukup tajam, sekaligus bersyukur bahwa John diutus untuk menetap di rumah Osborne. Sementara di buku hariannya, Victoria menulis bahwa John Brown adalah satu-satunya orang yang memperlakukan dirinya sebagai seorang wanita, bukan seorang majikan. Suatu hari seorang pegawai istana menjatuhkan nampan yang cukup membuat ratu Victoria marah. John Brown langsung menegur Victoria dengan sebutan khasnya "wanita".Ratu Victoria menyebut bahwa ia mengandalkan lengan John Brown yang sangat kuat dan bertenaga. Saat berkuda, Victoria sering melewati jalan yang cukup licin.    
                                                                                                                                                                                Lucy Worsley: Queen Victoria's affair with ghillie John Brown was a myth |  Scotland | The Times 

Penetapan John sebagai pegawai ratu pada Februari 1865 memunculkan rasa tidak senang pada putri Vicky dan terutama pangeran Edward. Mereka khawatir jika John mempengaruhi sang ratu sama seperti yang dilakukan oleh pengasuh Lehzen. Pada Juli 1865, Victoria menunjuk adik bungsu John, Archibald, untuk menjadi pengawal pribadi pangeran Leopold. Victoria berpendapat bahwa Archibald cukup kuat menggendong sang pangeran seandainya terjadi sesuatu (Leopold menderita hemofilia). Victoria secara bertahap menaikkan gaji John Brown. Pada 1868, Victoria merenovasi glas-allt-shiel, sebuah rumah sederhana di belakang kastil Balmoral. Rumah ini menghadap ke danau, diapit oleh pepohonan hijau nan tinggi. Di belakang rumah terdapat semacam parit yang menjadi aliran air danau. Tak jauh dari situ, ada sebuah air terjun. Rumah ini sudah dimiliki Victoria dan Albert sejak tahun 1850 an. Setelah Albert wafat, Victoria lebih memilih menetap di rumah ini daripada di kastil. Ia memiliki kamar yang terhubung oleh kamar John Brown. Sementara para abdi dalem wanita ditempatkan di kamar lain. Victoria menggunakan berbagai alasan untuk menetap di rumah tersebut : untuk perlindungan, untuk menjaga anjing-anjingnya. Rumah ini dibeli oleh raja George VI pada tahun 1950. Pada tahun 1991, rumah ini dikelola oleh kelab Rucksack dari universitas Dundee dan dibuka untuk umum. Pada 2019, pengelolaan diserahkan ke Mountain Bothies Association.

Penempatan John Brown di kamar yang terhubung dengan kamarnya menimbulkan kontra. Pemerintah berpendapat hal itu menyalahi etika apalagi seorang ratu, jika benar Victoria dan John belum menikah. Namun pada tulisan politikus bernama Lewis Harcourt/Loulou pada 17 Februari 1885, disebutkan telah terjadi pernikahan di antara ratu Victoria dan John Brown. Fakta ini muncul dari pengakuan akhir seorang pendeta kerajaan yang bernama Norman Macleod. Saat mengaku, sang pendeta tengah kritis dan hampir wafat. Sang pendeta menyesal selama hidupnya sebab ia telah menutupi fakta.  Entah tulisan ini hanya rumor buatan atau memang benar adanya, tak ada yang bisa memastikan. Tentu pendeta Norman bukan mengaku kepada Lewis sebab Lewis kala itu baru berusia 9 tahun. Akan tetapi pengakuan itu diteruskan oleh saudari sang pastor kepada istri Henry Posonby, sekretaris pribadi ratu Victoria. Dari istri Henry kemudian diteruskan lagi ke ayahanda Lewis yang bernama William. William bekerja sebagai sekretaris istana selama tiga tahun sebelum John Brown wafat. 


Ada tidaknya pernikahan, kesetiaan dan ketulusan John Brown kepada Victoria tak perlu diragukan lagi. John Brown selalu menyatakan pendapat blak-blakan tanpa basa-basi meski lawan bicaranya adalah seorang ratu. John Brown tak mengenal rasa takut terutama demi melindungi sang ratu yang kerap mendapat ancaman pembunuhan. Pada 29 Februari 1872, John Brown berhasil mencegah Arthur O'Connor yang hampir menyerang Victoria. Sang ratu mengganjar John Brown dengan dua penghargaan. Pada tahun 1875, Victoria meminta Heinrich Von Angeli untuk melukis John Brown. Namun karena John menolak berpose untuk dilukis, maka Heinrich menggunakan foto Brown sebagai ganti. Saat Victoria terjatuh dan tak bisa berjalan, John Brown menggendong sang ratu dari satu ruang ke ruang lain. Victoria merasa bahwa sepeninggal Albert, hidupnya juga ikut terkubur. Setelah bertemu dengan John Brown, ia hidup lagi untuk kedua kalinya.

John Brown wafat di kastil Windsor pada 27 Maret 1883 akibat erisipelas, penyakit yang disebabkan oleh bakteri. John pernah menderita penyakit yang sama saat menemani ratu Victoria berkunjung ke Perancis dan Italia pada 1879. Kematian John terbilang mendadak sebab pada 23 Maret 1883, dokter James Reid tanpa sengaja melihat sang ratu bercanda dengan John Brown. Saat itu ratu Victoria sedang tak bisa berjalan setelah terjatuh. John Brown dimakamkan di halaman gereja Crathie Kirk, Skotlandia. Makamnya berdampingan dengan makam kedua orang tua dan beberapa saudara Brown yang lebih dahulu meninggal. Atas perintah sang ratu, Sir Henry Posonby mengumpulkan dan menyimpan semua surat-surat milik John Brown. Kehidupan di sekitar kastil Balmoral yang selalu ceria penuh festival sesaat menjadi muram. Victoria meminta Sir Joseph Boehm untuk membuat sebuah patung John Brown yang ditempatkan di antara patung Victoria dan patung Albert di Balmoral. Posisi ketiga patung saling berhadapan seperti titik segitiga. Victoria juga meminta penyair Alfred Tennyson untuk membuatkan tulisan singkat di nisan John Brown.  Namun hampir semua kenangan ini lenyap setelah ratu mangkat. Hanya dalam hitungan jam setelah ratu Victoria wafat pada 22 Januari 1901 jam 6.30 malam, raja Edward VII memerintahkan agar seluruh barang dan patung John Brown dimusnahkan. Beberapa dikirim ke keluarga John Brown di Skotlandia. Pada 23 Januari 1901 pagi, para penggembala di dekat istana Balmoral, Skotlandia melihat patung John Brown sudah tidak tampak dan hanya tersisa bongkahan batu. Semua yang berada di pandangan raja Edward tak ada yang bersisa. Namun salah satu patung John Brown tidak dihancurkan dan hanya dipindahkan ke tempat yang diperkirakan takkan bisa diketahui oleh raja Edward. Edward sangat membenci John Brown sejak kedekatannya dengan sang ibunda sepeninggal sang ayah. Kebencian ini kadang menimbulkan perselisihan antara Edward dengan John Brown. Namun sang ibunda selalu memihak John Brown.

Bangku granit yang dibangun Victoria untuk mengenang John Brown juga masih ada di rumah Osborne. Bahan batu granit dibawa dari tanah kelahiran John Brown. Semasa hidup, John Brown biasa ke titik bangku itu untuk membaca surat dari keluarganya di Skotlandia. Keterangan ini diperoleh dari seorang pekerja rumah Osborne bernama William Jackman. Jackman mengenang John Brown sebagai pribadi yang baik terlepas dari sikapnya yang blak-blakan serta gegabah. Jackman membutuhkan waktu hingga empat belas hari untuk memotong rumput di sekitar rumah Osborne. Saat John Brown berpapasan dengan dirinya, Jackman mengenang Brown selalu mengangkat tangannya ke udara sambil menyapa. John Brown mengkhawatirkan Jackman yang berpeluh panas di bawah terik sinar matahari. Ia meminta Jackman untuk rehat sejenak ke rumah dan meneguk minuman atas suruhan John Brown. Saat mengetahui John Brown wafat, ia dan rekan kerjanya berduka.


Sebelum mangkat pada 22 Januari 1901, ratu Victoria memberi ijin buat putri Beatrice untuk menyeleksi dan mengedit semua catatan harian milik sang ibu. Beatrice tekun melakukan ini selama 30 tahun lamanya. Namun ada sedikit yang terlewatkan sebab sebelum Beatrice bertindak, beberapa telah dicopy. Mungkin saja jika tidak diedit, lebih banyak informasi yang diperoleh mengenai hubungan ratu Victoria dengan John Brown. Ratu Victoria juga memberi wasiat perintah kepada dokter pribadinya, James Reid, untuk menempatkan cincin pemberian John Brown di tangannya saat ia meninggal. Cincin ini sebelumnya milik ibunda John Brown. Selain cincin, sang ratu juga meminta beberapa surat dari John Brown, potongan rambut dan foto Brown. Foto Brown ini dibungkus kertas dan ditempatkan di tangan kiri Victoria. Untuk menutupi dari pandangan, dokter James menempatkan bunga di atasnya.

Monday, August 5, 2019

Peristiwa Pilu Kebakaran Yang Menewaskan Satu Keluarga Di Indonesia


  1. Aminudin/Ameng (68), Menantu Yanti (39), Ketiga Cucu Ameng/Ketiga Anak Yanti : Clarissa Kie (15), Kendrick (13) dan Kenjiro (8). Peristiwa di Pematang Siantar pada 26 September 2020 malam itu sungguh memukul batin suami Yanti bernama Hendra Kie dan juga ibu mertua Yanti. Saat api semakin membesar akibat ledakan dua tabung gas, Ameng yang sudah selamat di luar nekad masuk ke rumah lagi. Ia mendengar teriakan minta tolong ketiga cucunya dari lantai atas rumah. Warga di sekitar sempat meminta Yanti untuk melempar anak-anaknya ke bawah. Namun tampaknya mereka takut untuk melompat.
  2. Benni, Nova (40), Silvanni (20), Beyva (14), Benno (9). Suami, istri dan ketiga anak ini merupakan lima dari sepuluh orang korban tewas kebakaran di Matraman, Jakarta Timur pada 25 Maret 2021. Kelima korban lain adalah Sri Mulyani (50), Deby (28), Ria (17), Dani (30) dan Nizan (1,5) ditemukan di ruang yang berbeda. Diduga penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. 
  3. Budianto, Sri Hartati dan Fahmiadi (5). Mereka adalah suami istri dan anak laki-laki yang menjadi korban tewas kebakaran ruko di jalan Rahmad Buddin, Medan Marelan pada Senin 30 Mei 2016 dini hari waktu setempat. Sehari-hari korban membuka usaha salon. Jenazah ketiganya dimakamkan tak jauh dari kediaman korban di Medan Marelan.
  4. Budiman (45), Sri Handayani, Shafira Naulin Nubaiti (5) dan Fredi (4). Suami, istri dan kedua anak mereka menjadi korban tewas kebakaran di perumahan Bukit Gading, Cisoka, Tangerang, Banten pada Selasa, 21 Agustus 2018. Rumah satu lantai yang dihuni Budiman sekeluarga memiliki satu pintu masuk namun agak terhalang oleh sebuah warung. Jasad keempatnya ditemukan terbaring di atas ranjang di dalam kamar tidur.
  5. Cek Api (60), Soso (60), Selly (28) dan Alfi alias Cing-Cing (10). Empat korban tewas masih  satu keluarga. Jasad mereka ditemukan di dalam Vihara Butong, Tangerang yang juga menjadi kediaman mereka pada 19 Februari 2016 silam. Seperti korban kebakaran pada umumnya, mereka tak menyadari bahwa rumah mereka terbakar sebab kebakaran terjadi pada dini hari sekitar jam 3. Keempatnya diduga masih tidur dan baru bangun setelah api membesar. Suami Selly yang bernama Leo sempat menelepon sang istri dan diangkat. Namun Selly hanya bisa menangis minta tolong. 
  6. Deby Irawan Hidayat (36) dan istri Putri Ayu (32) dan kedua Anak Mereka Regan Irawan (6) dan Kanaya Putri (3). Satu keluarga kecil ini menjadi korban tewas kebakaran ruko mereka di Pasar Simpang Utara, Malingping, Lebak pada 7 Maret 2019. Sehari-hari pasangan suami istri Deby dan Putri berjualan onderdil kendaraan roda dua serta roda empat. Adalah satpam perumahan bernama Udin yang pertama kali mengetahui adanya api pada tengah malam. Api berhasil dipadamkan sekitar jam 2 pagi. Namun keempatnya ditemukan sudah lemas dan kemudian meninggal dunia. 
  7. Edy Syahputra (66, Suami), Lilis Taslim (65, Istri) dan Lionardi Syahputra (34, Anak). Ada dua korban selamat namun mengalami luka bakar yaitu adik kandung Lionardi yang bernama Nando dan Fransiska. Kebakaran bermula dari kekasih Lionardi yaitu seorang dokter bernama Mery yang hamil tujuh minggu namun tidak mendapatkan pertanggungjawaban dari Lionardi. Malam tanggal 5 Agustus 2021 menjadi puncak kekesalan Mery sehingga ia pergi membeli lima bungkus bensin dan melemparkan dua bungkus ke dalam bengkel. Api yang semula kecil sempat dipadamkan oleh Lionardi, namun dalam sekejap langsung membesar.
  8. Joshua Pakpahan (38) dan Istri Yan Fang (35), Ketiga Anak Mereka Teresia (11), William (9) dan Aby Gael Josefang (7 Tahun) Serta Seorang ART Ance (25). Seluruhnya menjadi korban tewas kebakaran pada 21 Juni 2018 di rumah yang menyatu dengan gudang. Lokasi rumah keluarga ini berada di Mega Citra Industrial Park, Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau. Satu-satunya korban selamat adalah ART bernama Anggit berusia 18 tahun. Polisi belum bisa meminta keterangan sebab Anggit masih dirawat dan dalam kondisi trauma psikis. 
  9. M. Hedi (57), Siti Maryam (55), Nadia Anisa (17) dan Ajis (10). Satu keluarga malang ini menjadi korban kebakaran rumah petak di Jatinegara, Jakarta Timur pada 8 Mei 2017. 
  10. Suami Mansyur (36), Istri Hermiati (26) dan Anak Muhammad Alif (1). Rumah yang ditempati keluarga kecil ini baru saja dihuni selama seminggu. Itu adalah hasil kerja Mansyur saat merantau di Papua. Namun pada Jumat, 10 Januari 2020 rumah itu terbakar. Memang Mansyur, Hermiati dan Alif masih hidup saat diselamatkan. Namun ketiganya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit akibat luka bakar yang terlampau parah. 
  11. Indra Syahroni (32), Linda Andari (25) dan Khaisa (4). Mereka adalah suami, istri dan anak yang menjadi korban tewas kebakaran rumah di Jalan H. Chalid, Indragiri Hilir, Riau pada 24 Agustus 2020 dini hari. Ketiganya tak dapat diselamatkan karena terjebak di kamar belakang. Selain rumah kediaman korban, terdapat tiga rumah lain yang ikut terbakar. 
  12. Ibu Meiliana (60), Agus Susanto (35), Budi Susanto (33), Eli (36) dan Alexander (15).  Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 30 Agustus 2020 pukul 7:58 pagi waktu setempat. Sehari-hari, ruko di jalan Kranggan Surabaya berlantai dua dan berpintu hijau ini berdagang elektronik. Pukul 6:30 pagi, warga mendengar suara ledakan dari dalam ruko. Setelah asap dan api mulai terlihat, warga di luar berusaha membuka paksa pintu namun tak kunjung berhasil. Warga lain berusaha melempar paving ke atas ruko dengan harapan penghuni segera bangun. Upaya semuanya sia-sia sebab seluruh penghuni ditemukan tewas.
  13. Novita (30), Valensia (12), Ilong (7), Sumanno (20) dan Edar (9). Mereka menjadi korban tewas kebakaran ruko di Makassar pada Kamis, 9 Januari 2020 pukul 3 sore waktu setempat. Ketika ditemukan, jasad Novita sedang memeluk Valensia dan Ilong. Tiga anjing peliharaan juga ikut tewas. Sementara empat penghuni lain berhasil selamat meski terluka setelah melompat dari lantai dua. Sehari-hari usaha mereka adalah membuat bantal. 
  14. Mulyarti (60) dan Menantu Lini (30), cucu Adelin (2) dan ART Sari (40). Empat orang yang seluruhnya wanita ini menjadi korban tewas kebakaran sebuah ruko di Teluk Gong Jakarta Utara pada 26 Juni 2013 silam.
  15. Ngong Chongliang (55), Mei How (31), Herman Wijaya (23) dan Bela Melinda (16). Empat orang yang merupakan satu keluarga ini menjadi korban tewas kebakaran ruko yang terletak di belakang pasar Teluk Gong, Jakarta Utara pada 5 September 2013. Bisa jadi karena terjadi pada dini hari sekitar jam 2, mereka telat menyadari bahwa api telah membakar ruko. Kebakaran ini juga menghanguskan empat ruko sebelah.
  16. Probo Sutejo dan istrinya Aprilyanti Soselisa serta kedua putra mereka yang bernama Prabowo Oktavianus (9) dan Prasetyan Hartanto (8). Keempatnya menjadi korban kebakaran rumah yang dijadikan usaha kos di jalan Kebalen pada 31 Mei 2018. Setelah disemayamkan di Rumah Duka Adi Jasa jalan Demak, keempatnya dimakamkan di empat lubang berdampingan di TPU Keputih Sukolilo. 
  17. Togu Pangihutan Marpaung (Suami, 64), Farida Butar-Butar (Istri, 63) dan Seba Hasima Tohana Marpaung (Anak). Saat mengetahui kedua orang tua dan saudarinya menjadi korban tewas kebakaran, putra Togu yang bernama Babang menyesali dirinya yang merasa tak bisa menjaga mereka bertiga. Kedua orang tua dan saudari Babang tewas di dalam rumah purnawirawan brimob Pematang Siantar pada 6 Maret 2017 dini hari. Sementara Babang dan istrinya selama ini tinggal di Medan. Setelah ditenangkan warga, Babang diantar ke rumah sakit untuk melihat jenazah yang sedang diautopsi. 
  18. Tony (45) dan istri Jenny (44) serta kedua anak mereka Erica (17) dan Kent Wisely (8). Tony beserta keluarganya disebutkan baru menempati ruko di Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara selama 3 tahun sebelum kebakaran merenggut nyawa keempatnya pada 5 Agustus 2019. Sehari-hari Tony dan Jenny berjualan alat sembahyang di ruko lantai 1. Jasad mereka ditemukan di lantai dua dekat teralis depan. Putra sulung korban selamat sebab ia kuliah di Bandung dan datang setelah mendapat kabar bahwa rumah keluarganya terbakar. Saat anggota PMK berjibaku memadamkan api, tampak seseorang berjalan di atap ruko. Putra korban sontak berteriak memanggil ayahnya. Ternyata orang tersebut adalah pembantu mereka yang berhasil menyelamatkan diri melalui atap rumah dan berjalan ke atap sebelah. Ia menderita sesak nafas karena asap. Tiga ruko di sebelah juga ikut terbakar. Kebakaran ini adalah keempat kali terjadi di kawasan yang sama.
  19. Ibu Tris Ambarwati (48), Anak Liko Rahen (20) dan Anak Novea Lovly (14). Ibu dan dua anak ini menjadi korban tewas kebakaran rumah di Griya Jatimurni, Bekasi pada Senin, 13 Juli 2020 pukul 4 pagi waktu setempat. Suami Tris yang bernama Adi bisa menyelamatkan diri meski mengalami luka bakar di tangan kiri. Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk bakar.  
  20. Tukiman (45), Rini (35), Ika Yuliana (9) dan Muhammad Rizal (4). Mereka adalah suami istri dan dua anak yang menjadi korban kebakaran di Jalan Damarwulan, Semarang Barat pada Selasa 6 Maret 2012 pukul 2:30 pagi waktu setempat. Sebelum terbakar, sempat terdengar suara ledakan dari dalam rumah. Tetangga yang tinggal persis di sebelah berhasil membawa cucunya keluar menyelamatkan diri. Pemadam kebakaran tiba di lokasi setelah rumah tersebut hangus. 
  21. Ujang Niko (52), Tjhin Mui Khim (50) dan Danil Candra (32).  Mereka adalah suami istri dan anak laki-laki yang menjadi korban tewas kebakaran rumah pada Rabu 10 Juni 2020. Rumah mereka berada di perumahan Polaris Indah, Tangerang. Orang yang pertama kali menyadari adanya kepulan asap adalah Sanusi, petugas keamanan yang kebetulan sedang berpatroli sekitar pukul 2:30 pagi waktu setempat. Sanusi menyebut tidak mendengar teriakan minta tolong. 
  22. Yohanes Prasetyo (45) dan istrinya Lina (40) dan kedua anak mereka Luwina (13) dan Jonathan (12). Kebakaran sebuah rumah di perumahan Lippo Karawaci Tangerang pada 22 Oktober 2016 sore ini telah memakan empat korban yang seluruhnya adalah satu keluarga. Hanya satu orang yang berhasil selamat yaitu asisten rumah tangga mereka yang bernama Neni Mustikawati. Tetangga sempat melihat Yohanes dan Jonathan sempat berlarian di dalam rumah sebelum mereka diduga pingsan akibat asap.
  23. Yulianus Subeh (56), Bunga (47) dan El (11). Suami istri dan seorang anak ini menjadi korban tewas kebakaran pada Senin, 27 Januari 2020 pukul 7:30 malam waktu setempat. Rumah mereka berada di Dusun Sungai Biawak, Desa Menawai Tekam, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Seorang warga yang menyaksikan api melalap rumah sempat berteriak agar penghuni keluar namun tak ada balasan. Ia juga berusaha mendobrak rumah namun tak berani masuk sebab api mulai membesar. 

Monday, June 3, 2019

Tokoh Politik Indonesia Yang Wafat Akibat Kanker



  1. Adam Malik Batubara (67). Tokoh kelahiran Pematang Siantar Sumatra Utara pada 22 Juli 1917 ini pernah didapuk menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Uni Sovyet dan Polandia di bawah pemerintahan presiden Soekarno. Pada 1942, Adam menikah dengan Nelly dan dikaruniai 3 orang anak. Kala menikah, profesi pak Adam adalah wartawan. Ia merupakan salah satu pendiri kantor berita Antara. Di bawah pemerintahan presiden Soeharto, ia ditunjuk menjadi wakil presiden RI ke-3. Ia menjabat satu periode penuh dari tanggal 23 Maret 1978 hingga 11 Maret 1983. Setahun setelah pensiun dari jabatan wapres, ia menderita kanker lever dan wafat pada 5 September 1984 di Bandung. Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Pada 1998, Adam Malik ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di Medan, Sumatra Utara.
  2. Endang Rahayu Sedaningsih (57). Wanita kelahiran 1 Februari 1955 ini menjadi menteri kesehatan era pemerintahan presiden SBY dari 22 Oktober 2009 hingga mengundurkan diri pada 30 April 2012 silam. Sebelum menjadi menteri,  ibu Endang pernah bekerja pada WHO/World Health Organisation di Jeneva, Swiss pada 2001 selama 6 bulan. Hanya 2 hari setelah pensiun, Endang menghembuskan nafas terakhir akibat penyakit kanker paru di RSCM, Jakarta. Meski menderita penyakit tersebut, namun lulusan universitas Indonesia dan Harvard, Amerika Serikat ini semasa hidupnya bukanlah seorang perokok. Jenazah ibu Endang dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Ia meninggalkan seorang suami yaitu dokter kandungan Reanny Mamahit dan 3 orang anak. 
  3. Hasri Ainun Besari Habibie (72). Lahir pada 11 Agustus 1937, ibu Ainun merupakan istri dari presiden ke-3 RI Baharudin Jusuf Habibie. Menikah pada 12 Mei 1962, ibu Ainun dikaruniai 2 orang putra. Ibu Ainun dirawat di rumah sakit kota Munchen, Jerman akibat kanker ovarium. Di sana, ibu Ainun menjalani operasi sebanyak 9 kali dalam kurun waktu 2 bulan. Namun kondisi ibu Ainun terus menurun. Sehari sebelum menghembuskan nafas terakhir pada 22 Mei 2010, ibu Ainun dibantu alat-alat penopang kehidupan. Jenazah ibu Ainun dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Kisah cinta 48 tahun pasangan ini dibuat dalam film yang berjudul Habibi dan Ainun. Di film itu, ibu Ainun diperankan oleh Bunga Citra Lestari sementara pak Habibie diperankan oleh Reza Rahardian.
  4. Kristiani Herawati Yudhoyono (66). Pada awal Februari 2019, wanita kelahiran 8 Juli 1952 yang akrab disapa ibu Ani ini menderita penyakit kanker darah. Hal ini disampaikan oleh sang suami yang juga presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk itu ibu Ani dirawat di National University Hospital, Singapura. Di rumah sakit tersebut juga dirawat putri semata wayang Denada, yaitu Shakira yang menderita penyakit serupa. Pada pertengahan Mei 2019, ibu Ani diperbolehkan untuk keluar dari ruang rawat. Saat itu keluarga optimis ibu Ani bisa sembuh sebab dokter mengatakan bahwa sel kanker di tubuhnya sudah berkurang drastis. Namun pada akhir Mei 2019, ibu Ani tiba-tiba drop sebab terjadi ledakan sel kanker di tubuhnya. Ibu Ani mengalami gagal nafas sehingga dokter terpaksa menidurkan. Meski telah dirawat intensif selama 3 hari di ICU, namun  takdir berkata lain. Ia dimakamkan di TMP Kalibata Blok M nomor 129, Jakarta Selatan. Makam ibu Ani hanya berjarak 1 meter dari makam ibu Ainun.
  5. Sutopo Purwo Nugroho (49). Pak Sutopo telah menjabat sebagai kepala pusat data, informasi dan humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana dari November 2010 hingga wafatnya pada 7 Juli 2019 di Guangzhou, Cina saat sedang menjalani perawatan. Sebelum berangkat ke kota di selatan Cina, ia telah memberitahu bahwa kanker paru yang diidapnya telah menyebar ke tulang. Tak lupa memohon doa seluruh masyarakat Indonesia. Ia diketahui mengidap kanker paru sejak Januari 2018 silam. Meski dokter menyarankan agar ia rehat dari pekerjaan, namun ditolaknya. Lahir di Boyolali, Jawa Tengah pada 7 Oktober 1969, Sutopo meninggalkan seorang istri, dua orang anak dan ayah. Pemakaman di Boyolali dipimpin oleh menteri luar negeri Retno Marsudi.

Saturday, May 4, 2019

Pemimpin Negara di Dunia Yang Menjadi Yatim atau Piatu Sejak Kecil


  1. Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat Ke-16 : 56 Tahun (Piatu di usia 9 tahun). Lahir pada 12 Februari 1809 sebagai anak bungsu dari 2 bersaudara. Ia memiliki seorang kakak perempuan bernama Nancy. Di usia 9 tahun dan Nancy berusia 11 tahun, ibu mereka meninggal setelah terserang penyakit akibat keracunan susu. Kondisi itu membuat Nancy mengambil alih semua tugas rumah tangga yang terdiri dari 4 orang termasuk dirinya sendiri. Setahun lebih kemudian sang ayah menikah kembali. Delapan tahun kemudian, Nancy meninggal setelah melahirkan. Abraham kemudian menikah dengan Mary Todd dan dikaruniai 4 orang putra. Pada 14 April 1865, ia bersama istri, mayor Henry Rathbone dan tunangan Henry sedang menonton di Teater Ford. Seorang pemain teater bernama John Wilkes Booth berhasil menyelinap ke tempat Abraham dan menembak kepala sang presiden dari belakang. Booth juga menyerang Henry dengan pisau sehingga terluka dari bahu hingga lengan. Setelah berulah, Booth hendak melompat namun ditarik oleh Henry hingga terjungkal. Meski terluka, Henry masih kuat mengantar Mary menuju ke rumah Petersen di seberang teater, tempat Abraham kemudian dioperasi. Sayang sang presiden meninggal keesokan hari. Dua minggu kemudian Booth tewas ditembak.
  2. Albert, Pangeran Pendamping Inggris (Piatu di Usia 12 Tahun). Albert lahir pada 26 Agustus 1819 sebagai anak bungsu dari dua bersaudara. Kakaknya Ernest hanya terpaut 1,2 tahun di atas Albert. Ayah Albert adalah Ernest 1 dan ibunya adalah Louise, putri Saks Coburg Gotha Altenburg. Pernikahan orang tua Albert hanya bahagia di permulaan. Awal mula permasalahan tentu bersumber dari ayah Albert, Ernest I. Ia memang dikenal sebagai pria yang tukang selingkuh. Sayang kelakuan Ernest I dibalas sama oleh Louise. Saat ketahuan, Louise dipaksa pindah dari rumah pada tahun 1824. Sejak itu, Albert dan Ernest tidak pernah lagi bertemu dengan ibu mereka. Setelah ibu Albert tak lagi di rumah, ayah Albert juga pergi selama lima bulan. Kedua orang tua Albert resmi bercerai pada 31 Maret 1826. Pada 18 Oktober 1826, ibunda Albert menikah lagi dengan pria selingkuhannya. Pernikahan ini berlangsung bahagia namun ibunda Albert wafat pada 30 Agustus 1830, hanya empat hari setelah Albert berulang tahun yang ke-12. Pada 10 Februari 1840, Albert menikah dengan ratu Victoria dan dikaruniai sembilan orang anak. Dari pernikahan mereka, lahir keturunan yang bertahta di kerajaan Eropa hingga saat ini.
  3. Albert II, Raja Belgia (Piatu di Usia 1 Tahun). Albert lahir pada 6 Juni 1934 sebagai anak bungsu dari 3 bersaudara. Kakak sulung Albert adalah Josephine yang menikah dengan Jean dari Luksemburg. Sedangkan kakak kedua Albert adalah Baudouin yang menjadi raja selama 41 tahun setelah menggantikan sang ayah yang dituntut lengser. Kisah ayah dan ibu Albert sudah ditulis di bagian raja Baudouin. Ketiga orang kakak beradik ini kehilangan sang ibunda saat usia mereka masih sangat kecil. Mereka kelak memiliki 3 orang adik tiri dari pernikahan sang ayah yang kedua dengan Mary Lilian Baels. Albert menikah dengan Paola Ruffo pada tahun 1959 mendahului sang kakak Baudouin. Albert dan Paola dikaruniai 3 orang anak. Pada 21 Juli 2013, Albert memutuskan lengser dan digantikan oleh putra sulungnya yang bernama Philippe. Pada Januari 2020, Albert resmi dinyatakan memiliki seorang putri di luar pernikahan bernama Delphine Boel. 
  4. Alexandra, Permaisuri Pendamping Russia : 46 Tahun (Piatu di Usia 6 Tahun). Alexandra lahir pada 25 Mei 1872 sebagai putri Hesse dan Rhine. Lahir sebagai anak keenam dari tujuh bersaudara, orang tua Alexandra adalah Louis, Adipati Agung Hesse & Rhine dan Alice, Putri Inggris. Pada November 1878, keluarga Alexandra termasuk dirinya terserang penyakit difteria. Hanya sang ibunda dan kakak (Elisabeth) yang masih sehat. Elisabeth langsung diungsikan ke rumah neneknya. Ibunda Alexandra merawat semua selama hampir sebulan. Adik bungsu Alexandra tidak bertahan dan wafat. Kakak laki-laki Alexandra menjadi histeris dan ditenangkan oleh sang ibunda dengan peluk cium. Ciuman ini membuat ibunda Alexandra tertular, jatuh sakit dan wafat pada 14 Desember 1878. Alexandra menjadi permaisuri pada saat ia menikah dengan kaisar Nicholas II, yaitu pada tanggal 26 November 1894. Hari pernikahan tersebut juga bersamaan dengan hari ulang tahun ibu mertua Alexandra yaitu Dagmar/Maria Feodorovna yang ke-48 tahun. Nicholas dan Alexandra dikaruniai lima orang anak yaitu Olga, Tatiana, Maria, Anastasia dan Alexei. Pada masa Revolusi Russia 17 Juli 1918, mereka bertujuh tewas dieksekusi oleh Bolsheviks. Pada 18 Juli 1918, kakak Alexandra yaitu Elisabeth tewas dibunuh dengan cara dilempar ke dalam galian bekas tambang.
  5. Ananda Mahidol, Raja Thailand, Rama VIII : 20 Tahun (Yatim di Usia 4 Tahun). Lahir pada 20 September 1925 di Heidelberg, Jerman sebagai anak kedua dari 3 bersaudara. Ia memiliki seorang kakak perempuan bernama Galyani dan seorang adik laki-laki Bhumibol. Ayah Ananda wafat pada September 1929, saat usia Ananda baru 4 tahun. Ananda menjadi raja Thailand saat berusia 11 tahun setelah raja Prajadiphok melengserkan diri dan pindah ke Inggris bersama istrinya. Oleh sebab Ananda kala itu masih di bawah umur, maka sang paman yang bernama pangeran Rangsit Prayursardi menjadi wakil tahta. Ananda bersama kedua saudaranya tetap menempuh studi di Lausanne, Swiss. Ini terutama atas permintaan sang ibunda Ananda sendiri. Meski banyak menghabiskan waktunya di Eropa, namun takdir Ananda berujung di tanah leluhurnya, Thailand. Pada 9 Juni 1946, Ananda ditemukan tewas dengan luka tembak jarak dekat di kepala. Tak jelas apa penyebab kejadian tersebut namun pada tahun 1955, tiga orang pekerja kerajaan dihukum mati setelah melewati proses persidangan. Mereka dianggap bersekongkol dengan perdana menteri kala itu untuk membunuh sang raja. Hingga kini, sejarawan banyak menyangsikan ketiga pekerja tersebut bersalah.
  6. Baudouin, Raja Belgia : 62 Tahun (Piatu di Usia 4 tahun). Baudouin lahir pada 7 September 1930 sebagai anak kedua dari 3 bersaudara. Ia memiliki seorang kakak perempuan bernama Josephine dan seorang adik laki-laki yang bernama Albert. Albert kelak akan menggantikan Baudouin menjadi raja sebab Baudouin tidak memiliki keturunan dari pernikahannya bersama Dona Fabiola. Ayah Baudouin adalah raja Belgia, Leopold III. Sementara ibunya adalah Astrid dari Swedia. Baudouin memiliki keluarga yang bahagia sebab ayah ibunya sangat mencintai satu sama lain. Namun kebahagiaan ini sempat terenggut pada tahun 1935. Saat ayahnya mengendarai mobil bersama ibunya sebagai penumpang, mobil tersebut terjungkal. Ibu Baudouin terlempar keluar dari mobil dan kepalanya membentur pohon satu-satunya yang ada di sana. Ibu Baudouin langsung tewas di tempat sementara ayahnya terluka di bagian tangan namun tak begitu parah. Mobil tersebut tercebur di dalam danau. Baudouin menjadi piatu hanya sebulan sebelum berulang tahun ke-4. Baudouin sendiri menjadi raja pada 17 Juli 1951 menggantikan ayahnya yang dituntut lengser. Popularitas sang ayah sebagai raja menurun diakibatkan pernikahan keduanya dengan wanita biasa bernama Mary Lilian Baels. Diperparah lagi saat sang ayah memutuskan menyerah pada Nazi Jerman saat perang dunia II. Pada tahun 1960, Baudouin menikahi wanita asal Spanyol bernama Dona Fabiola yang berusia 2 tahun di atas Baudouin. Dari pernikahan ini, Fabiola sempat hamil dan keguguran sebanyak 5 kali. Baudoin wafat pada 31 Juli 1993, tepatnya 41 tahun setelah ia bertahta.
  7. Bhumibol Adulyadej, Raja Thailand, Rama IX : 88 Tahun (Yatim di Usia 1 Tahun). Lahir pada 5 Desember 1927 di Boston, Amerika Serikat sebagai anak bungsu dari 3 bersaudara. Ayahnya adalah Mahidol Adulyadej, seorang pangeran yang mendedikasikan ilmu dan uangnya demi kemajuan kesehatan serta pengetahuan masyarakat Thailand. Namun sayang hidupnya tak lama sebab ia memiliki riwayat penyakit ginjal. Bahkan di hari terakhir hidupnya, lever sang ayah banyak bernanah. Sang ayah wafat di usia 37 tahun saat Bhumibol kecil baru menginjak 1 tahun 9 bulan. Bhumibol dan kedua kakaknya dibesarkan oleh sang ibu yang memilih untuk tidak menikah kembali. Dua belas jam setelah sang kakak wafat pada 9 Juni 1946, Bhumibol naik tahta di usia 18 tahun. Pada tahun 1948, Bhumibol mengalami kecelakaan mobil tunggal di Eropa. Separuh wajah kanan berikut mata kanan Bhumibol rusak. Tulang punggung sang raja juga mengalami patah. Saat ia dirawat di rumah sakit, sang calon istri bernama Sirikit rutin menjenguk Bhumibol. Ibunda Bhumibol meminta agar Sirikit pindah sekolah ke dekat Bhumibol dengan tujuan agar mereka saling mengenal lebih baik. Ia kemudian menikah dengan Sirikit pada 1950 dan dikaruniai 4 orang anak. Bhumibol dan Sirikit memiliki hubungan sepupu sebab kakek Sirikit adalah kakak tiri ayah Bhumibol. Bhumibol dikaruniai total 12 orang cucu. Hingga tahun 2019, Bhumibol menjadi penguasa kerajaan yang paling lama di dunia yaitu selama 70 tahun.
  8. Carl XVI Gustaf, Raja Swedia (Yatim di Usia 9 Bulan). Lahir pada 30 April 1946 sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara. Keempat kakak Carl adalah perempuan. Nenek Carl merupakan cucu dari ratu Inggris Victoria namun sayang meninggal di usia 38 tahun setelah menjalani operasi. Sepeninggal sang nenek, kakek Carl memutuskan untuk menikah lagi dengan Louise. Louise merupakan tante dari pangeran Inggris, Philip Mountbatten. Ayah Carl tewas akibat kecelakaan pesawat pada 26 Januari 1947. Saat itu usia Carl baru menginjak 9 bulan. Hal ini membuat posisi Carl menjadi penerus tahta yang pertama setelah sang kakek meninggal. Namun ia baru diberitahu wafatnya sang ayah saat berusia 7 tahun. Pada 2005, ia mengungkap perasaannya tumbuh kembang tanpa mengetahui sang ayah. Carl menjadi raja untuk menggantikan sang kakek yang wafat pada tahun 1973. Carl menikah dengan Sylvia pada tahun 1976 dan dikaruniai 3 orang anak. Anak sulung Carl bernama Victoria merupakan pewaris tahta Carl kelak. Kini Carl sudah memiliki 7 orang cucu. Sosok Carl adalah suami yang setia serta ayah dan kakek yang penyayang. Sama halnya sang kakek, ia juga beruntung menjadi raja yang disayangi rakyatnya. Rakyat Swedia kerap berkumpul di depan istana untuk merayakan hari jadi Carl. 
  9. Christian IX, Raja Denmark : 86 Tahun (Yatim di Usia 12 Tahun). Christian lahir sebagai anak ke-6 dari 10 bersaudara dari pasangan Frederick William dengan Louise Caroline.  Christian menikah dengan Louisa dan dikaruniai 6 orang anak yaitu 3 putra dan 3 putri. Meski keluarga Christian hidup dengan ekonomi pas-pasan, namun mereka kompak dan bahagia. Istri Christian mengajarkan ketiga putri mereka untuk menjahit baju sendiri dan juga mendaur ulang baju lama menjadi baju baru. Sekitar delapan bulan setelah putri pertama Christian yang bernama Alexandra menikah dengan pangeran Edward dari Inggris, Christian diangkat menjadi raja. Kelak Alexandra menjadi ratu pendamping Inggris. Sementara putri kedua yang bernama Dagmar menjadi permaisuri penamping Russia dari pernikahannya dengan Alexander III. Putra pertama yang bernama Frederick meneruskan Christian menjadi raja Denmark. Putra kedua Christian yang bernama William diangkat oleh Inggris untuk menjadi raja di Yunani. Christian dijuluki sebagai Ayah Mertua Eropa sebab anak dan keturunannya menyebar di seluruh kerajaan Eropa. Beberapa keturunan Christian yang terkenal adalah ratu Elizabeth II Inggris dan pangeran Philip, ratu Margarethe Denmark, ratu pendamping Spanyol Sofia, raja Norwegia Harald V dan raja Belgia Philippe. Itu belum termasuk kaisar Russia yang tewas ditembak yaitu Nicholas II, raja Yunani yang digulingkan yaitu Constantine II, raja Rumania yang digulingkan yaitu Michael.
  10. Edward VI : 15 Tahun (Piatu di Usia 2 Minggu, Yatim di Usia 9 Tahun). Ia merupakan putra dari raja Henry VIII dengan Jane Seymour. Orang tua Edward menikah pada 30 Mei 1536, hanya 11 hari setelah istri kedua Henry dihukum penggal. Edward kemudian lahir pada 12 Oktober 1537 setelah proses persalinan yang sangat sulit. Ibunda Edward mengalami kontraksi selama 2 hari hingga terpaksa dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan bayi Edward. Kelahiran Edward disambut tangisan haru oleh sang ayah, Henry VIII. Ayah Edward sudah menunggu sekian lama untuk dapat memiliki seorang putra yang akan didapuk sebagai penerus tahta. Sebenarnya sang ayah memiliki seorang putra dari istri pertama, yaitu Catherine Aragon. Namun bayi yang diberi nama Henry itu hanya bertahan hidup kurang dari 2 bulan. Jane sempat hadir sebentar saat pembaptisan Edward namun ia tampak pucat. Dua minggu setelah kelahiran Edward, Jane Seymour mengalami infeksi pasca melahirkan dan wafat. Pada usia 9 tahun, Edward kemudian menjadi raja sepeninggal sang ayah pada tahun 1547. Namun Edward hanya bertahta selama 6 tahun sebab ia sendiri akhirnya wafat akibat penyakit tuberkulosis. Saat kritis, Edward menunjuk sang sepupu perempuan bernama Jane Grey sebagai penerusnya. Ia dan pemerintah saat itu tak ingin kerajaan Inggris kembali ke Katolik Roma. Itu sebabnya mereka tak menunjuk kakak tiri Edward yang bernama Mary sebagai penerus. Sementara mereka juga tak mungkin menunjuk kakak tiri Edward yang kedua, yaitu Elizabeth sebelum menjadikan Mary sebagai ratu. Setelah 9 hari bertahta, Mary dan pendukungnya berhasil menggulingkan Jane Grey. Jane Grey dan suaminya diseret ke penjara untuk kemudian dihukum penggal.
  11. Elizabeth I, Ratu Inggris : 69 Tahun (Piatu di Usia 2 Tahun, Yatim di Usia 13 Tahun). Ia merupakan putri dari raja Henry VIII dan Anne Boleyn yang lahir pada 7 September 1533. Ibunda Elizabeth hanya menikmati status sebagai ratu selama 3 tahun yaitu dari 1533 hingga 1536. Karena Anne tidak mampu memberi seorang putra kepada Henry, maka Anne disingkirkan dengan cara keji. Anne difitnah melakukan incest dengan adik kandungnya, George Boleyn yang juga paman dari Elizabeth I. Tak hanya itu, Anne juga dituduh berselingkuh dengan 4 pria lain. Semua tuduhan ini disangkal oleh Anne ketika ia melakukan pengakuan dosa di dalam penjara dan di hadapan pendeta Thomas Cranmer serta penjaga penjara, Kingston. Anne dihukum penggal pada 19 Mei 1566. Usia Elizabeth belum genap 3 tahun. Setelah Anne wafat, Elizabeth diakui sebagai anak haram. Pada masa ayahnya menikah dengan istri terakhir yaitu Catherine Parr, status Elizabeth kembali seperti semula. Setelah kakak tiri dan adik tiri Elizabeth I wafat akibat sakit, Elizabeth berkuasa menjadi ratu selama 40 tahun. Ia berhasil memimpin Inggris menuju era emas. Selama hidup, Elizabeth tak pernah menikah sehingga ia dijuluki Ratu Perawan.
  12. George III, Raja Inggris : 81 Tahun (Yatim di Usia 12 Tahun). Lahir pada 4 Juni 1738, George adalah kakek ratu Inggris Victoria dari garis ayah. Ayah George wafat dalam usia 44 tahun pada Maret 1751 akibat terluka di paru-paru. Usia George saat itu baru 12 tahun. George pun menjadi penerus pertama setelah sang kakek yang kala itu masih hidup. Kemudian George meneruskan tahta di usia 22 tahun setelah sang kakek wafat. Sebelas bulan setelah bertahta, George menikah dengan Charlotte Sophia, putri Mecklenburg-Strelitz. Keduanya dikaruniai total 15 orang anak yang terdiri dari 9 putra dan 6 putri. Salah satu putra yaitu pangeran Edward kelak memiliki putri semata wayang yang akan menjadi ratu Inggris. Charlotte disebut memiliki darah Afrika. Pernikahan George dan Charlotte sangat bahagia meski belakangan disebutkan merenggang akibat penyakit mental George. George tidak pernah memiliki selir, beda halnya dengan sang kakek dan putra-putranya. Semasa hidup, George memiliki penyakit mental yang sering kambuh dan belakangan menjadi penyakit tetap.
  13. Henry VII, Raja Inggris : 52 Tahun (Yatim saat masih dalam kandungan). Kerap dipanggil sebagai Henry Tudor, ia merupakan raja pertama dinasti Tudor setelah mengalahkan raja Inggris, Richard III. Lahir pada 28 Januari 1457 dari pasangan Edmund dengan Margaret Beaufort. Edmund merupakan suami kedua Margaret. Di usia 13 tahun dan dalam kondisi hamil 7 bulan, Margaret sudah menjadi janda. Ayah Henry wafat pada 3 Oktober 1456 akibat infeksi bakteri. Maka itu, Henry tak pernah mengenal sang ayah. Margaret kemudian menikah ketiga kali dengan Henry Stafford pada 1458. Namun pada 1471, Margaret menjadi janda ketiga kali setelah Stafford tewas akibat luka yang didapat dalam pertempuran. Akhirnya pada 1472, menikah keempat kali dengan Thomas Stanley. Dari empat pernikahan sang ibunda, Henry merupakan anak satu-satunya. Raja Henry VII kemudian menikah dengan Elizabeth York dan dikaruniai total 7 orang anak yaitu 4 orang putra dan 3 orang putri. Henry dan Elizabeth memiliki pernikahan yang bahagia. Henry sangat mencintai Elizabeth dan menyayangi semua anak-anak mereka. Putra kedua Henry kemudian meneruskan Henry menjadi raja Henry VIII. 
  14. Ingrid, Ratu Pendamping Denmark : 90 Tahun (Piatu di Usia 10 Tahun). Ingrid terlahir sebagai anak ketiga dan putri satu-satunya pasangan pangeran tahta Swedia (kelak menjadi raja) Gustav VI Adolf dengan Margaret, Putri Connaught. Oleh karena Margaret adalah cucu dari ratu Victoria, maka Ingrid adalah cicitnya. Saat ibunda Ingrid sedang mengandung tua anak keenam, sang ibu meninggal akibat keracunan darah. Sebelumnya, ibunda Ingrid menjalani dua kali operasi di belakang telinga dan wajah. Tiga tahun sepeninggal sang ibu, ayah Ingrid menikah lagi dengan Louise Mountbatten yang merupakan tante dari pangeran Philip Inggris. Ingrid merasa dikhianati oleh sang ayah sehingga ia menolak berkomunikasi sampai beberapa tahun kemudian. Ingrid menghabiskan beberapa bulan dalam setahun bersama sang kakek di Inggris yaitu Arthur Pangeran Connaught. Arthur adalah anak ketujuh putra ketiga ratu Victoria.
  15. James V, Raja Skotlandia : 30 Tahun, Yatim di Usia 17 Bulan. James V merupakan anak dari raja James IV Skotlandia dan Margaret. Ia merupakan cucu dari raja Inggris Henry VII sekaligus adik sepupu dari raja Inggris Henry VIII. Lahir pada 10 April 1512, James V menjadi satu-satunya anak yang hidup hingga dewasa. Saat masih berusia 17 bulan, ayahnya tewas dalam pertempuran dan ia meneruskan tahta kerajaan. James V menikah dua kali. Istri pertama wafat akibat tuberkulosis, hanya beberapa bulan setelah dinikahi James. Dari istri kedua, ia dikaruniai tiga orang anak. Anak bungsu James yaitu Mary menjadi satu-satunya yang hidup hingga dewasa. Namun sayang James V tidak memiliki kesempatan banyak untuk menjadi ayah sebab ia meninggal enam hari setelah Mary lahir.
  16. Louis XIV, Raja Perancis : 76 Tahun (Yatim Di Usia 4 Tahun). Sebelum Louis XIV lahir pada September 1638, kedua orang tuanya telah menikah selama 23 tahun. Selama itu, ibunda Louis telah melahirkan empat orang anak namun semuanya meninggal sejak dalam kandungan. Jadi kelahiran Louis dianggap sebagai keajaiban. Adik Louis kemudian lahir dua tahun kemudian. Ayah Louis wafat akibat sakit pada 1643. Louis menggantikan sang ayah bertahta sebagai raja Perancis sejak Mei 1843, saat usianya belum genap 5 tahun. Sejarah mencatat Louis menjadi  raja yang bertahta paling lama yaitu 72 tahun 110 hari. Saat bertahta, Louis membangun istana Versailles yang kini menjadi salah satu warisan dunia dilindungi oleh UNESCO. Pada 1860, Louis menikah dengan Maria Theresa. Louis dan Maria dikaruniai enam orang anak, namun hanya anak sulung yang hidup hingga usia 49 tahun. Maria wafat pada 1683. Di masanya, Louis XIV termasuk beruntung dikaruniai usia panjang. Usianya melampaui anak sulung yang wafat pada 1611 dan bahkan cucu tertuanya yang wafat pada 1612. Sepeninggal Louis XIV, tahta kerajaan diteruskan oleh cicitnya yaitu Louis XV.
  17. Louis XV, Raja Perancis : 64 Tahun (Piatu di Usia 1 Tahun, Yatim di Usia 2 Tahun). Lahir pada 15 Februari 1710 sebagai anak bungsu dari 3 bersaudara. Kedua kakak Louis berjenis kelamin laki-laki meninggal saat masih kecil. Kakak pertama wafat saat berusia 10 bulan dan kakak kedua wafat saat berusia 5 tahun. Tak cukup sampai di situ, di usia hampir 2 tahun, Louis menjadi yatim piatu. Bermula dari sang ibu yang wafat akibat campak pada 12 Februari 1712 dan disusul sang ayah yang wafat pada 18 Februari 1712. Ayah dan ibu Louis memiliki pernikahan yang sangat bahagia. Ayah Louis sangat mencintai ibunda Louis. Jika Louis sendiri memiliki selir, maka sang ayah tidak. Pada 1725, Louis menikah dengan Maria. Usia Maria adalah 7 tahun di atas Louis. Di usia 17 tahun, Louis telah menjadi ayah. Ia dan Maria dikaruniai total 10 orang anak. 
  18. Louis XVI, Raja Perancis : 38 Tahun (Yatim di Usia 9 Tahun, Piatu di Usia 12 Tahun). Lahir pada 23 Agustus 1754 sebagai anak ke-4 dari delapan bersaudara. Louis memiliki seorang kakak laki-laki yang digadang-gadang menjadi penerus tahta kerajaan. Namun sayang sang kakak wafat di usia 9 tahun akibat tuberkulosis. Ayah Louis wafat saat Louis baru berusia 11 tahun. Ibu Louis menyusul sang ayah 1,5 tahun kemudian. Di usia 15 tahun, Louis yang yatim piatu menikah dengan Marie Antoinette. Delapan tahun setelah pernikahan, Louis dan Marie dikaruniai anak. Keduanya dikaruniai total 4 orang anak. Louis menjadi raja terakhir sebelum terjadi revolusi. Ia dihukum penggal pada 21 Januari 1793. Sang istri dihukum penggal pada 16 Oktober 1793. Anak ketiga putra kedua mereka yang bernama Louis Charles alias Louis XVII, meninggal di penjara pada Juni 1795 akibat tuberkulosis. Dengan meninggalnya Louis XVII, maka hanya putri sulung, Marie Therese yang bertahan hidup. Marie Therese dibebaskan dari penjara sehari sebelum ia berulang tahun yang ke-17. Ia hidup di Austria bersama sang paman, yaitu adik laki-laki ayahnya. Adalah sang paman yang menghendaki ia menikah dengan Louis Antoine, yang juga sepupunya sendiri.
  19. Marie Antoinette : 37 Tahun (Yatim di Usia 9 Tahun). Ia merupakan figur terkenal di dunia, ironisnya justru setelah ia meninggal. Lahir pada November 1755, sang ayah Kaisar Romawi Suci Francis I wafat pada Agustus 1765. Pada 1770, di usia 15 tahun Marie dinikahkan dengan Louis Auguste. Pada 1774, Louis menggantikan kakeknya menjadi raja Louis XVI. Pada 1778, Marie dikaruniai anak pertama. Berikutnya ia dikaruniai tiga orang anak lagi. Dari seluruh anaknya, hanya anak sulung Marie Therese yang hidup hingga tua. Kondisi ekonomi Perancis semakin buruk. Masyarakat semakin kesulitan pangan. Konon hal ini bukan semata-mata kesalahan Louis XVI melainkan warisan dari sang kakek Louis XV yang disebut tak bisa menjadi pemimpin yang baik. Namun masyarakat terlanjur menyalahkan Louis dan terutama Marie Antoinette. Bahkan Marie dijuluki sebagai ratu hutang. Pada Januari 1793, Louis XVI dihukum penggal. Hampir setahun kemudian tepatnya pada 16 Oktober 1793, giliran Marie yang dihukum penggal.
  20. Mary, Ratu Skotlandia : 44 Tahun, Yatim di Usia Enam Hari. Lahir pada 8 Desember 1542 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. Kedua kakak lelaki Mary meninggal saat masih kanak-kanak. Mary memiliki beberapa saudara tiri dari hubungan ayahnya dengan wanita lain. Ia juga memiliki beberapa kakak tiri dari pernikahan sang ibu sebelumnya. Ayah Mary meninggal di usia 30 tahun, saat Mary masih berusia enam hari. Ibu Mary meninggal saat Mary berusia 17 tahun. Mary menikah tiga kali dan memiliki seorang putra dari suami kedua. Putra semata wayang Mary kelak menjadi raja Inggris dan Skotlandia, James IV dan I. Pada 1 Februari 1587, sepupu Mary yaitu ratu Inggris Elizabeth I menandatangani perintah pemenggalan. Hidup Mary berakhir seminggu kemudian. 
  21. Nicholas I, Kaisar Russia : 58 Tahun (Yatim di Usia 4 Tahun). Nicholas I lahir pada 6 Juli 1796 dari pasangan Paul I, Kaisar Russia dengan Sophie Wurttemberg. Nicholas merupakan anak ke-9 dari 10 bersaudara. Ayah Nicholas wafat saat ia belum genap berusia 5 tahun, tepatnya pada 23 Maret 1801. Sepeninggal sang ayah, kakak sulung Nicholas I meneruskan tahta sebagai Alexander I. Kakak sulung Nicholas I kemudian wafat pada 1825 dan diteruskan oleh Nicholas I sebab ia adalah putra tertua yang masih hidup. Nicholas I menikah dengan Charlotte, putri Prussia dan dikaruniai 7 anak. Nicholas I hidup hingga tahun 1855 dan kemudian diteruskan oleh putra sulungnya, Alexander II. 
  22. Victoria, Ratu Inggris : 81 tahun (Yatim di Usia 8 Bulan). Lahir pada 24 Mei 1819 di istana Kensington Inggris sebagai anak tunggal dari pasangan pangeran Edward, adipati Kent dan Strathearn dengan Victoria, putri Saxe Coburg Saalfeld. Bagi sang ayah, Victoria adalah anak semata wayang. Bagi sang ibu, Victoria adalah anak ketiga yang ia lahirkan. Victoria memiliki 2 kakak tiri dari pernikahan sang ibu sebelumnya. Pada 23 Januari 1820, ayah Victoria wafat akibat radang paru. Disebutkan setelah hujan dan dalam cuaca yang dingin, ayah Victoria tidak melepas stoking yang basah. Usia Victoria kala itu baru 8 bulan. Setelah menjadi janda kedua kali, ibunda Victoria tidak menikah lagi. Victoria menjadi ratu di usia 18 tahun setelah sang paman wafat akibat sakit. Di usia 20 tahun, ia menikah dengan sepupunya, pangeran Albert dan dikaruniai 9 orang anak. Sayang pangeran Albert wafat akibat sakit di usia 42 tahun, tepatnya pada 14 Desember 1861. Kepergian Albert hanya 9 bulan setelah kepergian ibunda Victoria.