Monday, June 8, 2020

Pernikahan Antar Sepupu di Kerajaan Eropa


  1. Anne, Putri Orleans dan Pangeran Amedeo, Adipati Aosta. Sama halnya kedua orang tua Anne, Anne dan Amedeo juga merupakan saudara sepupu. Ibunda Amedeo (Helene, Putri Orleans) merupakan kakak kandung ibunda Anne (Isabelle, Putri Orleans). Anne dan Amedeo menikah pada 5 November 1927 dan dikaruniai dua orang putri. Saat Italia menyatakan perang terhadap Inggris dan Perancis pada 10 Juni 1940, Amedeo memimpin pasukan di Afrika. Namun stok makanan dan minuman pasukan Amedeo semakin menipis. Pasukan Amedeo dikepung oleh 9.000 pasukan Inggris. Tak ada harapan untuk menyuplai, Amedeo menyerah kepada Inggris pada 18 Mei 1941. Setelah menyerahkan diri, Amedeo ditahan di penjara khusus tahanan perang di Nairobi, Kenya. Di tahanan, Amedeo terserang malaria dan tuberkulosis. Ia meninggal dunia pada 3 Maret 1942, di usia 43 tahun. Amedeo dikenang sebagai pria bertubuh tegap dan berjiwa mulia. Sebelum ia meninggalkan kediamannya di Addis Ababa, Afrika, Amedeo mengirim surat kepada pemerintah Inggris untuk berterima kasih melindungi para wanita dan anak-anak di kota tersebut. Istri Amedeo wafat pada tahun 1986. 
  2. Caroline, Putri Brunswick dan George, Pangeran (Raja) Inggris.  Pernikahan Caroline dan George bisa disebut hasil dari perjodohan paksa. George yang saat itu masih berstatus pangeran tahta, memiliki hutang yang besar. Meski ia telah menikah selama satu dekade dengan Maria Fitzherbet, namun pernikahan itu dianggap tidak sah. Untuk menghapus hutang, George diharuskan menikah dengan wanita berdarah kerajaan dan memiliki anak. Maka George memilih Caroline. Ayah George adalah adik kandung ibunda Caroline. Pernikahan dihelat pada 8 April 1795. Setelah kegiatan suami istri di malam pertama dan kedua, George menjauh dari Caroline. Keduanya hanya berkomunikasi melalui kurir kerajaan. Sembilan bulan kemudian, Caroline melahirkan seorang putri yang diberi nama Charlotte. Suatu hari Charlotte bersitegang dengan ayahnya perihal membatalkan rencana pernikahannya dengan pangeran Belanda. George tak memperbolehkan Charlotte keluar rumah dan bahkan akan menyiapkan Windsor sebagai tempat mengisolasi Charlotte. Charlotte kabur dan pergi menemui sang ibunda yang sudah tinggal terpisah. Caroline yang sedang berada di rumah teman segera pulang begitu mendengar kedatangan Charlotte. George marah besar dan mengirim adiknya, pangeran Frederick beserta beberapa orang untuk membawa Charlotte kembali. Setelah beragumentasi lama, Charlotte bersedia kembali setelah menginap semalam. Tak lama kemudian, George memberi kabar Charlotte bahwa ibunya akan keluar dari Inggris dan berpelesir keliling Eropa. Charlotte sangat kecewa. Ia tak pernah lagi bertemu ibunya. (bisa jadi ini adalah upaya paksa George agar kejadian serupa tak terulang kembali). Pada 1816, Charlotte menikah dengan pangeran Leopold.  Pada 1817, putri Charlotte meninggal setelah melahirkan. Pada tahun 1820, George dinobatkan menjadi raja George IV menggantikan raja George III yang mangkat. George tidak memperbolehkan Caroline hadir di upacara penobatan. Meski berupaya hadir, Caroline tak berhasil masuk gereja Westminster Abbey. Malam harinya, Caroline jatuh sakit. Caroline wafat tiga minggu kemudian. Ia merasa telah diracun secara diam-diam. George wafat pada tahun 1830. George dan Caroline tidak pernah resmi bercerai sehingga Caroline dicatat sejarah sebagai ratu pendamping Inggris.
  3. Caroline-Mathilde dan Knud, Pangeran Denmark. Ayah Caroline (Harald, Pangeran Denmark) adalah adik kandung dari ayah Knud (Christian X, Raja Denmark). Caroline dan Knud menikah pada 8 September 1933. Mereka dikaruniai tiga orang anak yaitu Elisabeth, Ingolf dan Christian. Apabila kerajaan Denmark menganut hukum Salic, maka yang menjadi raja setelah Frederick IX adalah Knud. Namun perubahan dalam kerajaan pada tahun 1953 menjadikan keponakan Knud yaitu Margarethe sebagai pewaris tahta kerajaan.
  4. Elisabeth, Adipatni Bavaria dan Franz Joseph I, Kaisar Austria. Franz Joseph menjadi kaisar Austria pada 1848. Pada 1854, ia menikah dengan Elisabeth yang akrab dipanggil Sisi. Meski Franz mencintai Sisi, namun pernikahan mereka banyak terganggu terutama oleh ibunda Franz yang bernama Sophie. Sophie disebut memperlakukan Sisi dengan keji. Anak sulung yang baru dilahirkan oleh Sisi langsung diambil oleh Sophie. Bahkan Sophie memberi nama cucunya sesuai namanya tanpa berdiskusi dengan Sisi. Sisi hanya diperbolehkan menemui sang putri jika ibu mertua memberi ijin. Itupun harus dengan kehadiran sang mertua. Pernikahan Sisi dan Franz dikaruniai total empat anak yaitu Sophie, Gisella, Rudolph dan Marie Valerie. Sophie meninggal di usia 2 tahun akibat sakit. Sisi terobsesi memiliki tubuh ramping dan rambut yang sangat panjang. Ia membutuhkan waktu 2-3 jam untuk perawatan rambutnya. Sisi meninggal pada 1898 setelah terluka parah akibat ditusuk di bagian leher. Franz mangkat pada 1916.
  5. Feodora, Putri Denmark dan Christian, Pangeran Schaumburg-Lippe. Ayah Feodora (Harald, Pangeran Denmark) adalah adik kandung dari ibunda Christian (Louise, Putri Denmark). Feodora dan Christian adalah cucu dari raja Denmark Frederick VIII. Feodora dan Christian menikah pada 9 September 1937. Mereka dikaruniai empat orang anak. Ibunda Christian wafat di usia muda akibat radang otak. Kakak perempuan dan adik perempuan Christian juga wafat di usia muda. Christian memiliki dua adik tiri dari pernikahan kedua ayahnya. Adik perempuan Feodora yaitu Caroline-Mathilde juga menikah dengan saudara sepupu yaitu Knud, pangeran Denmark.
  6. Francoise, Putri Orleans dan Robert, Adipati Chartres. Ayah Francois ( Francois, Pangeran Orleans) adalah adik kandung dari ayah Robert (Ferdinand Philippe, Pangeran Orleans). Francoise dan Robert menikah pada 11 Juni 1863 di gereja Santa Rafael di Inggris. Mereka dikaruniai lima orang anak. Anak sulung mereka bernama Marie menikah dengan Valdemar, pangeran Denmark. Melalui pernikahan Marie ini, Francoise dan Robert merupakan buyut dari mendiang ratu Rumania, Anne. Robert wafat pada tahun 1910 dan kemudian Francoise wafat pada tahun 1925. 
  7. Frederica, Putri Mecklenburg Strelitz dan Pangeran Ernest Augustus, Adipati Cumberland. Meskipun keduanya merupakan saudara sepupu, namun pernikahan mereka ditentang oleh ibunda Ernest. Ayah Frederica yaitu adipati Charles II adalah kakak kandung dari ibunda Ernest yaitu ratu Inggris Charlotte. Sebelum menikah dengan Ernest pada 29 Mei 1815 di Jerman, Frederica sudah pernah menikah dua kali. Dari pernikahan pertama, Frederica melahirkan tiga orang anak. Dari pernikahan kedua, Frederica melahirkan tujuh orang anak. Dengan Ernest, Frederica melahirkan tiga orang anak namun hanya anak bungsu pangeran George yang hidup hingga usia dewasa. Saat kakak kandung Ernest yaitu William IV, raja Inggris & Hanover wafat pada 20 Juni 1837, sang keponakan meneruskan tahta sebagai ratu Inggris Victoria. Kerajaan Hanover yang menganut hukum Salic hanya memperbolehkan pria bertahta. Maka sebagai anak lelaki tertua yang masih hidup, Ernest pun menjadi raja Hanover. Ia dan Frederica pindah ke istana Herrenhausen. Setelah lebih dari satu abad, Hanover akhirnya memiliki raja yang benar-benar tinggal di sana. Frederica wafat pada 1841. Ernest membangun sebuah mausoleum di taman depan kapel Herrenhausen untuk Frederica dan dirinya. 
  8. Irene, Putri Hesse & Rhine dan Henry, Pangeran Prussia. Irene dan Henry menikah tepat pada hari ulang tahun nenek mereka ratu Victoria yang ke-69 tahun. Ibunda Irene adalah adik kandung ibunda Henry. Saat menikah, ayah Henry yaitu Frederick III baru saja dinobatkan menjadi kaisar Jerman. Saat pemberkatan pernikahan berlangsung, Frederick III sudah sangat kurus. Ia hanya duduk dan tidak lagi bisa berbicara. Kaisar Frederick wafat tiga minggu setelahnya dan digantikan oleh kakak kandung Henry yaitu kaisar Wilhelm II. Irene dan Henry dikaruniai tiga orang putra yaitu Waldemar, Sigismund dan Henry. Irene menurunkan penyakit hemofilia kepada putra sulung dan putra bungsu mereka. Henry wafat akibat penyakit yang sama menyerang ayahnya yaitu kanker tenggorokan pada 20 April 1929. Irene hanya dikaruniai dua cucu dari pernikahan pangeran Sigismund. Pangeran Waldemar menikah namun tidak dikaruniai anak. Pangeran Henry (junior) meninggal saat masih kecil. Irene kemudian mengadopsi cucu pertama yang bernama Barbara untuk menjadi anak angkat resmi. Pangeran Sigismund telah pindah ke Costa Rica setelah perang dunia II dan menolak untuk kembali ke Jerman. 
  9. Isabella, Putri Orleans dan Pangeran Jean, Adipati Guise. Ayah Isabella (Philipp, pangeran Orleans) adalah kakak kandung dari ayah Jean (Robert, Pangeran Orleans dan Adipati Chartres). Kakak beradik ini hanya dua bersaudara dan tidak memiliki saudara kandung lain. Kedua orang tua Jean (Robert dan Francoise) juga merupakan saudara sepupu. Pada 1899, Jean menikah dengan Isabella dan dikaruniai empat orang anak. Putri mereka bernama Francoise menikah dengan Christopher, pangeran Yunani dan Denmark. Christopher adalah anak dari raja Yunani, George I. Putri mereka bernama Anne, Putri Orleans mengikuti jejak dengan menikahi saudara sepupunya.
  10. Maria Carolina, Putri Bourbon-Dua Sisilia dan Carlos, Pangeran Montemolin. Ayah Carlos adalah kakak kandung ibunda Carolina. Pasangan ini layak disebut bak Romeo dan Juliet. Mereka bukan meninggal karena bunuh diri atau dibunuh melainkan akibat penyakit tifus. Memiliki nama yang hampir sama dan meninggal di waktu yang hampir bersamaan. Carlos meninggal pada 13 Januari 1861 dan beberapa jam kemudian pada tanggal 14 Januari, Carolina menyusul. Pernikahan mereka tidak dikaruniai anak.
  11. Maria Isabelle, Putri Orleans dan Philippe, Pangeran Paris.  Ayah Philippe yang bernama Ferdinand merupakan kakak sulung sementara ayah Isabelle yang bernama Antoine merupakan adik bungsu.  Di antara kakak beradik ini terdapat tujuh saudara kandung lain. Salah satu saudara kandung mereka adalah Louise yang menikah dengan Leopold I, raja Belgia. Isabelle dan Philippe menikah dengan 30 Mei 1864. Mereka dikaruniai delapan orang anak. Dari pernikahan mereka, lahir keturunan Felipe, raja Spanyol (bertahta sejak tahun 2014).
  12. Maria Luisa, Adipatni Parma dan Charles, Raja Spanyol. Charles dan Luisa adalah saudara sepupu. Ayah Charles adalah kakak kandung dari ayah Luisa. Charles bertunangan dengan Luisa pada tahun 1762. Mereka menikah pada 4 September 1765 di Madrid, Spanyol. Charles menjadi raja Spanyol pada 4 Desember 1788. Pernikahan mereka berjalan 53 tahun 4 bulan. Pada 2 Januari 1820, Luisa wafat. Tiga minggu setelah kepergian Luisa, Charles juga wafat.
  13. Maria Teresa, Putri Beira dan Pedro Carlos, Pangeran Spanyol dan Portugal. Ayah Teresa merupakan kakak kandung dari ibunda Pedro. Teresa dan Pedro menikah pada 13 Mei 1810 di Rio De Janeiro, Brasilia. Saat itu terjadi perang Napoleon sehingga keluarga kerajaan harus mengungsi. Pernikahan keduanya dikaruniai seorang putra yang lahir pada 4 November 1811. Kehidupan pernikahan Teresa dan Pedro berjalan sangat bahagia namun sangat singkat. Pada Juli 1812, Pedro meninggal dunia akibat sakit. Teresa menjanda selama 26 tahun sebelum menikah kedua kalinya dengan Carlos, Pangeran Molina. Carlos adalah duda tiga anak. Istri pertama Carlos wafat pada 1834.
  14. Ratu Maud dan Raja Norwegia Haakon VII (Carl). Ayah Carl merupakan kakak kandung ibunda Maud. Maud sendiri merupakan adik kandung raja Inggris George V.  Mereka menikah pada 22 Juli 1896 di istana Buckingham, London, Inggris. Setelah tujuh tahun menikah, Maud dan Carl dikaruniai seorang putra bernama Alexander. Pada tahun 1905, Carl dinobatkan menjadi raja Norwegia. Ia berganti nama menjadi Haakon VII dan Alexander diubah menjadi Olaf. Pernikahan antar sepupu rupanya menurun ke putra semata wayang mereka, Olaf. Olaf menikah dengan sepupunya, putri Martha pada 1929. Setelah sang istri meninggal di tahun 1938, Haakon tidak pernah lagi menikah. Haakon mangkat pada tahun 1957 dan digantikan oleh raja Olaf. Baik Haakon maupun Olaf, keduanya disayangi oleh masyarakat Norwegia. 
  15. Martha, Putri Swedia dan Olav, Pangeran Tahta Norwegia. Setelah bertunangan selama setahun, Martha dan Olav menikah pada 21 Maret 1929 di katedral Oslo, Norwegia. Mereka dikaruniai tiga orang anak yaitu Raghnhild, Astrid dan Harald. Ibunda Martha yang bernama Ingeborg, merupakan adik kandung dari ayahanda Olav yang juga raja Norwegia Haakon V. Martha wafat pada tahun 1954 akibat kanker. Martha wafat sebelum Olav bertahta menjadi raja Norwegia. Oleh karena berusia pendek, Martha hanya sempat menyaksikan pernikahan putri sulung mereka, Raghnhild pada tahun 1953. Martha bahkan belum sempat menimang satu orang pun cucu. Olaf dinobatkan menjadi raja Norwegia pada 1957. Sepeninggal Martha, Olaf tidak pernah lagi menikah. Olaf wafat pada tahun 1991 dan digantikan oleh raja Harald. 
  16. Sophia Dorothea, Putri Celle dan George I, Raja Inggris. Seperti kebanyakan pasangan kerajaan lain, pernikahan George dan Sophia hasil dari perjodohan paksa. Mereka menikah pada 22 November 1682 dan dikaruniai dua orang anak yaitu George yang akan meneruskan menjadi raja George II dan Sophia. Pernikahan mereka hanya berlangsung dua belas tahun. Setelah bercerai, George memiliki selir bernama Melusina yang memberinya tiga orang anak.
  17. Ratu Victoria dan Pangeran Albert. Ibunda Victoria adalah adik kandung dari ayah pangeran Albert. Victoria lahir pada 24 Mei 1819 di istana Kensington, London, Inggris. Albert lahir pada 26 Agustus 1819 di Rosenau, Coburg, Jerman. Kelahiran Victoria dan Albert ditangani oleh bidan yang sama berkebangsaan Jerman. Victoria dinobatkan menjadi ratu Inggris pada tahun 1837. Paman mereka yang bernama Leopold berupaya menjodohkan Victoria dengan kakak beradik yaitu Ernest dan Albert. Namun Victoria lebih menyukai fisik Albert. Victoria melamar Albert saat Albert datang ke Inggris ditemani oleh Ernest. Victoria dan Albert menikah pada 10 Februari 1840 dan dikaruniai sembilan orang anak. Saat Albert wafat pada 14 Desember 1861, Victoria terpuruk dalam duka yang sangat dalam. Ia memutuskan pindah dari kastil Windsor menuju ke rumah Osborne. Di rumah megah yang dibangun pangeran Albert itulah, Victoria wafat pada 22 Januari 1901. Keturunan ratu Victoria dan pangeran Albert banyak dijumpai di kerajaan Eropa hingga sekarang. Sebut saja ratu Elizabeth II, pangeran Philip, raja Spanyol Felipe, raja Belgia Philippe, ratu Denmark Margarethe, raja Swedia Carl Gustav, raja Norwegia Harald dan bekas raja Yunani Constantine.
  18. Victoria Melita, Putri Saks Coburg & Gotha dan Ernest Louis, Adipati Agung Hesse. Victoria dan Ernest tak hanya sepupu, namun keduanya juga memiliki tanggal serta bulan lahir yang sama. Victoria lahir pada 25 November 1876, sementara Ernest lahir tepat delapan tahun sebelumnya. Ayah Victoria adalah adik kandung dari ibunda Ernest dan keduanya adalah cucu ratu Victoria. Victoria dan Ernest menikah pada 19 April 1894. Pernikahan mereka berakhir setelah ratu Victoria meninggal dunia. Putri semata wayang mereka yang bernama Elisabeth meninggal akibat demam tifoid pada 1903. Ernest kemudian menikah lagi dengan Eleonore, putri Solms-Hohensolms-Lich pada Februari 1905. Ernest dan Eleonore dikaruniai dua orang putra. Sementara Victoria menikah dengan adipati agung Rusia Kirill pada Oktober 1905 dan dikaruniai tiga orang anak. Victoria dan Kirill juga merupakan sepupu. Ibu Victoria adalah adik kandung ayah Kirill. Pernikahan Victoria dan Kirill menimbulkan kegemparan di kerajaan Russia sebab pernikahan antar sepupu tidak diperbolehkan sesuai larangan gereja ortodoks Russia. 
  19. Viktoria Luise, Bangsawan Solms-Baruth dan Friedrich Josias, Pangeran Saks Coburg & Gotha. Viktoria dan Friedrich menikah pada 25 Januari 1942 dan dikaruniai seorang putra. Pernikahan ini hanya bertahan 4,5 tahun. Setelah bercerai, Friedrich menikah lagi dengan Denyse pada hari valentine 1948 dan dikaruniai tiga orang anak. Uniknya, pernikahan kedua Friedrich ini bertepatan dengan pernikahan kedua (secara agama) Viktoria. Lebih unik lagi, pernikahan kedua masing-masing berlokasi di San Fransisco, Amerika Serikat. Bedanya adalah, Friedrich bercerai sementara pernikahan Viktoria bertahan hingga sang suami, Richard wafat pada tahun 2001. Viktoria dan Richard dikaruniai seorang putri. Pada 30 Oktober 1964, Friedrich menikah terakhir kali dengan Katrin di Hamburg, Jerman. Pernikahan ini bertahan hingga Friedrich wafat pada tahun 1998.

Friday, May 29, 2020

Kisah Seorang Putri Charlotte dari Inggris

Ayah Charlotte
Ayah Charlotte adalah seorang pangeran Inggris bernama George. Ia merupakan anak sulung dari enam belas bersaudara. Ayah George merupakan raja Inggris, George III. Sedangkan ibunya adalah ratu Charlotte. Sebagai anak lelaki pertama, tentu ia mewarisi tahta setelah Raja George III mangkat. George memiliki gaya hidup super mewah. Ia menyukai busana serta mengoleksi parfum. Gaya hidup George membuat dirinya terbelit hutang besar. Pada 15 Desember 1785, George menikah pertama kali dengan Maria Fitzherbert, seorang wanita non-kerajaan. Status Maria adalah dua kali menjanda, berusia enam tahun lebih tua dari George dan beragama Roman Katolik. Pangeran George disebut cinta mati terhadap Maria. Ia bahkan pura-pura melukai perutnya memohon Maria untuk menjadi istrinya. Tentu pernikahan George dan Maria melanggar aturan kerajaan yang telah ditetapkan sejak 1701. Maka itu pernikahan George dan Maria dianggap tidak sah. Seiring dengan berjalannya waktu, hutang George semakin membengkak. Raja George III menolak untuk membantu kecuali jika George mau menikah dengan sepupunya, Caroline Brunswick. Ibunda Caroline yang bernama Augusta dan ayah George yaitu raja George III adalah saudara kandung. Augusta merupakan kakak sulung dan satu-satunya raja George III. Pemerintah berjanji akan meningkatkan gaji George jika ia menikah dengan wanita berdarah kerajaan. Kerajaan Inggris kemudian mengutus Tuan Malmesburry untuk menjemput Caroline dari Brunswick Jerman menuju ke Inggris. Saat berkenalan, sikap George sama sekali tidak simpatik terhadap Caroline. Ia berusaha mencari kekurangan Caroline. Ia menyebut bahwa Caroline memiliki bau tak sedap dan diduga sudah tidak perawan. Sebaliknya Caroline mengatakan kepada Tuan Malmesburry bahwa sang calon suami gemuk dan tidak setampan seperti di lukisan. Pangeran George menetapkan salah satu selirnya yaitu Nona Jersey untuk menjadi asisten pribadi Caroline. Caroline sempat memprotes hal ini, namun ia tak dapat berbuat banyak. Pernikahan pun dihelat pada 8 April 1795. Tentu George sudi melakukan pernikahan paksa ini karena terhimpit.  Gantinya, ia ogah-ogahan saat pemberkatan sakral berlangsung. Ia mengucap janji suci dalam kondisi mabuk, bahkan saat kegiatan intim dua kali di malam pertama. Esoknya, ayah dan ibu Charlotte melakukan kegiatan intim untuk ketiga kali dan terakhir kali. Hasilnya, ibu Charlotte pun hamil, namun ia hidup terpisah dari ayah Charlotte. Mereka hampir jarang bertemu meskipun tinggal di satu rumah. Berkomunikasi pun hanya melalui surat menyurat yang diantar oleh para kurir kerajaan. Pada 7 Januari 1796, Caroline melahirkan seorang bayi perempuan sehat yang diberi nama Charlotte Augusta. Nama tersebut diambil dari kedua neneknya yaitu ratu Charlotte dan putri Augusta. Di saat yang bersamaan, pangeran George yang sedang sakit yakin bahwa ia sudah mendekati ajal. Pangeran George menulis wasiat jika kelak Maria meninggal dunia, jasadnya dimakamkan satu liang kubur dengan dirinya. George juga menambahkan tulisan bahwa ia meninggalkan hartanya untuk Maria Fitzherbert dan hanya 1 shilling (nilai uang yang paling rendah pada jaman itu) kepada Caroline. Namun beberapa hari kemudian, pangeran George sembuh. Ia melarang Caroline menemui Charlotte kecuali jika ditemani oleh pengasuh dan perawat. Namun Caroline dilarang memberi keputusan apapun mengenai tumbuh kembang Charlotte. George membenci istri sahnya sehingga bersumpah kelak Caroline tidak akan dinobatkan sebagai ratu pendamping. Pada akhir 1797, Caroline tidak lagi hidup seatap dengan dirinya. Oleh karena Nona Jersey sudah keluar, maka ia kembali ke Maria Fitzherbert. Pada 1811, raja George III ditetapkan sudah tak mampu menjalankan fungsi sebagai raja akibat penyakit mental yang dideritanya. Maka pangeran George pun mendapat mandat untuk berkuasa. Ia segera menggunakan kekuasaannya untuk membatasi Caroline bertemu dengan sang putri, Charlotte. Hal ini membuat Caroline marah dan memutuskan keluar dari rumah Blackheath. Pangeran George tampak senang dan merayakan kepergian Caroline bersama Nona Hartford. Maria Fitzherbert sudah tak ada lagi dalam kehidupan George. Pada Januari 1820, George bertahta menjadi raja George IV. Ia berusaha menceraikan Caroline secara resmi namun penasihat George mengatakan bahwa proses perceraian akan juga mengungkap perselingkuhan George. Ia berusaha mendaftarkan usul kepada parlemen Inggris dengan tujuan membatalkan pernikahannya dengan Caroline dan juga mencabut gelar Caroline sebagai ratu Inggris. Jika disetujui parlemen, maka tak perlu melalui persidangan. Usul George ini tak disukai masyarakat dan kemudian dicabut dari parlemen. Caroline wafat tak lama setelah George dinobatkan sebagai raja Inggris pada 1821. Ia mendengar berita wafatnya Caroline saat sedang berada di dalam kapal menuju ke Irlandia. Bendera diturunkan setengah tiang sebagai bentuk perkabungan. Pada 26 Juni 1830, raja George IV mangkat akibat pendarahan usus besar. Pada 1833, pemerintah Inggris meminta Maria Fitzherbert menandatangani surat pernyataan bahwa pernikahan antara dirinya dengan George tidak menghasilkan anak. Namun Maria menolak sembari tersenyum. Diduga mereka memiliki dua anak. Jika benar, maka putri Charlotte memiliki dua kakak tiri namun tidak pernah diakui resmi oleh pemerintah. Maria menunjukkan surat pernikahan dirinya dengan George kepada adik George, raja William IV. Raja William IV menawarkan Maria sebuah kecamatan untuk dikuasai, namun ia menolak. Maria wafat pada tahun 1837.


Ibunda Charlotte
Pernikahan hasil dari perjodohan membuat ibunda Charlotte, Caroline menderita. Ia memiliki suami namun hidup bak seorang janda. Caroline hidup terisolasi dan dilarang bertemu siapapun tanpa ijin dari sang suami. Orang yang diijinkan menemani Caroline adalah wanita berusia tua. Sebagai asisten pribadi, Nona Jersey menemani Caroline makan. Caroline membenci Nona Jersey, sementara pangeran George juga menolak menemani. Di lubuk hatinya, Caroline juga merasa bahwa Nona Jersey membenci dirinya. Dalam kondisi hamil besar, Caroline mengutarakan rasa kesepiannya dalam sebuah surat. Ia mengungkap bahwa ratu Charlotte yang juga tantenya, jarang menemui dirinya. Sementara kelima saudari iparnya juga tidak menunjukkan rasa simpati kepada Caroline. Masyarakat Inggris mulai kehilangan simpati terhadap pangeran George dan menaruh simpati terhadap kondisi Caroline. Pada 7 Januari 1796, Caroline melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat, dinamai Charlotte Augusta. Keberadaan putri semata wayang pun tidak meluluhkan hati George untuk lebih mengasihi Caroline. Pangeran George melarang Caroline menemui Charlotte kecil kecuali jika ditemani oleh perawat dan pengasuh. Ia juga melarang Caroline memberi keputusan apapun mengenai tumbuh kembang Charlotte. Para penjaga kediaman Charlotte merasa prihatin dengan larangan yang tak masuk akal ini. Mereka membiarkan Caroline menghabiskan waktu berdua dengan Charlotte kecil. Caroline membawa Charlotte berjalan-jalan keluar dan disambut meriah oleh masyarakat. Pangeran George tak mengetahui hal ini sebab ia sendiri jarang menemui Charlotte kecil. Caroline kemudian menulis surat kepada sang ayah mertua, raja George III. Raja George III memihak Caroline dan meminta Nona Jersey untuk berhenti sebagai asisten pribadi. Suatu hari pada akhir tahun 1797, Caroline meminta bertemu George. Pada pertemuan yang dingin itu, Caroline merasa tidak dihargai sebagai seorang istri dan juga tidak dihargai sebagai seorang ibu dari seorang putri pewaris tahta. Maka itu, ia tak lagi ingin menuruti perintah sang suami. Itu adalah terakhir kalinya pangeran George berkomunikasi langsung dengan Caroline. Kemudian pangeran George meminta pada sang ayah, raja George III untuk berpisah dari Caroline. Permintaan itu ditolak, namun sang raja mengijinkan Caroline untuk pindah dari rumah kerajaan. Caroline kemudian menetap di sebuah rumah kecil di luar kota London, tepatnya di Blackheath. Meski hidup tidak bersama anggota kerajaan lain termasuk anak semata wayang mereka, Caroline tidak merasa kesepian di rumah itu. Ia banyak mengundang orang untuk berkumpul dan menikmati makan bersama. Bermain harpa merupakan salah satu keahlian Caroline. Namun kegiatan sehari-hari bukan tidak diawasi. Sekretaris George yang bernama Tuan Liverpool rutin mengirim laporan kepada sang pangeran. Oleh karena Caroline kerap mengundang para pria dan kemudian tiba-tiba hidup bersama seorang bayi lelaki bernama William Austin, Caroline dicurigai memiliki anak di luar pernikahan. Para pembantu Caroline menyebut bahwa William diantar ke rumah Caroline oleh ibu kandungnya sendiri, Sophie Austin. Saat diinterogasi, Sophie mengakui hal ini. Jika benar William adalah anak haram Caroline, maka George memiliki alasan kuat untuk bercerai. Setelah pangeran George mendapat kuasa menggantikan raja George III yang sudah hilang ingatan, Caroline memutuskan keluar dari rumah Blackheath. Caroline keliling Eropa selama enam tahun. Ia merasa bebas bergerak, tak ada aturan yang mengekang. Namun sekretaris Liverpool tetap memberi laporan rutin kepada George. Di Milan, Caroline bertemu dengan Bartolomeo Pergami. Meski memiliki istri, Bartolomeo memboyong keluarganya untuk tinggal bersama Caroline, kecuali sang istri. Pada Januari 1820, ayah Charlotte bertahta sebagai raja George IV menggantikan sang kakek yang wafat di usia 81 tahun. Upacara penobatan digelar di gereja Westminster Abbey pada 19 Juli 1821. Namun seperti telah diatur demi upaya mencegah Caroline, tamu yang hadir harus menunjukkan undangan. Caroline yang datang bersama Bartolomeo Pergami tentu tidak membawa undangan. Caroline mengatakan bahwa ia berhak masuk meski tanpa undangan sebab ia adalah istri sah raja George IV.  Caroline dihadang oleh bayonet dan kemudian pintu masuk utama dipaksa tutup. Caroline tak menyerah. Ia dan Bartolomeo berusaha masuk melalui pintu lain. Di depan pintu, ia bertemu dengan politikus Tuan Inglis. Tuan Inglis berhasil membujuk Caroline untuk kembali ke kereta dan pulang. Masyarakat di jalanan berteriak ke Caroline untuk kembali ke Pergami. Caroline kehilangan dukungan masyarakat Inggris. Malam harinya, Caroline tiba-tiba jatuh sakit. Ia merasa diracun oleh pihak yang tak menyukai dirinya. Dugaan pihak lain adalah Caroline menderita kanker usus. Caroline berupaya mengobati dengan meminum magnesium hidroksida dalam jumlah banyak. Tiga minggu kemudian, kondisi Caroline semakin memburuk. Menyadari kondisinya takkan pulih, semua catatan mengenai dirinya dibakar. Ia menulis wasiat dan menginginkan dikubur dengan plakat tertulis : Di Sini Terbaring Caroline, Ratu Inggris Yang Tersakiti. Peti jenazah Caroline dibawa menggunakan kereta kuda ke kapal untuk menuju ke tanah kelahirannya Brunswick di tengah hujan deras.



Charlotte, Putri Wales Semasa Gadis
Sang putri merupakan cucu sah satu-satunya raja George III. Ini ironis sebab raja George memiliki total 14 anak yang hidup hingga dewasa. Charlotte adalah kakak sepupu dari ratu Inggris Victoria. Namun Charlotte meninggal saat Victoria belum lahir. Seandainya masih hidup, Charlotte lah yang menjadi ratu Inggris. Kelahiran Charlotte kurang disambut rasa senang oleh sang ayah sebab ia lebih menginginkan anak laki-laki. Sementara raja George III dikabarkan sangat senang dengan kelahiran cucu sah pertamanya. Raja George III memang lebih menyukai anak perempuan daripada anak laki-laki. Ia berharap bahwa kelahiran Charlotte bisa memperbaiki hubungan George dan Caroline. Sayang harapan sang raja tidak terkabulkan. Saat Charlotte berusia 10 tahun, ia berjalan-jalan di sebuah taman. Di taman itu, ia berpapasan dengan sang ibunda. Namun Caroline tampaknya masih saja patuh dengan perintah sang suami. Caroline berpura-pura tak melihat Charlotte. Charlotte kecil sangat terpukul. Selepas remaja, calon suami putri Charlotte mulai dibahas. Ayah Charlotte meminta ia menikah dengan William II, pangeran pewaris kerajaan Belanda. Negosiasi pernikahan dibahas selama berbulan-bulan. Charlotte menandatangani negosiasi ini pada 10 Juni 1814. Di sebuah pesta di hotel Pulteney London, Charlotte berkenalan dengan Leopold, pangeran Saks Coburg dan Gotha. Charlotte mengundang Leopold untuk menemui dirinya. Leopold pun hadir menemui Charlotte selama 45 menit. Kemudian Leopold menulis surat permintaan maaf atas perbuatannya kepada ayah Charlotte. Pangeran George sangat terkesan dengan Leopold yang sopan namun tak tertarik menjadikan ia sebagai suami bagi Charlotte sebab dianggap tak memiliki harta. Masyarakat Inggris meminta Charlotte membatalkan rencana pernikahannya dengan William agar ia tak meninggalkan ibunya. Charlotte mengatakan bahwa setelah menikah nanti, ia akan memboyong sang ibunda untuk tinggal bersama. Tentu kondisi ini tak bisa diterima oleh pangeran George. Namun di sisi lain sang calon suami juga tak menyetujui sehingga Charlotte pun membatalkan pertunangannya. Pangeran George kecewa dan memerintahkan agar Charlotte tetap di dalam rumah sampai tiba waktunya untuk dipindahkan ke Windsor. Di Windsor nanti, Charlotte tak boleh ditemui siapapun kecuali ratu Charlotte, sang nenek. Charlotte frustasi dan lari ke jalan. Seorang pria membantu Charlotte mencari sebuah kereta. Charlotte pergi menuju ke rumah sang ibunda. Saat tiba di rumah sang ibunda, Caroline ternyata sedang pergi mengunjungi rumah teman. Caroline bergegas kembali ke rumah untuk menemui Charlotte. Ayah Charlotte mengirim beberapa politikus dari partai Whig untuk menemui Charlotte. Tak hanya itu, sang ayah juga mengirim beberapa anggota kerajaan, salah satunya adalah pangeran Ferdinand, Adipati York yang juga paman Charlotte. Sang paman mengantongi ijin untuk membawa Charlotte dengan paksa jika diperlukan. Setelah beradu mulut sekian lama, Charlotte pun setuju untuk kembali pada esok hari. Meski Charlotte bersedia kembali, sang ayah tetap saja memaksa dirinya untuk pindah ke Windsor. Semua pegawai diharuskan mengawasi Charlotte 24 jam. Charlotte kemudian berhasil menyelundupkan sebuah surat kepada paman lain yaitu pangeran Augustus, Adipati Sussex. Charlotte menceritakan kondisinya. Pangeran Augustus kemudian bertanya kepada perdana menteri Liverpool tentang kebebasan Charlotte. PM Liverpool justru meneruskan pertanyaan ini kepada ayah Charlotte. Ayah Charlotte marah kepada sang adik dan kemudian memutus komunikasi. Pada akhir Juli 1814, ayah Charlotte berkunjung dan mengatakan bahwa ibunda Charlotte akan pergi dari Inggris. Ibunda Charlotte akan berkeliling Eropa. Hal ini menambah rasa kecewa Charlotte. Ia dan ibunya tak lagi pernah bertemu.


Charlotte Menentukan Suami Pilihan Hati
 Pada awal 1815, Charlotte menetapkan pilihan kepada pangeran Leopold. Ia menulis surat kepada sang ayah "tidak ada adu mulut, tidak ada paksaan yang mengharuskan aku menikahi pria Belanda yang (aku) benci ini". Ayah Charlotte pun menyerah, apalagi setelah mengetahui bahwa William II sudah bertunangan dengan wanita lain dari Russia. Ayah Charlotte mengundang Leopold datang ke Inggris pada Februari 1816. Ia mengajak Charlotte dan Leopold untuk makan malam bersama. Ayah Charlotte sangat terkesan dengan Leopold. Ia menyebut bahwa Leopold memiliki setiap kualifikasi untuk membuat seorang wanita bahagia, dalam hal ini adalah putri Charlotte. Parlemen Inggris membeli rumah Claremont untuk calon pengantin, menyiapkan dana untuk mengisi rumah dan memberi gaji tahunan kepada Leopold. 
Pernikahan dihelat pada 2 Mei 1816. Warga Inggris tumpah ruah ke jalanan. Keduanya berbulan madu di istana Oatlands. Meski disebut tempat tak ideal, namun tak mengurangi kebahagiaan Charlotte. Charlotte menyebut Leopold sebagai suami yang sempurna.  Hari kedua bulan madu, ayah Charlotte datang berkunjung. Kepada Leopold, ia menjelaskan seragam tentara Inggris selama dua jam.


Kehidupan Setelah Menikah
Sekembalinya dari bulan madu, Charlotte dan Leopold sempat menghadiri sebuah konser. Para tamu yang hadir memberi tepukan tangan untuk mereka berdua dan kemudian bernyanyi lagu kebangsaan. Namun saat konser berlangsung, Charlotte jatuh sakit. Ia mengalami keguguran. Dokter pribadi Leopold yang bernama Christian Stockmar menyebut bahwa Leopold memberi pengaruh yang baik kepada Charlotte. Charlotte selalu berpakaian bagus dan lebih tenang. Leopold sendiri mengatakan bahwa ia dan Charlotte selalu bersama kecuali saat ia berburu. Leopold memanggil Charlotte dengan sebutan cintaku. Pada 24 Agustus 1816, Charlotte dan Leopold mulai menempati rumah baru mereka Claremont. Saat hari natal tiba pada Desember 1816, keluarga besar Leopold dari Coburg diundang datang. Pada 7 Januari 1817, ayah Charlotte menggelar pesta meriah untuk merayakan ulang tahun Charlotte yang ke-21. Tragisnya, ini adalah ulang tahun yang terakhir bagi seorang Charlotte. Keluarga besar Coburg masih di Inggris namun tidak menghadiri ulang tahun Charlotte. Mereka memilih untuk tinggal di rumah Claremont.


When Charlotte met Leopold | National Trust
Pengantin Baru Charlotte dan Leopold

Kehamilan Terakhir Charlotte
Pada April 1817, Leopold memberitahu sang ayah mertua bahwa Charlotte dalam kondisi hamil lagi. Ia yakin bahwa kehamilan ini akan sukses. Selama kehamilan, Charlotte menghabiskan waktu duduk untuk dilukis. Charlotte banyak makan dan sedikit olah raga. Tim dokter memulai persiapan kelahiran sejak Agustus 1817. Dokter mengharuskan Charlotte untuk diet demi mengurangi ukuran bayinya sehingga lebih mudah dilahirkan nanti.  Namun diet dan sesekali pendarahan rupanya melemahkan Charlotte. Dokter Christian Stockmar melihat persiapan yang dilakukan dokter sudah ketinggalan jaman. Akan tetapi Stockmar enggan masuk ke dalam tim sebab jika terjadi yang tidak diharapkan dan sebagai seorang warga asing, ia akan mudah disalahkan. Dokter memperkirakan Charlotte akan melahirkan pada 19 Oktober 1817. Namun saat bulan Oktober berakhir, Charlotte belum memiliki tanda-tanda melahirkan.

Proses Melahirkan Yang Sangat Sulit
Pada 2 November 1817, Charlotte dan Leopold pergi seperti biasa. Tanggal 3 November malam, Charlotte mengalami kontraksi. Dokter Richard Croft melarang Charlotte untuk makan dan meminta Charlotte untuk olah raga. Di awal-awal kontraksi, Charlotte tampak normal. Sebentar ia duduk di depan perapian bersandar pada Leopold. Sebentar ia memainkan rambut Leopold. Di lain waktu, ia berbaring di ranjang. Kemudian Leopold berbaring di sebelah Charlotte.
 Semula hanya Dr Croft yang menangani Charlotte. Sementara dokter pribadi Charlotte bernama Dr Baillie menunggu di ruang makan dan hanya menerima update berita. Kemudian jam 10 pagi tanggal 4 November, barulah ia diperbolehkan masuk. Mereka mempertimbangkan untuk menggunakan alat mengeluarkan bayi, namun juga khawatir akan infeksi mengingat saat itu tidak ada antiseptik. Dokter Croft dan dokter Baillie mendatangkan dokter kandungan John Simms. Tanggal 5 November pukul 6, kotoran bayi yang biasanya baru keluar setelah lahir, tampak keluar dari perut Charlotte. Itu berarti bayi Charlotte sudah berada di kondisi kurang baik. Tiga jam kemudian, sang bayi lahir. Bayi laki-laki ukuran besar itu dalam kondisi tak bereaksi. Meski dokter sudah melakukan upaya pertolongan pertama, bayi tersebut tak dapat diselamatkan. Charlotte yang meski kelelahan tetap bersikap tenang saat mendengar kondisi bayinya. Ia menyebut bahwa sudah kehendak Tuhan. Plasenta bayi masih berada di dalam rahim Charlotte, dan tidak ada tanda bahwa akan keluar dengan sendirinya. Maka dokter Crofft dan Simms menggunakan tangan mereka untuk menarik keluar. 

Kondisinya Terlihat Pulih
Setelah kelelahan tanpa tidur, kesakitan kontraksi dan diet tanpa makanan selama 2 hari penuh, Charlotte pun menikmati makanan. Ia diberi kaldu ayam, roti yang direndam air barley (sejenis gandum) dan juga minuman herbal yang bertujuan untuk merangsang detak jantungnya. Charlotte tampak perlahan pulih. Tim dokter mulai meninggalkan Charlotte. Leopold yang berjaga sejak tanggal 3 November sangat kelelahan. Ia kembali ke kamarnya, menulis kabar Charlotte ke ayah mertua, kemudian menenggak obat tidur dan terlelap. Pengasuh utama bernama Nyonya Griffith yang juga terjaga pun meninggalkan Charlotte sejenak untuk mandi dan berganti pakaian. Saat kembali, Charlotte tampak gembira.

Siapa Sangka Hari Itu
Melewati tengah malam, tiba-tiba Charlotte terbangun muntah-muntah. Ia memegangi perutnya "sakitnya! semua berasal dari sini". Telinga Charlote berdenging. Tekanan darahnya meningkat. Ny Griffith memanggil dr Croft. Badan Charlotte sudah mulai dingin dan kesulitan bernafas. Charlotte tampak mengalami pendarahan dalam. Diduga akibat plasenta yang dipotong oleh dokter. Dokter Croft mengompres perut Charlotte dengan air hangat, perawatan yang diterima kedokteran pada jaman itu. Namun pendarahan tetap tak berhenti. Dr Croft menyuruh pegawai pria untuk memanggil Dr Bailie dan Simms. Dr Baillie memutuskan memberi wine dan brandy namun Charlotte tak kunjung membaik. Dr Croft pergi  membangunkan Stockmar dengan memegang tangannya, meminta untuk datang ke kamar Charlotte.  Dr Croft berkata pada Charlotte "teman lamamu datang". Charlotte mengeluarkan tangan kirinya untuk dipegang oleh Stockmar dan berkata "mereka membuatku mabuk". Stockmar sempat memeriksa pulsa Charlotte. Sebentar terasa kuat, sebentar melemah dan sebentar lagi hilang, demikian kondisi pulsa Charlotte. Stockmar memutuskan untuk pergi ke kamar Leopold. Namun Leopold yang sudah menenggak obat tidur, sangat susah dibangunkan. Saat terbangun sesaat pun, Leopold tampak belum sadar penuh. Stockmar kemudian kembali ke kamar Charlotte, mendekati sang putri yang tengah sekarat. Stockmar keluar lagi demi membangunkan Leopold namun tak jadi sebab tiba-tiba Charlotte memanggil namanya dua kali dari dalam kamar "Stockie...Stockie". Saat Stockmar masuk lagi, wajah Charlotte dalam posisi menelungkup, kedua kakinya ditekuk ke atas seolah menutupi perutnya. Ia sudah tak lagi bernyawa.

Leopold Tak Mengira
Pada akhirnya Leopold terbangun, dan menuju ke ruang makan. Ia duduk dan meminta Stockmar untuk memeriksa Charlotte. Ia belum sadar bahwa sang istri sudah tiada.Saat Stockmar kembali dan berkata "sudah selesai". Leopold masuk ke kamar Charlotte, berlutut dan mencium tangan Charlotte. "Kedua tangan indah ini selalu memegang tanganku saat ia berbicara dengan orang lain". Ia kemudian memeluk Stockmar sambil berkata "Saat ini aku benar-benar sangat terpukul. Kamu janji untuk selalu bersamaku"

Berkabung
Meninggalnya Charlotte dan bayinya merupakan pukulan telak bagi banyak orang. Ayah Charlotte bahkan tidak mampu menghadiri pemakaman sang putri semata wayang. Di Brunswick, Jerman, Ibunda Charlotte pingsan saat mendengar berita duka tersebut dari seorang kurir. Toko-toko dan perkantoran di Inggris tutup selama dua minggu. Para kafir miskin dan gelandangan memakai pita hitam di lengan mereka. Tempat perjudian tutup pada hari pemakaman Charlotte. Orang yang paling terpukul tentu saja Leopold. Hal ini diungkapkan oleh Christian Stockmar bahwa tanpa Charlotte, ia merasa tidak lengkap seolah ia kehilangan separuh hatinya. Dua generasi hilang sekaligus. Jenazah Charlotte dimakamkan di Chapel St George, Kastil Windsor. Jasad bayinya ditaruh di kaki Charlotte. 

Masyarakat Mulai Menyalahkan
 Meski Charlotte pribadi meminta kedua orang tuanya tidak menemani saat ia melahirkan, namun masyarakat tetap menyalahkan kedua orang tua Charlotte. Berikutnya, masyarakat menyalahkan dokter Richard Croft. Namun ayah Charlotte menolak menyalahkan dokter Croft. Tudingan masyarakat ini membebani pikiran dokter Croft sehingga tiga bulan kemudian ia menembak kepalanya hingga tewas. Padahal kala itu dokter Croft sedang menangani persalinan seorang wanita muda.

Leopold Sepeninggal Charlotte
Leopold dikabarkan menjalin hubungan dengan Caroline Bauer. Caroline sendiri adalah sepupu Christian Stockmar dan berprofesi sebagai seorang artis Jerman. Adipati Wellington menyebut bahwa Caroline Bauer sangat mirip dengan mendiang Charlotte. Caroline mengakui bahwa telah terjadi pernikahan diam-diam antara dirinya dengan Leopold. Setelah menikah, Leopold memberi gelar Countess Montgomery. Namun klaim Caroline diragukan sebab dianggap tidak ada bukti. Entah bukti sengaja dihilangkan oleh pihak tertentu atau memang tidak pernah terjadi, hingga kini masih misteri. Anak lelaki Christian Stockmar juga menyangkal klaim Caroline. Lebih lanjut Caroline menyebut bahwa Leopold memutuskan pernikahan saat ia digadang-gadang akan menjadi raja Yunani. Namun kemudian Leopold menolak tawaran tersebut sebab ia merasa posisi raja Yunani sangat rapuh dan berbahaya. Pada akhirnya ia menerima tawaran menjadi raja Belgia. Ia adalah kakek buyut raja Belgia yang sekarang, Philippe. Caroline sendiri kemudian menikah lagi dengan pria lain. Namun Caroline kemudian bunuh diri di usia 70 tahun.

Leopold Menikah Lagi
Pada 9 Agustus 1832, Leopold menikah dengan Louise Marie dari Orleans. Louise Marie merupakan buyut dari raja Perancis Louis XIV. Pernikahan ini dikaruniai empat orang anak namun anak sulung meninggal saat masih bayi. Untuk mengenang istri pertama, Leopold dan Marie menamai putri bungsu mereka "Charlotte". Setelah menikah, Charlotte sempat menjadi permaisuri Meksiko. Pada akhir tahun 1939, Leopold aktif menjodohkan kedua keponakannya yaitu ratu Victoria Inggris dengan Albert, pangeran Saks Coburg dan Gotha. Perjodohan ini membuahkan hasil tanpa halangan. 
Diduga setelah kelahiran anak bungsunya, sang istri sudah mulai sakit-sakitan dan kemungkinan tidak bisa memberi nafkah batin lagi. Pada 1844, Leopold diduga memiliki selir. Dari hubungan ini, Leopold dikaruniai dua anak laki-laki. Pada 1850, Leopold kembali menjadi duda. Sang istri meninggal akibat tuberkulosis di usia 38 tahun.  Sepeninggal Marie Louise, Leopold tidak pernah resmi menikah lagi hingga akhir hayatnya pada tahun 1865. 

Keturunan Leopold
Keturunan Leopold saat ini memimpin kerajaan Belgia dan Luksemburg. Raja Belgia Philippe dan Adipati Agung Luksemburg merupakan buyut dari Leopold.

Wednesday, January 22, 2020

Aktor Indonesia Yang Memiliki Keluarga Broken Home


  1. Aksan Sjuman. Profesi pria yang lebih dikenal Wong Aksan ini lebih kepada penyanyi. Ia adalah kedua pertama dari dua bersaudara mantan pasangan Sjumandjaja dengan Farida Oetoyo. Aksan sendiri bercerai dari Titi (kemudian menjadi Titi Radjobintang).
  2. Anjasmara. Suami Dian Nitami sekaligus ayah empat orang anak ini merupakan putra mantan pasangan Benny Soemarno dengan Annie Kusniaty. Ayah Anjasmara kemudian menikah lagi dengan Rachmawati Soekarnoputri dan bertahan hingga akhir hayat sang ayah tercinta.
  3. Ari Wibowo. Ayah Ari bernama Wibowo Wirjodiprojo menikah dengan Sybille Ollmann dan sempat menetap di Jerman. Ketika Ari duduk di bangku 5 SD, kedua orang tuanya bercerai. Ari dibawa oleh sang ayah untuk pindah ke Indonesia.
  4. Dede Yusuf. Dede adalah putra mantan pasangan artis senior Rahayu Effendi dengan Ir. Tammy Effendi, alm. Kedua orang tua Dede bercerai semasa ia masih duduk di bangku SD. Sama halnya Ari Wibowo, Dede Yusuf juga piawai dalam bela diri. 
  5. Denny Sumargo. Masa kecil Denny penuh dengan warna. Ibu dan ayahnya bercerai saat dia masih dalam kandungan. Kemudian ia berbuat kenakalan hingga diusir dari rumah. Demi bertahan hidup, ia bekerja menjadi kenek dan bahkan mengais sampah demi mencari makan. Namun masa lalu menjadi pecut buat Denny sehingga ia terbilang sukses seperti sekarang.
  6. Dimas Beck. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini harus hidup terpisah dari dua kakaknya setelah ayah dan ibunya bercerai. Dan Beck dan Dewi Beck mengikuti sang ayah Sharif Beck untuk menetap di Australia. Sementara Dimas tetap bersama sang ibunda, Ida Sudoyo menetap di Jakarta.
  7. Fachry Albar. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara mantan pasangan Ahmad Albar dengan Rini S. Bono. Kakak kandung Fachry adalah Fauzi dan adiknya adalah Fadli, alm. Fachry memiliki seorang adik tiri laki bernama Sean Gelael dari pernikahan sang ibu dengan Ricardo Gelael.
  8. Kiesha Alvaro. Lahir pada 2004 sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, Kiesha mengawali karir sebagai aktor cilik. Orang tua Kiesha adalah mantan pasangan Pasha Ungu dan Okie Agustina. Kiesha memiliki empat adik tiri dari pernikahan sang ayah dengan Adelia dan ia juga memiliki seorang adik tiri dari pernikahan sang ibu dengan Gunawan Dwi Cahyo.
  9. Leon Dozan. Bernama lengkap Muhammad Leon Rahman Dozan, ia adalah anak sulung dari mantan pasangan Betharia Sonata dengan Willy Dozan. Leon memiliki seorang adik kandung perempuan. Ia juga memiliki seorang kakak tiri perempuan dari pernikahan pertama sang ayah dan juga beberapa adik tiri dari pernikahan kelima sang ayah.
  10. Lukman Sardi. Ayah Sardi adalah pebiola Idris Sardi dan ibunya adalah Zerlita. Setelah bercerai, ayah Lukman menikah lagi dengan artis Marini dan kembali bercerai. Pada 1998, sang ayah menikah lagi dengan Ratih Putri.
  11. Verrel Bramasta. Anak sulung dari dua bersaudara mantan pasangan Venna Melinda dengan Ivan Fadilla. Verrel memiliki seorang adik tiri yaitu anak adopsi sang ibunda dan seorang lagi adik tiri dari pernikahan kedua sang ayah.

Friday, January 10, 2020

Selebriti Indonesia Yang Memiliki Anak Adopsi


  1. Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen. Pasangan romantis Ale dan Nia ini menikah sejak tahun 2003 di Papua. Status Nia kala dinikahi Ale adalah janda cerai mati tanpa anak. Alenia kemudian mengadopsi dua orang anak. Anak pertama perempuan yang bernama Nicole Christy Zulkarnaen Sihasale. Anak kedua laki-laki bernama Radit Christiano Zulkarnaen Sihasale.
  2. Dewi Persik. Pedangdut seksi ini menikah tiga kali, namun dari semua pernikahannya ia belum dikaruniai anak. Konon saat menikah pertama dengan Saipul Jamil, Dewi sempat hamil namun keguguran.Tak dikaruniai anak tak membuat Dewi berpikir negatif. Dewi mengadopsi seorang putra yang bernama Felice Gabriel. Felice diadopsi pada tahun 2007 saat masih berusia dua minggu. 
  3. Dorce Gamalama,almh. Artis transgender serba bisa Dorce memiliki tiga anak angkat yaitu perempuan bernama Siti Fatimah Tuzzahrah, laki-laki bernama Rizky Sutrisno Kidjo dan perempuan bernama Siti Khadijah. Dorce beruntung memiliki anak-anak angkat yang mencintai dirinya dengan tulus apapun kondisinya. Mereka mengatakan bahwa orang-orang di luar tak mengetahui pribadi asli sang bunda karena tak hidup bersama.
  4. Rano Karno. Pernikahan Rano dan Dewi memang tidak dikaruniai anak, namun mereka cukup berbahagia memiliki dua orang anak angkat. Anak pertama bernama Raka Widyarma yang diserahkan ke Rano dan istri saat masih berusia seminggu. Orang tua Raka merupakan sahabat sang aktor. Sementara anak kedua adalah perempuan bernama Desanti Rakasiwi.
  5. Ruben Onsu. Kehadiran putra angkat bernama Bertrand Peto menambah keramaian keluarga kecil Ruben bersama Sarwendah. Bertrand yang berasal dari NTT, sejatinya masih memiliki orang tua kandung lengkap namun telah berpisah sejak ia dan saudaranya masih kecil. Bertrand memiliki seorang kakak perempuan dan adik laki-laki. Ia dan saudaranya dirawat oleh kakek nenek dari pihak ayah. Bertrand kemudian diadopsi oleh Ruben dan diboyong ke Jakarta.
  6. Ussy Sulistiyawati. Sebelum menikah pertama kali dengan Sugianto Sabran, Ussy telah mengadopsi seorang putri yang bernama Nur Amalia Putri. Si cantik Nur kemudian menjadi kakak yang mengayomi seluruh adik-adiknya. Ussy memiliki total tiga putri dari dua pernikahannya. Dari pernikahan dengan Sugianto, Ussy dikaruniai Syafa Al Zahra. Dari pernikahan dengan Andhika Pratama, ia dikaruniai Shakeela Eleanor Ameera dan Sheva Elmira Lorrenia.
  7. Venna Melinda. Setelah ia bercerai dari Ivan Fadila yang telah memberinya dua orang putra, Venna kemudian mengadopsi seorang putri. Putri yang kala itu masih bayi, awalnya ditemukan terbuang di toilet masjid Fathullah Universitas Islam Negeri Tangerang. Venna mengaku mendapat bisikan untuk memperoleh hak asuh anak itu. Melalui stafnya, Venna akhirnya berhasil dan memberi nama Vania Athabina.
  8. Yuni Shara. Saat baru menikah kedua kali dengan Henry Siahaan, Yuni mengadopsi seorang putra yang diberi nama Cavin Obedient Salomo Siahaan. Tak lama kemudian, Yuni dan Henry dikaruniai seorang putra kandung yang diberi nama Cello. Usia Cavin dan Cello terpaut tak jauh menjadikan mereka bak sahabat sejati.

Wednesday, December 4, 2019

Artis Indonesia Yang Dinikahi Pria Keturunan Tionghoa



  1. Asty Ananta. Meski rencana pernikahan Asty dengan Hendra Suyanto sempat tidak disetujui oleh orang tua Asty, namun keduanya ditakdirkan berjodoh. Asty dan Hendra menikah pada 2 Oktober 2016 di Nusa Dua Bali dengan resepsi serba putih. Sebelum menikah, Hendra telah menjadi mualaf. Rata-rata artis Indonesia yang dinikahi pria keturunan Tionghoa memiliki kekayaan di atas rata-rata.
  2. Cut Meyriska. Di awal kedekatannya dengan Roger Danuarta, Meyriska mendapat tentangan besar dari sang ayah. Perlahan tapi pasti, hati sang ayah luluh. Roger menjadi mualaf. Meyriska pun dinikahi Roger pada hari kemerdekaan RI yang ke-74 tahun di Medan. Pada 28 Agustus 2019, keduanya menggelar resepsi di hotel Ritz Carlton. Oleh karena Roger merupakan keturunan Tionghoa, keduanya harus melewati upacara minum teh sebagai penghormatan pada yang lebih tua. Pernikahan Roger bisa jadi mengharukan sebab kedua orang tuanya telah tiada.
  3. Femmy Permatasari. Suami pertama artis seksi Femmy adalah Samudera Djaja dan mereka telah dikaruniai empat orang anak. Setelah bercerai, Femmy dinikahi oleh Alfons Martinus Purnomo di Selandia Baru pada 14 Maret 2019. Status Alfons adalah duda cerai dengan satu orang anak kandung. Dua anak Alfons yang lain terbukti secara tes DNA bukan anak biologis Alfons.
  4. Jill Gladys. Jill pernah menikah dengan Yuan Wibowo pada 2005 dan dikaruniai seorang anak. Meski sempat dikabarkan rujuk, namun pada September 2019, Jill dinikahi oleh pengusaha Billy Soelaiman. Resepsi diadakan di hotel Four Seasons, Jakarta. 
  5. Laura Basuki. Artis kelahiran Jerman pada 9 Januari 1988 ini juga memiliki darah Tionghoa dari sang ayah. Ia dinikahi Leo Sanjaya di gereja Reformed Injili Jakarta pada 25 Juni 2011 silam. Sama halnya Shandy, Laura berusia 11 tahun lebih muda dari sang suami. Pada Januari 2016, Laura dikaruniai seorang putra. 
  6. Lusi Rachmawati. Setelah bercerai dari Jose Purnomo, janda dua orang anak sekaligus mantan anggota AB3 Lusi dinikahi oleh pengusaha bernama Soewanto Chandra Widjaja. Pernikahan kedua Lusi pada 2010 memang tanpa pesta meriah, namun ia tampak semakin bahagia. Pada 2016, Lusi memutuskan untuk menetap di Sydney, Australia. Soewanto sendiri merupakan duda dua orang anak.
  7. Olga Lydia. Mengakhiri masa lajang di usia 40 tahun tak mengurangi kebahagiaan presenter berdarah Tionghoa ini. Pilihan hatinya jatuh pada pria yang berusia empat tahun lebih muda darinya, yaitu Raphael Aris Utama. Raphael lahir di Malang namun menetap di Surabaya. Pernikahan keduanya dilangsungkan di Gereja Katedral Jakarta pada 21 April 2017. 
  8. Putri Titian. Pernikahan Tian, panggilan akrab Putri Titian dengan Junior Liem diadakan di Museum Bank Indonesia Jakarta pada 21 Mei 2016. Konon mereka menikah beda agama. Tian beragama Islam dan Junior beragama Kristen Protestan. Namun Tian menegaskan bahwa tak ada masalah karena itu. Tiga tahun menikah, keduanya telah dikaruniai dua buah hati.
  9. Ririn Ekawati. Lama setelah bercerai dari pengusaha Edwin Abeng, janda satu putri Ririn dinikahi oleh pengusaha Ferry Wijaya pada September 2015. Ferry saat itu merupakan duda cerai dengan tiga orang anak dan dalam kondisi sakit. Pada Januari 2016, Ririn berbahagia dikaruniai seorang putri bernama Abigail. Sayang saat sang putri baru berusia 5 bulan, Ferry berpulang untuk selamanya akibat kanker darah. 
  10. Shandy Aulia. Sebelum menikah dengan David Herbowo pada 12 Desember 2011, Shandy pernah bertunangan dengan David Agung Laksono. Pernikahan Shandy dan David mendapat protes dari ayah Shandy sebab ia merasa "dilangkahi". Namun Shandy rupanya berdamai sehingga ayah Shandy mulai lega dan hadir dalam resepsi pernikahan di sebuah hotel di Jakarta Selatan pada Februari 2012 silam.
  11. Yuanita Christiani. Presenter Yuanita yang memang berdarah Tionghoa melabuhkan hatinya pada Indra Wiguna Tjipto. Seperti impian menjadi nyata, resepsi mereka diadakan di atas kapal pesiar pada 7 Februari 2019. Tentu banyak orang penasaran tentang pekerjaan suami Yuanita. Ia ternyata memiliki tiga perusahaan. Salah satu perusahaan adalah pengelolaan air limbah. 

Saturday, November 9, 2019

Kisah Ratu Victoria dan Pelayan John Brown

Kisah ratu Victoria dengan John Brown memang selalu menarik. Menurut saya jauh lebih menarik daripada kisah ratu Victoria dengan Abdul Karim, pegawai kesayangan beragama Islam dari Agra, India. Jika Karim disebut memiliki motif di balik kedekatannya dengan ratu, maka John Brown disebutkan sangat tulus. Akan tetapi kedua orang ini dibenci oleh pangeran Edward (menjadi raja Edward VII) dan para pegawai istana.

Seorang John Brown lahir pada 8 Desember 1826 di Aberdeenshire, Skotlandia sebagai anak kedua dari sebelas bersaudara. Masa kecil dan remaja John diisi oleh kegiatan di luar rumah seperti berenang, menangkap ikan dengan tombak, berburu rusa, menunggang kuda, menembak dan memanjat gunung. Ia menjadi ahli flora dan fauna lokal di tempatnya. Ia juga ahli meramal cuaca dengan jitu. Perilaku John sedikit banyak dipengaruhi oleh tempaan fisik tersebut. John dikenal kasar dan peminum. John sudah bekerja di kerajaan sejak pangeran Albert masih hidup, tepatnya setelah pangeran Albert membeli rumah Balmoral di Skotlandia. John mulai bekerja secara tetap pada tahun 1857. Tiga adik kandung John lain juga bekerja di lingkungan kerajaan. Adik bungsu yang bernama Archibald Brown menjadi pengawal pribadi putra bungsu ratu Victoria, yaitu Leopold. Archibald lebih muda lima belas tahun dari John. Meski John Brown memiliki adik banyak, namun empat adiknya meninggal saat masih kecil. Tiga di antara adiknya meninggal akibat epidemi demam tifoid.

Pada tahun 1860 di Balmoral Skotlandia, John Brown menemani pangeran Leopold menunggangi kuda poni. Mereka ditemani oleh putri Alice, putri Helena dan putri Louise. Setelah pangeran Albert wafat pada 14 Desember 1861, Victoria tenggelam dalam kesedihan yang sangat dalam. Sebulan sebelum putri Alice menikah pada Juli 1862, John Brown bersama pekerja Skotlandia lain datang ke Inggris dalam rangka menghadiri Pameran Internasional Kedua. Pada Agustus 1862, John Brown menemani ratu Victoria berkunjung ke Perancis dan Italia. Pada 7 Oktober 1863, ratu Victoria melewatkan waktu dengan berkuda ditemani oleh putri Alice dan putri Helena. Ketiganya didampingi oleh John Brown dan pegawai putri Alice yang bernama Willem. Mereka rehat sejenak untuk menikmati teh sore hari sebelum pulang. Dalam perjalanan pulang, hari sudah mulai gelap. Kuda sang ratu mengalami kecelakaan. Ratu Victoria sempat berpikir apakah harus meninggal saat itu juga, namun kemudian ia berpikir masih ada hal-hal yang belum diurus. Sang ratu mengalami lebam di mata, memar di leher dan jempol terkilir. Selama beberapa hari, ia harus mengompres matanya dengan potongan daging mentah. Meski kondisi demikian, dokter menyarankan agar sang ratu tetap berkuda. Di Skotlandia, ratu Victoria berkuda ditemani oleh John Brown. Saat itu Victoria menggambarkan dirinya sedang dalam kondisi lemah dan cemas sehingga ia membutuhkan orang yang bisa ia percaya dan diandalkan.

 Pada Oktober 1864, putri Alice berdiskusi dengan dokter kerajaan William Jenner dan Tata Keuangan Sir Charles Phipps. Hasil diskusi memutuskan bahwa John Brown akan dibawa ke rumah Osborne untuk membantu ratu bangkit dari depresi. Mereka berharap John Brown akan membawa ingatan ratu Victoria kembali ke masa-masa bahagia di Skotlandia. John Brown kemudian tiba di Osborne pada Desember 1864. Setiap pagi dan siang hari John Brown selalu menemani ratu Victoria berkuda. Ia memasangkan syal ke leher Victoria dan memastikan bahwa seluruh kancing di pakaian sang ratu terpasang rapat. Pada 3 Februari 1865, ratu Victoria menetapkan John Brown sebagai pegawai khusus untuk seterusnya. Dalam sebuah surat kepada paman Leopold, Victoria memuji John Brown sangat setia, sederhana, cerdas dan tak seperti pegawai yang lain. Dalam surat lain kepada putri Vicky di Jerman, Victoria menyebut John sangat pendiam, memiliki ingatan yang cukup tajam, sekaligus bersyukur bahwa John diutus untuk menetap di rumah Osborne. Sementara di buku hariannya, Victoria menulis bahwa John Brown adalah satu-satunya orang yang memperlakukan dirinya sebagai seorang wanita, bukan seorang majikan. Suatu hari seorang pegawai istana menjatuhkan nampan yang cukup membuat ratu Victoria marah. John Brown langsung menegur Victoria dengan sebutan khasnya "wanita".Ratu Victoria menyebut bahwa ia mengandalkan lengan John Brown yang sangat kuat dan bertenaga. Saat berkuda, Victoria sering melewati jalan yang cukup licin.    
                                                                                                                                                                                Lucy Worsley: Queen Victoria's affair with ghillie John Brown was a myth |  Scotland | The Times 

Penetapan John sebagai pegawai ratu pada Februari 1865 memunculkan rasa tidak senang pada putri Vicky dan terutama pangeran Edward. Mereka khawatir jika John mempengaruhi sang ratu sama seperti yang dilakukan oleh pengasuh Lehzen. Pada Juli 1865, Victoria menunjuk adik bungsu John, Archibald, untuk menjadi pengawal pribadi pangeran Leopold. Victoria berpendapat bahwa Archibald cukup kuat menggendong sang pangeran seandainya terjadi sesuatu (Leopold menderita hemofilia). Victoria secara bertahap menaikkan gaji John Brown. Pada 1868, Victoria merenovasi glas-allt-shiel, sebuah rumah sederhana di belakang kastil Balmoral. Rumah ini menghadap ke danau, diapit oleh pepohonan hijau nan tinggi. Di belakang rumah terdapat semacam parit yang menjadi aliran air danau. Tak jauh dari situ, ada sebuah air terjun. Rumah ini sudah dimiliki Victoria dan Albert sejak tahun 1850 an. Setelah Albert wafat, Victoria lebih memilih menetap di rumah ini daripada di kastil. Ia memiliki kamar yang terhubung oleh kamar John Brown. Sementara para abdi dalem wanita ditempatkan di kamar lain. Victoria menggunakan berbagai alasan untuk menetap di rumah tersebut : untuk perlindungan, untuk menjaga anjing-anjingnya. Rumah ini dibeli oleh raja George VI pada tahun 1950. Pada tahun 1991, rumah ini dikelola oleh kelab Rucksack dari universitas Dundee dan dibuka untuk umum. Pada 2019, pengelolaan diserahkan ke Mountain Bothies Association.

Penempatan John Brown di kamar yang terhubung dengan kamarnya menimbulkan kontra. Pemerintah berpendapat hal itu menyalahi etika apalagi seorang ratu, jika benar Victoria dan John belum menikah. Namun pada tulisan politikus bernama Lewis Harcourt/Loulou pada 17 Februari 1885, disebutkan telah terjadi pernikahan di antara ratu Victoria dan John Brown. Fakta ini muncul dari pengakuan akhir seorang pendeta kerajaan yang bernama Norman Macleod. Saat mengaku, sang pendeta tengah kritis dan hampir wafat. Sang pendeta menyesal selama hidupnya sebab ia telah menutupi fakta.  Entah tulisan ini hanya rumor buatan atau memang benar adanya, tak ada yang bisa memastikan. Tentu pendeta Norman bukan mengaku kepada Lewis sebab Lewis kala itu baru berusia 9 tahun. Akan tetapi pengakuan itu diteruskan oleh saudari sang pastor kepada istri Henry Posonby, sekretaris pribadi ratu Victoria. Dari istri Henry kemudian diteruskan lagi ke ayahanda Lewis yang bernama William. William bekerja sebagai sekretaris istana selama tiga tahun sebelum John Brown wafat. 


Ada tidaknya pernikahan, kesetiaan dan ketulusan John Brown kepada Victoria tak perlu diragukan lagi. John Brown selalu menyatakan pendapat blak-blakan tanpa basa-basi meski lawan bicaranya adalah seorang ratu. John Brown tak mengenal rasa takut terutama demi melindungi sang ratu yang kerap mendapat ancaman pembunuhan. Pada 29 Februari 1872, John Brown berhasil mencegah Arthur O'Connor yang hampir menyerang Victoria. Sang ratu mengganjar John Brown dengan dua penghargaan. Pada tahun 1875, Victoria meminta Heinrich Von Angeli untuk melukis John Brown. Namun karena John menolak berpose untuk dilukis, maka Heinrich menggunakan foto Brown sebagai ganti. Saat Victoria terjatuh dan tak bisa berjalan, John Brown menggendong sang ratu dari satu ruang ke ruang lain. Victoria merasa bahwa sepeninggal Albert, hidupnya juga ikut terkubur. Setelah bertemu dengan John Brown, ia hidup lagi untuk kedua kalinya.

John Brown wafat di kastil Windsor pada 27 Maret 1883 akibat erisipelas, penyakit yang disebabkan oleh bakteri. John pernah menderita penyakit yang sama saat menemani ratu Victoria berkunjung ke Perancis dan Italia pada 1879. Kematian John terbilang mendadak sebab pada 23 Maret 1883, dokter James Reid tanpa sengaja melihat sang ratu bercanda dengan John Brown. Saat itu ratu Victoria sedang tak bisa berjalan setelah terjatuh. John Brown dimakamkan di halaman gereja Crathie Kirk, Skotlandia. Makamnya berdampingan dengan makam kedua orang tua dan beberapa saudara Brown yang lebih dahulu meninggal. Atas perintah sang ratu, Sir Henry Posonby mengumpulkan dan menyimpan semua surat-surat milik John Brown. Kehidupan di sekitar kastil Balmoral yang selalu ceria penuh festival sesaat menjadi muram. Victoria meminta Sir Joseph Boehm untuk membuat sebuah patung John Brown yang ditempatkan di antara patung Victoria dan patung Albert di Balmoral. Posisi ketiga patung saling berhadapan seperti titik segitiga. Victoria juga meminta penyair Alfred Tennyson untuk membuatkan tulisan singkat di nisan John Brown.  Namun hampir semua kenangan ini lenyap setelah ratu mangkat. Hanya dalam hitungan jam setelah ratu Victoria wafat pada 22 Januari 1901 jam 6.30 malam, raja Edward VII memerintahkan agar seluruh barang dan patung John Brown dimusnahkan. Beberapa dikirim ke keluarga John Brown di Skotlandia. Pada 23 Januari 1901 pagi, para penggembala di dekat istana Balmoral, Skotlandia melihat patung John Brown sudah tidak tampak dan hanya tersisa bongkahan batu. Semua yang berada di pandangan raja Edward tak ada yang bersisa. Namun salah satu patung John Brown tidak dihancurkan dan hanya dipindahkan ke tempat yang diperkirakan takkan bisa diketahui oleh raja Edward. Edward sangat membenci John Brown sejak kedekatannya dengan sang ibunda sepeninggal sang ayah. Kebencian ini kadang menimbulkan perselisihan antara Edward dengan John Brown. Namun sang ibunda selalu memihak John Brown.

Bangku granit yang dibangun Victoria untuk mengenang John Brown juga masih ada di rumah Osborne. Bahan batu granit dibawa dari tanah kelahiran John Brown. Semasa hidup, John Brown biasa ke titik bangku itu untuk membaca surat dari keluarganya di Skotlandia. Keterangan ini diperoleh dari seorang pekerja rumah Osborne bernama William Jackman. Jackman mengenang John Brown sebagai pribadi yang baik terlepas dari sikapnya yang blak-blakan serta gegabah. Jackman membutuhkan waktu hingga empat belas hari untuk memotong rumput di sekitar rumah Osborne. Saat John Brown berpapasan dengan dirinya, Jackman mengenang Brown selalu mengangkat tangannya ke udara sambil menyapa. John Brown mengkhawatirkan Jackman yang berpeluh panas di bawah terik sinar matahari. Ia meminta Jackman untuk rehat sejenak ke rumah dan meneguk minuman atas suruhan John Brown. Saat mengetahui John Brown wafat, ia dan rekan kerjanya berduka.


Sebelum mangkat pada 22 Januari 1901, ratu Victoria memberi ijin buat putri Beatrice untuk menyeleksi dan mengedit semua catatan harian milik sang ibu. Beatrice tekun melakukan ini selama 30 tahun lamanya. Namun ada sedikit yang terlewatkan sebab sebelum Beatrice bertindak, beberapa telah dicopy. Mungkin saja jika tidak diedit, lebih banyak informasi yang diperoleh mengenai hubungan ratu Victoria dengan John Brown. Ratu Victoria juga memberi wasiat perintah kepada dokter pribadinya, James Reid, untuk menempatkan cincin pemberian John Brown di tangannya saat ia meninggal. Cincin ini sebelumnya milik ibunda John Brown. Selain cincin, sang ratu juga meminta beberapa surat dari John Brown, potongan rambut dan foto Brown. Foto Brown ini dibungkus kertas dan ditempatkan di tangan kiri Victoria. Untuk menutupi dari pandangan, dokter James menempatkan bunga di atasnya.

Monday, August 5, 2019

Peristiwa Pilu Kebakaran Yang Menewaskan Satu Keluarga Di Indonesia


  1. Aminudin/Ameng (68), Menantu Yanti (39), Ketiga Cucu Ameng/Ketiga Anak Yanti : Clarissa Kie (15), Kendrick (13) dan Kenjiro (8). Peristiwa di Pematang Siantar pada 26 September 2020 malam itu sungguh memukul batin suami Yanti bernama Hendra Kie dan juga ibu mertua Yanti. Saat api semakin membesar akibat ledakan dua tabung gas, Ameng yang sudah selamat di luar nekad masuk ke rumah lagi. Ia mendengar teriakan minta tolong ketiga cucunya dari lantai atas rumah. Warga di sekitar sempat meminta Yanti untuk melempar anak-anaknya ke bawah. Namun tampaknya mereka takut untuk melompat.
  2. Benni, Nova (40), Silvanni (20), Beyva (14), Benno (9). Suami, istri dan ketiga anak ini merupakan lima dari sepuluh orang korban tewas kebakaran di Matraman, Jakarta Timur pada 25 Maret 2021. Kelima korban lain adalah Sri Mulyani (50), Deby (28), Ria (17), Dani (30) dan Nizan (1,5) ditemukan di ruang yang berbeda. Diduga penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. 
  3. Budianto, Sri Hartati dan Fahmiadi (5). Mereka adalah suami istri dan anak laki-laki yang menjadi korban tewas kebakaran ruko di jalan Rahmad Buddin, Medan Marelan pada Senin 30 Mei 2016 dini hari waktu setempat. Sehari-hari korban membuka usaha salon. Jenazah ketiganya dimakamkan tak jauh dari kediaman korban di Medan Marelan.
  4. Budiman (45), Sri Handayani, Shafira Naulin Nubaiti (5) dan Fredi (4). Suami, istri dan kedua anak mereka menjadi korban tewas kebakaran di perumahan Bukit Gading, Cisoka, Tangerang, Banten pada Selasa, 21 Agustus 2018. Rumah satu lantai yang dihuni Budiman sekeluarga memiliki satu pintu masuk namun agak terhalang oleh sebuah warung. Jasad keempatnya ditemukan terbaring di atas ranjang di dalam kamar tidur.
  5. Cek Api (60), Soso (60), Selly (28) dan Alfi alias Cing-Cing (10). Empat korban tewas masih  satu keluarga. Jasad mereka ditemukan di dalam Vihara Butong, Tangerang yang juga menjadi kediaman mereka pada 19 Februari 2016 silam. Seperti korban kebakaran pada umumnya, mereka tak menyadari bahwa rumah mereka terbakar sebab kebakaran terjadi pada dini hari sekitar jam 3. Keempatnya diduga masih tidur dan baru bangun setelah api membesar. Suami Selly yang bernama Leo sempat menelepon sang istri dan diangkat. Namun Selly hanya bisa menangis minta tolong. 
  6. Deby Irawan Hidayat (36) dan istri Putri Ayu (32) dan kedua Anak Mereka Regan Irawan (6) dan Kanaya Putri (3). Satu keluarga kecil ini menjadi korban tewas kebakaran ruko mereka di Pasar Simpang Utara, Malingping, Lebak pada 7 Maret 2019. Sehari-hari pasangan suami istri Deby dan Putri berjualan onderdil kendaraan roda dua serta roda empat. Adalah satpam perumahan bernama Udin yang pertama kali mengetahui adanya api pada tengah malam. Api berhasil dipadamkan sekitar jam 2 pagi. Namun keempatnya ditemukan sudah lemas dan kemudian meninggal dunia. 
  7. Edy Syahputra (66, Suami), Lilis Taslim (65, Istri) dan Lionardi Syahputra (34, Anak). Ada dua korban selamat namun mengalami luka bakar yaitu adik kandung Lionardi yang bernama Nando dan Fransiska. Kebakaran bermula dari kekasih Lionardi yaitu seorang dokter bernama Mery yang hamil tujuh minggu namun tidak mendapatkan pertanggungjawaban dari Lionardi. Malam tanggal 5 Agustus 2021 menjadi puncak kekesalan Mery sehingga ia pergi membeli lima bungkus bensin dan melemparkan dua bungkus ke dalam bengkel. Api yang semula kecil sempat dipadamkan oleh Lionardi, namun dalam sekejap langsung membesar.
  8. Joshua Pakpahan (38) dan Istri Yan Fang (35), Ketiga Anak Mereka Teresia (11), William (9) dan Aby Gael Josefang (7 Tahun) Serta Seorang ART Ance (25). Seluruhnya menjadi korban tewas kebakaran pada 21 Juni 2018 di rumah yang menyatu dengan gudang. Lokasi rumah keluarga ini berada di Mega Citra Industrial Park, Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau. Satu-satunya korban selamat adalah ART bernama Anggit berusia 18 tahun. Polisi belum bisa meminta keterangan sebab Anggit masih dirawat dan dalam kondisi trauma psikis. 
  9. M. Hedi (57), Siti Maryam (55), Nadia Anisa (17) dan Ajis (10). Satu keluarga malang ini menjadi korban kebakaran rumah petak di Jatinegara, Jakarta Timur pada 8 Mei 2017. 
  10. Suami Mansyur (36), Istri Hermiati (26) dan Anak Muhammad Alif (1). Rumah yang ditempati keluarga kecil ini baru saja dihuni selama seminggu. Itu adalah hasil kerja Mansyur saat merantau di Papua. Namun pada Jumat, 10 Januari 2020 rumah itu terbakar. Memang Mansyur, Hermiati dan Alif masih hidup saat diselamatkan. Namun ketiganya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit akibat luka bakar yang terlampau parah. 
  11. Indra Syahroni (32), Linda Andari (25) dan Khaisa (4). Mereka adalah suami, istri dan anak yang menjadi korban tewas kebakaran rumah di Jalan H. Chalid, Indragiri Hilir, Riau pada 24 Agustus 2020 dini hari. Ketiganya tak dapat diselamatkan karena terjebak di kamar belakang. Selain rumah kediaman korban, terdapat tiga rumah lain yang ikut terbakar. 
  12. Ibu Meiliana (60), Agus Susanto (35), Budi Susanto (33), Eli (36) dan Alexander (15).  Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 30 Agustus 2020 pukul 7:58 pagi waktu setempat. Sehari-hari, ruko di jalan Kranggan Surabaya berlantai dua dan berpintu hijau ini berdagang elektronik. Pukul 6:30 pagi, warga mendengar suara ledakan dari dalam ruko. Setelah asap dan api mulai terlihat, warga di luar berusaha membuka paksa pintu namun tak kunjung berhasil. Warga lain berusaha melempar paving ke atas ruko dengan harapan penghuni segera bangun. Upaya semuanya sia-sia sebab seluruh penghuni ditemukan tewas.
  13. Novita (30), Valensia (12), Ilong (7), Sumanno (20) dan Edar (9). Mereka menjadi korban tewas kebakaran ruko di Makassar pada Kamis, 9 Januari 2020 pukul 3 sore waktu setempat. Ketika ditemukan, jasad Novita sedang memeluk Valensia dan Ilong. Tiga anjing peliharaan juga ikut tewas. Sementara empat penghuni lain berhasil selamat meski terluka setelah melompat dari lantai dua. Sehari-hari usaha mereka adalah membuat bantal. 
  14. Mulyarti (60) dan Menantu Lini (30), cucu Adelin (2) dan ART Sari (40). Empat orang yang seluruhnya wanita ini menjadi korban tewas kebakaran sebuah ruko di Teluk Gong Jakarta Utara pada 26 Juni 2013 silam.
  15. Ngong Chongliang (55), Mei How (31), Herman Wijaya (23) dan Bela Melinda (16). Empat orang yang merupakan satu keluarga ini menjadi korban tewas kebakaran ruko yang terletak di belakang pasar Teluk Gong, Jakarta Utara pada 5 September 2013. Bisa jadi karena terjadi pada dini hari sekitar jam 2, mereka telat menyadari bahwa api telah membakar ruko. Kebakaran ini juga menghanguskan empat ruko sebelah.
  16. Probo Sutejo dan istrinya Aprilyanti Soselisa serta kedua putra mereka yang bernama Prabowo Oktavianus (9) dan Prasetyan Hartanto (8). Keempatnya menjadi korban kebakaran rumah yang dijadikan usaha kos di jalan Kebalen pada 31 Mei 2018. Setelah disemayamkan di Rumah Duka Adi Jasa jalan Demak, keempatnya dimakamkan di empat lubang berdampingan di TPU Keputih Sukolilo. 
  17. Togu Pangihutan Marpaung (Suami, 64), Farida Butar-Butar (Istri, 63) dan Seba Hasima Tohana Marpaung (Anak). Saat mengetahui kedua orang tua dan saudarinya menjadi korban tewas kebakaran, putra Togu yang bernama Babang menyesali dirinya yang merasa tak bisa menjaga mereka bertiga. Kedua orang tua dan saudari Babang tewas di dalam rumah purnawirawan brimob Pematang Siantar pada 6 Maret 2017 dini hari. Sementara Babang dan istrinya selama ini tinggal di Medan. Setelah ditenangkan warga, Babang diantar ke rumah sakit untuk melihat jenazah yang sedang diautopsi. 
  18. Tony (45) dan istri Jenny (44) serta kedua anak mereka Erica (17) dan Kent Wisely (8). Tony beserta keluarganya disebutkan baru menempati ruko di Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara selama 3 tahun sebelum kebakaran merenggut nyawa keempatnya pada 5 Agustus 2019. Sehari-hari Tony dan Jenny berjualan alat sembahyang di ruko lantai 1. Jasad mereka ditemukan di lantai dua dekat teralis depan. Putra sulung korban selamat sebab ia kuliah di Bandung dan datang setelah mendapat kabar bahwa rumah keluarganya terbakar. Saat anggota PMK berjibaku memadamkan api, tampak seseorang berjalan di atap ruko. Putra korban sontak berteriak memanggil ayahnya. Ternyata orang tersebut adalah pembantu mereka yang berhasil menyelamatkan diri melalui atap rumah dan berjalan ke atap sebelah. Ia menderita sesak nafas karena asap. Tiga ruko di sebelah juga ikut terbakar. Kebakaran ini adalah keempat kali terjadi di kawasan yang sama.
  19. Ibu Tris Ambarwati (48), Anak Liko Rahen (20) dan Anak Novea Lovly (14). Ibu dan dua anak ini menjadi korban tewas kebakaran rumah di Griya Jatimurni, Bekasi pada Senin, 13 Juli 2020 pukul 4 pagi waktu setempat. Suami Tris yang bernama Adi bisa menyelamatkan diri meski mengalami luka bakar di tangan kiri. Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk bakar.  
  20. Tukiman (45), Rini (35), Ika Yuliana (9) dan Muhammad Rizal (4). Mereka adalah suami istri dan dua anak yang menjadi korban kebakaran di Jalan Damarwulan, Semarang Barat pada Selasa 6 Maret 2012 pukul 2:30 pagi waktu setempat. Sebelum terbakar, sempat terdengar suara ledakan dari dalam rumah. Tetangga yang tinggal persis di sebelah berhasil membawa cucunya keluar menyelamatkan diri. Pemadam kebakaran tiba di lokasi setelah rumah tersebut hangus. 
  21. Ujang Niko (52), Tjhin Mui Khim (50) dan Danil Candra (32).  Mereka adalah suami istri dan anak laki-laki yang menjadi korban tewas kebakaran rumah pada Rabu 10 Juni 2020. Rumah mereka berada di perumahan Polaris Indah, Tangerang. Orang yang pertama kali menyadari adanya kepulan asap adalah Sanusi, petugas keamanan yang kebetulan sedang berpatroli sekitar pukul 2:30 pagi waktu setempat. Sanusi menyebut tidak mendengar teriakan minta tolong. 
  22. Yohanes Prasetyo (45) dan istrinya Lina (40) dan kedua anak mereka Luwina (13) dan Jonathan (12). Kebakaran sebuah rumah di perumahan Lippo Karawaci Tangerang pada 22 Oktober 2016 sore ini telah memakan empat korban yang seluruhnya adalah satu keluarga. Hanya satu orang yang berhasil selamat yaitu asisten rumah tangga mereka yang bernama Neni Mustikawati. Tetangga sempat melihat Yohanes dan Jonathan sempat berlarian di dalam rumah sebelum mereka diduga pingsan akibat asap.
  23. Yulianus Subeh (56), Bunga (47) dan El (11). Suami istri dan seorang anak ini menjadi korban tewas kebakaran pada Senin, 27 Januari 2020 pukul 7:30 malam waktu setempat. Rumah mereka berada di Dusun Sungai Biawak, Desa Menawai Tekam, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Seorang warga yang menyaksikan api melalap rumah sempat berteriak agar penghuni keluar namun tak ada balasan. Ia juga berusaha mendobrak rumah namun tak berani masuk sebab api mulai membesar.